PALANGKA RAYA,PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya mengizinkan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Izin uji coba PTM terbatas tersebut, termuat dalam Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 420/568/870.Um.Peg/IX/2021.Uji Coba PTM Terbatas pun diizinkan beriringan dengan ditetapkannya Kota Palangka Raya turun level dalam Penerapan PPKM dari level 4 ke level 3.
Akan tetapi hingga saat ini , sejak diterbitkan surat edaran tersebut sejak tanggal 21 September tersebut, belum ada SD dan SMP di Kota Palangka Raya yang melaksanakan simulasi PTM Terbatas tersebut.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya , Muhammad Aswani mengatakan, pelaksanaan simulasi PTM terbatas untuk tingkat SMP, tingkat Sekolah yang dibidangi oleh dirinya tersebut masih fokus untuk pelaksanaan ANBK.
“Jadi untuk pelaksanaan simulasi PTM terbatas dalam minggu ini masih belum ada pelaksanaan untuk simulasi, tapi pelaksanaan ANBK ini saya pesankan kepada kepala Sekolah jenjang SMP termasuk juga sebagai salah satu simulasi untuk PTM terbatas, walau pelaksnaan ANBK hanya 45siswa”ungkap Aswani. Senin (4/10)
Sementara itu,di tingkat Sekolah Dasar (SD), Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Era Wahyu Ningsih mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu keputusan dari Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Palangka Raya.
Dia bilang, rekomendasi Sekolah yang sudah siap melaksanakan simulasi PTM terbatas, pihaknya sudah menyampaikan rekomendasi ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palangka Raya.
“Kami masih menunggu keputusan dari Tim Satgas Covid 19 Kota Palangka Raya,Rekomendasi sekolah yang sudah siap sudah kami sampaikan ke BPBD Kota Palangka Raya”ungkapnya.
Seperti diketahui, pelaksanaan Simulasi PTM Terbatas di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Palangka Raya sudah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.
Seperti di SMK 3 Kota Palangka Raya, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kota Palangka Raya, Sri Sundari menyakini sekolah yang dipimpinnya telah memenuhi standar untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
"Berdasarkan hasil simulasi kita tadi. Fasilitas-fasilitas protokol kesehatan telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan," katanya , Rabu (29/9).
Sri menjelaskan, kesiapan fasilitas protokol kesehatan pada salah satu sekolah kejuruan negeri di Kota Palangka Raya tersebut memang telah disiapkan jauh-jauh hari sebelum simulasi PTM terbatas dilaksanakan.
Menurutnya, yang masih menjadi kendala saat ini adalah masih sulitnya mengatur para siswa yang datang, agar dapat menjaga jarak aman sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Memang saat simulasi tadi ada beberapa kendala yang masih belum bisa maksimal. Seperti misalnya masih adanya siswa yang belum menjaga jarak sebelum memasuki kelasnya," jelasnya.
Sri mengungkapkan, pihaknya telah membentuk tim Satuan Tugas Covid-19 lingkup sekolah untuk memaksimalkan penanganan dan antisipasi penularan virus korona di lingkungan sekolah
Dalam pelaksanaannya, tim Satuan Tugas Covid-19 lingkup sekolah akan melaksanakan pemantauan terhadap aktivitas siswa dan warga sekolah lainnya, agar menjalan protokol kesehatan secara ketat.
"Jadi tim Satuan Tugas Covid-19 yang berasal dari para guru-guru itu, akan melakukan pengawasan. Jika ada yang tidak tahap protokol kesehatan, mereka yang akan menegur. Ini kita lakukan agar tidak muncul klaster saat PTM terbatas berlangsung," pungkasnya.