26.5 C
Jakarta
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Beri Kelonggaran ibadah Salat Berjamaah, Wagub : Harus Perhatikan Prot

PALANGLA RAYA – Wakil Gubernur Kalteng Habib
Ismail bin Yahya meminta pemerintah kabuapten/kota, pengurus masjid, dan jamaah
harus disiplin dan memperhatikan protokol kesehatan, dengan dilonggarkannya
pelaksanaan ibadah salat Jumat berjamaah di Majid. Itu penting, agar jamaah
masjid yang melaksanakan salat berjamaah dapat tenang dan khusuk serta tidak
menjadi wadah penuluran baru covid-19.

Itu disampaikan Wakil Gubernur Habib Ismail
bin Yahya saat menghadiri rapat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito
Utara bersama pengurus masjid, terkait pelaksanaan ibadah salat Jumat berjamaah
di Masjid. Pasalnya, Pemkab Barito Utara mulai melonggarkan aturan terkait
larangan sementara salat Jumat di masjid.

“Kita mengapresiasi Pemkab Barut yang
memberikan kelonggaran untuk melaksanakan ibadah salat berjamaah, khsususnya
salat Jumat. Sebab, di Barut wabah covid-19 juga dapat diantisipasi dengan baik,
sehingga penyebaran dapat ditekan,” ucap Wakil Gubernur Habib Ismail bin
Yahya.

Baca Juga :  Ajak Umat Refleksikan Diri dan Melakukan Perbaikan

Dia mengingatkan, walau pemerintah telah
melonggarkan aturan pelaksanaan salat Jumat saat pandemi corona. Namun,
masyarakat khususnya pengurus dan jamaah masjid agar disiplin terhadap protokol
kesehatan mencegah penyebaran wabah covid-19.

“Kita harus disiplin dan taat terhadap
protokol kesehatan. Jangan sampai kita jamaah atau masjadi menjadi tempat
penularan baru. Karena itu, saya ingatkan agar kita pengurus dan jamaah masjid
disiplin terhadap protokol kesehatan. Harus selalu gunakan masker, cuci tangan
dengan sabun, tidak bersalaman dulu, membawa sejadah masing-masing, jaga jarak,
dan masjid harus selalu dibersihkan. Dan upayakan setiap masjid harus ada alat
pengukur suhu tubuh.  Dan lagi jamaah
memang warga lingkungan sekitar masjid atau wilayah tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Warga Diimbau Jaga Habitat Ikan Sapan

Menurut Mantan anggota
DPD RI ini, dia harus mengingatkan karena masih banyak masyarakat yang kurang
disiplin, sehingga rawan terkena wabah. “Anjuran pemerintah harus dilaksanakan
dan pemerintah daerah juga memberikan arahan dan bimbingan serta memberikan
pemahaman kepada warganya. Dan memang alhamdulillah untuk Barut masih
terkendali dan saya sangat mengapresiasi pemerintah daerah,” pungkasnya. 

PALANGLA RAYA – Wakil Gubernur Kalteng Habib
Ismail bin Yahya meminta pemerintah kabuapten/kota, pengurus masjid, dan jamaah
harus disiplin dan memperhatikan protokol kesehatan, dengan dilonggarkannya
pelaksanaan ibadah salat Jumat berjamaah di Majid. Itu penting, agar jamaah
masjid yang melaksanakan salat berjamaah dapat tenang dan khusuk serta tidak
menjadi wadah penuluran baru covid-19.

Itu disampaikan Wakil Gubernur Habib Ismail
bin Yahya saat menghadiri rapat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito
Utara bersama pengurus masjid, terkait pelaksanaan ibadah salat Jumat berjamaah
di Masjid. Pasalnya, Pemkab Barito Utara mulai melonggarkan aturan terkait
larangan sementara salat Jumat di masjid.

“Kita mengapresiasi Pemkab Barut yang
memberikan kelonggaran untuk melaksanakan ibadah salat berjamaah, khsususnya
salat Jumat. Sebab, di Barut wabah covid-19 juga dapat diantisipasi dengan baik,
sehingga penyebaran dapat ditekan,” ucap Wakil Gubernur Habib Ismail bin
Yahya.

Baca Juga :  Ajak Umat Refleksikan Diri dan Melakukan Perbaikan

Dia mengingatkan, walau pemerintah telah
melonggarkan aturan pelaksanaan salat Jumat saat pandemi corona. Namun,
masyarakat khususnya pengurus dan jamaah masjid agar disiplin terhadap protokol
kesehatan mencegah penyebaran wabah covid-19.

“Kita harus disiplin dan taat terhadap
protokol kesehatan. Jangan sampai kita jamaah atau masjadi menjadi tempat
penularan baru. Karena itu, saya ingatkan agar kita pengurus dan jamaah masjid
disiplin terhadap protokol kesehatan. Harus selalu gunakan masker, cuci tangan
dengan sabun, tidak bersalaman dulu, membawa sejadah masing-masing, jaga jarak,
dan masjid harus selalu dibersihkan. Dan upayakan setiap masjid harus ada alat
pengukur suhu tubuh.  Dan lagi jamaah
memang warga lingkungan sekitar masjid atau wilayah tersebut,” ucapnya.

Baca Juga :  Warga Diimbau Jaga Habitat Ikan Sapan

Menurut Mantan anggota
DPD RI ini, dia harus mengingatkan karena masih banyak masyarakat yang kurang
disiplin, sehingga rawan terkena wabah. “Anjuran pemerintah harus dilaksanakan
dan pemerintah daerah juga memberikan arahan dan bimbingan serta memberikan
pemahaman kepada warganya. Dan memang alhamdulillah untuk Barut masih
terkendali dan saya sangat mengapresiasi pemerintah daerah,” pungkasnya. 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru