PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) Melawan kembali menggelar aksi unjuk rasa menuntut keseriusan pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, Selasa (1/9/2026).
Aksi tersebut digelar di depan gerbang Kantor Gubernur Kalteng dan merupakan aksi lanjutan yang dilakukan sehari sebelumnya. Puluhan massa tampak berkumpul di depan gerbang kantor tersebut.
Salah satu demonstran mengatakan, aksi digelar sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap kondisi karhutla dan kabut asap yang terjadi.
“Kami disini hadir atas dasar keresahan, Kami tidak ada yang anarkis,kami menyampaikan aspirasi,” ujar salah satu demonstran di tengah aksi.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyoroti bencana kabut asap di Kalteng yang dinilai terjadi secara berulang dari waktu ke waktu.
“Kami ke sini ingin bertemu dengan gubernur Kalimantan Tengah, bukan untuk anarksi di sini,” serunya.
Pantauan di lapangan, aksi masih berlangsung dan massa menunggu kehadiran gubernur.
Massa juga menggunakan tali pembatas berwarna biru sebagai antisipasi dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi aksi. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Aliansi Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) Melawan kembali menggelar aksi unjuk rasa menuntut keseriusan pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, Selasa (1/9/2026).
Aksi tersebut digelar di depan gerbang Kantor Gubernur Kalteng dan merupakan aksi lanjutan yang dilakukan sehari sebelumnya. Puluhan massa tampak berkumpul di depan gerbang kantor tersebut.
Salah satu demonstran mengatakan, aksi digelar sebagai bentuk keresahan masyarakat terhadap kondisi karhutla dan kabut asap yang terjadi.
“Kami disini hadir atas dasar keresahan, Kami tidak ada yang anarkis,kami menyampaikan aspirasi,” ujar salah satu demonstran di tengah aksi.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyoroti bencana kabut asap di Kalteng yang dinilai terjadi secara berulang dari waktu ke waktu.
“Kami ke sini ingin bertemu dengan gubernur Kalimantan Tengah, bukan untuk anarksi di sini,” serunya.
Pantauan di lapangan, aksi masih berlangsung dan massa menunggu kehadiran gubernur.
Massa juga menggunakan tali pembatas berwarna biru sebagai antisipasi dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi aksi. (jef)