NANGA BULIK, PROKALTENG.CO -Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Lamandau belakangan ini menunjukkan tren yang tidak menentu, dengan perubahan suhu yang drastis antara panas terik dan hujan mendadak.
Berdasarkan rilis informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau mengonfirmasi bahwa wilayah tersebut saat ini masih berada dalam periode musim penghujan.
Dinamika atmosfer-laut pada Dasarian II Desember 2025 menunjukkan bahwa indeks Indian Ocean Dipole (IOD) berada di angka -0.22. Angka ini mengindikasikan bahwa fenomena IOD Negatif mulai meluruh menuju kondisi Netral.
Para ahli memprediksi bahwa status IOD akan sepenuhnya kembali ke kondisi Netral pada penghujung Desember 2025, yang memengaruhi pola distribusi uap air di wilayah Indonesia.
Di sisi lain, anomali suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature) pada zona Nino3.4 menunjukkan indeks sebesar -0.67. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa fenomena La Nina dengan intensitas lemah masih berlangsung. Fenomena ini diprediksi akan terus bertahan dan memberikan pengaruh pada curah hujan di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, hingga awal tahun 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel membenarkan situasi tersebut dan terus memantau perkembangan cuaca secara intensif. Ia menuturkan bahwa hampir seluruh wilayah di Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Lamandau.
“Berdasarkan informasi BMKG, seluruh Kalimantan Tengah termasuk Lamandau sedang memasuki musim penghujan. Untuk prakiraan cuaca tanggal 7 hingga 8 Januari 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di hampir seluruh kabupaten, termasuk Sukamara dan Lamandau,” ujar Hendikel saat memberikan keterangan, Kamis (8/1).
Dia menjelaskan mengenai Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT) untuk Dasarian I Januari 2026 yang berlaku sejak tanggal 1 hingga 10 Januari. Pihaknya mencatat adanya kategori kewaspadaan yang bervariasi, mulai dari status Waspada, Siaga, hingga Awas, yang berpotensi terjadi di wilayah-wilayah tertentu sesuai dengan analisis kerawanan bencana.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat awan mendung mulai menyelimuti wilayah mereka.
“Masyarakat diimbau apabila hujan turun gunakan alat pelindung diri dan penghindaran area terbuka saat terjadi petir atau angin kencang sangat disarankan demi menjaga keselamatan diri dan keluarga,” katanya.
Hendikel memberikan perhatian khusus bagi warga yang bermukim di dataran rendah atau pinggiran Sungai Lamandau.
“Kami meminta orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di tepi sungai. Jika terjadi kondisi darurat atau hal-hal yang tidak diinginkan, segera hubungi kantor BPBD Kabupaten Lamandau agar bisa segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (bib)


