NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Guna menumbuhkan kesadaran diri akan pentingnya keselamatan di jalan raya, Satlantas Polres Lamandau mengambil langkah persuasif terhadap para pengguna jalan.
Melalui personel yang bertugas dalam pengaturan lalu lintas (gatur) pagi, petugas memberikan teguran secara humanis kepada pengendara roda dua yang kedapatan tidak menggunakan helm saat melintas di wilayah hukum Polres Lamandau, Jumat (3/4/2026).
Kegiatan ini menyasar para pengendara yang masih membandel atau lalai dalam melengkapi perlengkapan berkendara. Personel Satlantas yang bertugas mengatur arus lalu lintas di pagi hari dengan sigap namun tetap sopan menghentikan pengendara tanpa pelindung kepala tersebut untuk diberikan edukasi langsung mengenai risiko yang mereka hadapi di jalan raya.
Tindakan teguran ini diambil karena tidak menggunakan helm bukan sekadar pelanggaran administratif terhadap peraturan lalu lintas semata. Lebih dari itu, perilaku tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan nyawa pengendara itu sendiri, mengingat kecelakaan lalu lintas dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi sebelumnya.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono. Melalui Kasatlantas Polres Lamandau, AKP Susanto. Menegaskan bahwa saat ini sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk disiplin dan tertib berlalu lintas.
“Salah satu poin utama yang ditekankan adalah kewajiban menggunakan helm bagi setiap pengendara maupun penumpang sepeda motor,” ujar AKP Susanto.
Dalam keterangannya, AKP Susanto mengingatkan masyarakat bahwa fungsi utama helm bukanlah untuk menghindari razia atau sanksi dari pihak Kepolisian.
“Helm digunakan bukan karena ada polisi atau takut ditindak. Helm dipakai untuk melindungi diri sendiri. Risiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja, dan kepala merupakan bagian vital yang harus dilindungi,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian berharap agar penggunaan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI) tidak lagi dianggap sebagai beban, melainkan harus sudah menjadi budaya dalam berkendara sehari-hari. Standarisasi ini penting untuk memastikan tingkat perlindungan yang maksimal bagi kepala saat terjadi benturan yang tidak diinginkan.
Menutup arahannya, AKP Susanto menekankan bahwa keselamatan di jalan raya tidak boleh bergantung pada ada atau tidaknya pengawasan dari petugas di lapangan.
“Keselamatan tidak bergantung pada ada atau tidaknya pengawasan, melainkan pada kesadaran masing-masing pengendara,” pungkasnya. (bib)


