25.6 C
Jakarta
Thursday, June 13, 2024
spot_img

Semangat Bocah Korban Luapan Sungai Katingan, Terobos Banjir Untuk Dap

KASONGAN, KALTENGPOS.CO – Seorang bocah perempuan korban banjir
semangat membawa sebuah kardus mie instan hasil diberi oleh instansi terkait
atas bantuan sosial yang mereka gelar, Rabu (16/9/2020).

Zahra, anak perempuan warga
Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, tersebut
bersama ibu dan adiknya menghampiri petugas dari Polda Kalimantan Tengah
(Kalteng) saat pembagian bantuan sosial warga terdampak banjir di wilayahnya.

Ia, ibu dan adiknya yang masih
bayi harus berjalan menerobos air dengan kedalaman lutut orang dewasa dari
Posko sejauh 300 meter ke daratan yang tak tegenang banjir.

Wajahnya yang polos tersebut
nampak mengeluh kepada ibunya saat mengangkat sekardus mie instan yang
dirasanya berat.  Walaupun begitu,
perasaan senang atas bantuan yang diberikan sedikit mengurangi beban yang ada
pada bocah tersebut.

Baca Juga :  Diskominfo Siap Bersinergi dengan Polisi

Hal itu merupakan gambaran kecil
dari peristiwa terdampaknya warga setempat lantaran luapan aliran sungai
Katingan. Tak hanya Zahra, tentunya masih banyak warga yang lumpuh kehidupan
sosial serta perekonomiannya akibat banjir tersebut.

Ratna (35), ibu dari Zahra
mengaku ia dan keluarganya terpaksa mengungsi di posko bawah jembatan Katingan
usai rumahnya terendam air hingga ketinggian 2 meter.

Sebelum mengungsi, Mereka
sekeluarga bersama warga setempat sebelumnya pernah bermalam di musholla
setempat. Namun air yang semakin tinggi membuat warga harus dipindahkan ke
posko banjir. “Sudah satu mingguan kami ada di posko. Sebelumnya mengungsi
di musholla Darussalam itu, akhirnya pindag ke posko karena airnya masuk
musholla,” katanya sambil menggendong si buah hati.

Baca Juga :  Pastikan Tutup, Polisi Jaga Objek Wisata di Palangka Raya

Untuk saat ini dirinya mengaku
pasrah dan kebahagiaannya semata-mata bisa berkumpul dengan keluarga. Sementara
barang-barangnya yang ada dirumah terendam air. Sementara ini, dirinya mengaku
belum didata ataupun diberikan bantuan oleh Pemerintah setempat. Namun petugas
mengajak warga untuk pindah ke posko banjir demi keselamatan.

KASONGAN, KALTENGPOS.CO – Seorang bocah perempuan korban banjir
semangat membawa sebuah kardus mie instan hasil diberi oleh instansi terkait
atas bantuan sosial yang mereka gelar, Rabu (16/9/2020).

Zahra, anak perempuan warga
Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, tersebut
bersama ibu dan adiknya menghampiri petugas dari Polda Kalimantan Tengah
(Kalteng) saat pembagian bantuan sosial warga terdampak banjir di wilayahnya.

Ia, ibu dan adiknya yang masih
bayi harus berjalan menerobos air dengan kedalaman lutut orang dewasa dari
Posko sejauh 300 meter ke daratan yang tak tegenang banjir.

Wajahnya yang polos tersebut
nampak mengeluh kepada ibunya saat mengangkat sekardus mie instan yang
dirasanya berat.  Walaupun begitu,
perasaan senang atas bantuan yang diberikan sedikit mengurangi beban yang ada
pada bocah tersebut.

Baca Juga :  Diskominfo Siap Bersinergi dengan Polisi

Hal itu merupakan gambaran kecil
dari peristiwa terdampaknya warga setempat lantaran luapan aliran sungai
Katingan. Tak hanya Zahra, tentunya masih banyak warga yang lumpuh kehidupan
sosial serta perekonomiannya akibat banjir tersebut.

Ratna (35), ibu dari Zahra
mengaku ia dan keluarganya terpaksa mengungsi di posko bawah jembatan Katingan
usai rumahnya terendam air hingga ketinggian 2 meter.

Sebelum mengungsi, Mereka
sekeluarga bersama warga setempat sebelumnya pernah bermalam di musholla
setempat. Namun air yang semakin tinggi membuat warga harus dipindahkan ke
posko banjir. “Sudah satu mingguan kami ada di posko. Sebelumnya mengungsi
di musholla Darussalam itu, akhirnya pindag ke posko karena airnya masuk
musholla,” katanya sambil menggendong si buah hati.

Baca Juga :  Pastikan Tutup, Polisi Jaga Objek Wisata di Palangka Raya

Untuk saat ini dirinya mengaku
pasrah dan kebahagiaannya semata-mata bisa berkumpul dengan keluarga. Sementara
barang-barangnya yang ada dirumah terendam air. Sementara ini, dirinya mengaku
belum didata ataupun diberikan bantuan oleh Pemerintah setempat. Namun petugas
mengajak warga untuk pindah ke posko banjir demi keselamatan.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru