27.3 C
Jakarta
Monday, March 4, 2024

Ingin Jadi Pusat Rujukan DAS Barito, RSUD Muara Teweh Disurvei Akredit

MUARA TEWEH- Tim survey dari Komisi
Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan Surveior dr Bernadette Eka A Wahjoeni M
Kes melakukan survei penilaian akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara
Teweh, selama dua hari berturut turut mulai 18-19 Juli 2019. 

Akreditasi Verifikasi ke-2 program khusus
diibuka secara resmi oleh Bupati Barito Utara (Batara) H Nadalsyah, dihadiri
oleh Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekretaris Daerah H Jainal Abidin,
Staff Ahli Bupati, para kepala perangkat daerah, direktur RSUD Muara Teweh,
perwakilan unsur FKPD, dan jajaran pegawai RSUD Muara Teweh di Sekretariat
Akreditasi Lantai 3 RSUD, Kamis (18/7).

Dalam sambutannya Nadalsyah mengatakan, RSUD
Muara Teweh merupakan satu-satunya rumah sakit yang berada di ruang lingkup
Kabupaten Batara.

Baca Juga :  528 Nakes dari Total 2.193 Orang Sudah Divaksinasi

Oleh sebab itu, kata dia, RSUD Muara Teweh
menjadi tempat rujukan bagi seluruh masyarakat Batara yang ingin mendapatkan
pelayanan kesehatan lebih lanjut. Tak hanya bagi masyarakat Batara, harapnya,
pemerintah daerah juga memiliki mimpi besar untuk menjadikan RSUD Muara Teweh
sebagai pusat rujukan untuk wilayah DAS Barito. 

“Mimpi kami, di tahun 2021 seluruh bangunan
rumah sakit dapat diselesaikan. Nantinya bukan hanya sebagai rujukan, tetapi
dapat menjadi terkenal dan memiliki dokter spesialis yang terbaik,” harap
Nadalsyah.

Direktur RSUD Muara Teweh, drg Dwi Agus
Setijowati menyampaikan, bahwa RSUD Muara Teweh yang dibangun pada tahun 1976
dengan luas lahan 70.000 m², merupakan UPT dari Dinas Kesehatan. RSUD Muara
Teweh sebagai rujukan regional bertipe kelas C. Berdasarkan review tahun 2018,
tetap pada kelas C. “Di Kalimantan Tengah, ada 5 rumah sakit yang mengalami
penurunan menjadi kelas D,” jelas Dwi Agus. (dad/ram)

Baca Juga :  Selama Ramadan, Penyesuaian Jam Kerja bagi ASN

 

 

MUARA TEWEH- Tim survey dari Komisi
Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan Surveior dr Bernadette Eka A Wahjoeni M
Kes melakukan survei penilaian akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara
Teweh, selama dua hari berturut turut mulai 18-19 Juli 2019. 

Akreditasi Verifikasi ke-2 program khusus
diibuka secara resmi oleh Bupati Barito Utara (Batara) H Nadalsyah, dihadiri
oleh Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekretaris Daerah H Jainal Abidin,
Staff Ahli Bupati, para kepala perangkat daerah, direktur RSUD Muara Teweh,
perwakilan unsur FKPD, dan jajaran pegawai RSUD Muara Teweh di Sekretariat
Akreditasi Lantai 3 RSUD, Kamis (18/7).

Dalam sambutannya Nadalsyah mengatakan, RSUD
Muara Teweh merupakan satu-satunya rumah sakit yang berada di ruang lingkup
Kabupaten Batara.

Baca Juga :  528 Nakes dari Total 2.193 Orang Sudah Divaksinasi

Oleh sebab itu, kata dia, RSUD Muara Teweh
menjadi tempat rujukan bagi seluruh masyarakat Batara yang ingin mendapatkan
pelayanan kesehatan lebih lanjut. Tak hanya bagi masyarakat Batara, harapnya,
pemerintah daerah juga memiliki mimpi besar untuk menjadikan RSUD Muara Teweh
sebagai pusat rujukan untuk wilayah DAS Barito. 

“Mimpi kami, di tahun 2021 seluruh bangunan
rumah sakit dapat diselesaikan. Nantinya bukan hanya sebagai rujukan, tetapi
dapat menjadi terkenal dan memiliki dokter spesialis yang terbaik,” harap
Nadalsyah.

Direktur RSUD Muara Teweh, drg Dwi Agus
Setijowati menyampaikan, bahwa RSUD Muara Teweh yang dibangun pada tahun 1976
dengan luas lahan 70.000 m², merupakan UPT dari Dinas Kesehatan. RSUD Muara
Teweh sebagai rujukan regional bertipe kelas C. Berdasarkan review tahun 2018,
tetap pada kelas C. “Di Kalimantan Tengah, ada 5 rumah sakit yang mengalami
penurunan menjadi kelas D,” jelas Dwi Agus. (dad/ram)

Baca Juga :  Selama Ramadan, Penyesuaian Jam Kerja bagi ASN

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru