33.4 C
Jakarta
Friday, June 21, 2024
spot_img

Divaksinasi Kedua, SHD Mengaku Pegal Usai Disuntik

SAMPIT,
PROKALTENG.CO
-Selang
14 hari setelah menerima suntikan vaksIn Covid-19 dosis pertama, Bupati
Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menerima dosis kedua yang dilaksanakan
di rumah pribadinya Jalan Caman Sampit, Rabu (10/2).  

Setelah suntikan vaksin
Covid-19 yang pertama, sekarang (hari ini, Red) saya mendapatkan suntikan
vaksin yang kedua. Suntikannya terasa pegal,” kata Supian Hadi.

Usai divaksinasi, orang
nomor satu di Kotim langsung mengecek infrastruktur di Kecamatan Teluk Sampit
menggunakan motor trail.

“Reaksi usai di vaksin
tidak ada, hanya sewaktu habis disuntik terasa pegal,” kata Supian Hadi.

Dikatakannya, dia
melakukan perjalanan menggunakan motor trail tersebut, sebagai upaya memastikan
vaksin Covid-19 tidak berbahaya.

Baca Juga :  Gelar Rapat Kerja, MUI Kalteng Hasilkan Tiga Program Prioritas 2021

“Vaksin kedua ini sama
seperti yang pertama, dan tidak berbahaya. Saya sudah merasakannya sendiri,”
terang pria itu akrab dipanggil SHD. 

Sementara itu, Kepala
Dinas Kesehatan Kotim, dr Faisal N Cahyanto, mengungkapkan, pemberian suntikan
vaksin kedua bertujuan menguatkan respons imun yang telah terbentuk sebelumnya.

“Dua dosis suntikan ini
akan memicu respons antibodi yang lebih optimal dan lebih efektif di masa
datang,” tuturnya.

SAMPIT,
PROKALTENG.CO
-Selang
14 hari setelah menerima suntikan vaksIn Covid-19 dosis pertama, Bupati
Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi menerima dosis kedua yang dilaksanakan
di rumah pribadinya Jalan Caman Sampit, Rabu (10/2).  

Setelah suntikan vaksin
Covid-19 yang pertama, sekarang (hari ini, Red) saya mendapatkan suntikan
vaksin yang kedua. Suntikannya terasa pegal,” kata Supian Hadi.

Usai divaksinasi, orang
nomor satu di Kotim langsung mengecek infrastruktur di Kecamatan Teluk Sampit
menggunakan motor trail.

“Reaksi usai di vaksin
tidak ada, hanya sewaktu habis disuntik terasa pegal,” kata Supian Hadi.

Dikatakannya, dia
melakukan perjalanan menggunakan motor trail tersebut, sebagai upaya memastikan
vaksin Covid-19 tidak berbahaya.

Baca Juga :  Gelar Rapat Kerja, MUI Kalteng Hasilkan Tiga Program Prioritas 2021

“Vaksin kedua ini sama
seperti yang pertama, dan tidak berbahaya. Saya sudah merasakannya sendiri,”
terang pria itu akrab dipanggil SHD. 

Sementara itu, Kepala
Dinas Kesehatan Kotim, dr Faisal N Cahyanto, mengungkapkan, pemberian suntikan
vaksin kedua bertujuan menguatkan respons imun yang telah terbentuk sebelumnya.

“Dua dosis suntikan ini
akan memicu respons antibodi yang lebih optimal dan lebih efektif di masa
datang,” tuturnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru