MUARA
TEWEH –
Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kalteng mengakui, produksi
jagung di Barito Utara (Batara) merupakan yang tertinggi di Bumi Tambun Bungai.
Karena itu, APDESI Kalteng ikut berperan memperkuat swasembada jagung yang
berhasil dilakukan Pemkab Batara.
Hal itu disampaikan
Ketua APDESI Kalteng, Ferly H Sangen usai bertemu Bupati Barito Utara
Nadalsyah, akhir pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Ferly didampingi Ketua APDESI
Batara, Akhmad Junaid dan pengurus lainnya. “Kami men-support untuk pemasaran
jagung hingga memasukan bibit, pupuk maupun obat-obatan,†kata Ferly.
Selebihnya, menurut dia,
dalam waktu dekat, pihaknya mengoperasikan pengering jagung, bekerja sama
dengan Pabrik Java. Mesin ini dioperasikan bagi Desa Baturaya I dan Baturaya II
serta desa sekitarnya.
“Kita tahu Barito Utara
merupakan sentral jagung di Kalteng. Kami juga berencana menanam jagung di
lahan seluas 4.000 hektare,†ungkapnya diamini Akhmad Junaid yang datang
bersama Kades Baturaya I Sehat, Kades Kandui Pujian, Kades Sikui Saperani dan
Kades Trinsing Heri Mansupardi.
Sementara Bupati
Nadalsyah menyambut baik tekat APDESI memperkuat produksi jagung di Barito
Utara. “Saya sangat
mengapresiasi adanya program APDESI. Hal ini dapat membantu pemerintah daerah
untuk perluasan lahan jagung dengan target 53 ribu hektare,†tegasnya.
Koyem—sapaan akrab Nadalsyah menyampaikan, Barito
Utara memang dikenal luas sebagai salah satu kabupaten penghasil jagung hybrida
yang ada di Kalteng maupun Kalsel. Tanaman jagung itu seluas 16.150 hektare
lebih. Lokasi penanaman jagung tersebar di enam kecamatan. Meliputi Kecamatan
Teweh Tengah, Teweh Timur, Gunung Purei, Teweh Baru, Lahei dan Kecamatan Gunung
Timang.