29 C
Jakarta
Sunday, February 15, 2026

Posyandu Panarung Beri Klarifikasi Insiden MBG, Warga Diduga Konsumsi Lewati Batas Aman

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebanyak 16 orang dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Harum Manis di kelurahan Panarung Kota Palangka Raya.

Insiden ini diduga kuat terjadi akibat kelalaian dalam waktu konsumsi makanan yang melewati batas aman atau basi.

Ketua Kader Posyandu Harum Manis Isnainiyah menjelaskan bahwa makanan tersebut didistribusikan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

Pihaknya menegaskan bahwa prosedur pengecekan rasa dan bau telah dilakukan sebelum makanan dibagikan kepada 102 penerima manfaat, dan kondisi makanan dinyatakan layak saat itu.

“Jadi setiap pagi datang ompreng itu jam 8 pagi, Itu kami foto menunya, kami buka, kami rasa dulu. Kader ini ngerasa nih. Kalau ada bau, rasa, baru kami umumkan di grup,”ujar Isnaniyah kepada awak media, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga :  Program MBG Buka Peluang Besar Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Namun, berdasarkan penelusuran terhadap warga yang mengalami gejala, ditemukan fakta bahwa mereka baru menyantap makanan tersebut pada siang hingga sore hari.

“Rata-rata yang mengalami kondisi mual muntah itu mereka makan di atas jam 1 sampai jam 3 sore. Padahal menu basah seperti itu maksimal 4 jam setelah didistribusikan harus segera dimakan,” ujar isnainiyah.

Electronic money exchangers listing

Menu yang dibagikan pada hari kejadian adalah menu basah berupa nasi dengan lauk telur mata sapi saus asam manis, tempe, dan tumisan sayur.

Menurut Isnainiyah, jenis olahan telur mata sapi memiliki ketahanan yang berbeda dibandingkan menu kering atau telur yang digoreng matang sempurna atau rebus, sehingga rentan rusak jika didiamkan terlalu lama di suhu ruang.

“Warga sudah kami kasih tahu, setelah diambil agar cepat dimakan. Tapi mungkin ada yang merasa sayang dan menunda makan. Laporan mulai masuk ramai di grup sekitar jam 6 sore setelah Magrib,” tambahnya.

Baca Juga :  Haru Penuh Akrab, Prokalteng.co Beri Ucapan Selamat kepada Manajer Kalteng Pos yang Purnabakti

Diketahui, dari 16 orang yang mengalami gejala, mayoritas mengalami mual ringan.

Namun, terdapat 4 orang yang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, terdiri dari anak-anak, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Beberapa korban diketahui bukan penerima manfaat langsung, melainkan anggota keluarga (kakak/adik) yang ikut memakan jatah tersebut di luar jam yang dianjurkan.

Isnainiyah selaku ketua Kader Posyandu menyayangkan kejadian ini mengingat pihaknya selalu mengingatkan perihal batas waktu konsumsi, terutama untuk menu basah, demi menghindari risiko kesehatan.

“Jadi kita enggak bisa menyalahkan dapur juga enggak bisa, sepenuhnya dengan masyarakat sudah kami edukasi, setiap datang menu basah, silakan ambil dengan cepat dan dimakan,” pungkasnya (her).

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Sebanyak 16 orang dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Harum Manis di kelurahan Panarung Kota Palangka Raya.

Insiden ini diduga kuat terjadi akibat kelalaian dalam waktu konsumsi makanan yang melewati batas aman atau basi.

Ketua Kader Posyandu Harum Manis Isnainiyah menjelaskan bahwa makanan tersebut didistribusikan pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB.

Electronic money exchangers listing

Pihaknya menegaskan bahwa prosedur pengecekan rasa dan bau telah dilakukan sebelum makanan dibagikan kepada 102 penerima manfaat, dan kondisi makanan dinyatakan layak saat itu.

“Jadi setiap pagi datang ompreng itu jam 8 pagi, Itu kami foto menunya, kami buka, kami rasa dulu. Kader ini ngerasa nih. Kalau ada bau, rasa, baru kami umumkan di grup,”ujar Isnaniyah kepada awak media, Jumat (6/2/2026).

Baca Juga :  Program MBG Buka Peluang Besar Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Namun, berdasarkan penelusuran terhadap warga yang mengalami gejala, ditemukan fakta bahwa mereka baru menyantap makanan tersebut pada siang hingga sore hari.

“Rata-rata yang mengalami kondisi mual muntah itu mereka makan di atas jam 1 sampai jam 3 sore. Padahal menu basah seperti itu maksimal 4 jam setelah didistribusikan harus segera dimakan,” ujar isnainiyah.

Menu yang dibagikan pada hari kejadian adalah menu basah berupa nasi dengan lauk telur mata sapi saus asam manis, tempe, dan tumisan sayur.

Menurut Isnainiyah, jenis olahan telur mata sapi memiliki ketahanan yang berbeda dibandingkan menu kering atau telur yang digoreng matang sempurna atau rebus, sehingga rentan rusak jika didiamkan terlalu lama di suhu ruang.

“Warga sudah kami kasih tahu, setelah diambil agar cepat dimakan. Tapi mungkin ada yang merasa sayang dan menunda makan. Laporan mulai masuk ramai di grup sekitar jam 6 sore setelah Magrib,” tambahnya.

Baca Juga :  Haru Penuh Akrab, Prokalteng.co Beri Ucapan Selamat kepada Manajer Kalteng Pos yang Purnabakti

Diketahui, dari 16 orang yang mengalami gejala, mayoritas mengalami mual ringan.

Namun, terdapat 4 orang yang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit, terdiri dari anak-anak, ibu menyusui, dan ibu hamil.

Beberapa korban diketahui bukan penerima manfaat langsung, melainkan anggota keluarga (kakak/adik) yang ikut memakan jatah tersebut di luar jam yang dianjurkan.

Isnainiyah selaku ketua Kader Posyandu menyayangkan kejadian ini mengingat pihaknya selalu mengingatkan perihal batas waktu konsumsi, terutama untuk menu basah, demi menghindari risiko kesehatan.

“Jadi kita enggak bisa menyalahkan dapur juga enggak bisa, sepenuhnya dengan masyarakat sudah kami edukasi, setiap datang menu basah, silakan ambil dengan cepat dan dimakan,” pungkasnya (her).

Terpopuler

Artikel Terbaru