3 Helikopter Jepang Tuntaskan Misi Pemadaman Karhutla di Kalbar

PROKALTENG.CO-Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi memerintahkan Pasukan Bela Diri Jepang mengakhiri operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Misi tersebut menjadi operasi pertama Pasukan Bela Diri Jepang di luar negeri. Operasi bantuan bencana itu dimulai pada 16 September dengan mengerahkan tiga helikopter CH-47.

Tiga Helikopter Jepang Lakukan Lebih dari 40 Operasi

Koizumi mengatakan tiga helikopter tersebut telah melakukan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran dari udara hingga Senin (28/9).

Dalam operasi tersebut, helikopter menjatuhkan sekitar 220 ton air untuk membantu memadamkan kebakaran.

Indonesia kemudian menyampaikan kepada Jepang bahwa operasi Pasukan Bela Diri telah membantu mencegah penyebaran kebakaran hutan.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan dapat menangani respons selanjutnya terhadap kebakaran.

Electronic money exchangers listing

Jepang Ingin Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Koizumi mengatakan Jepang ingin memanfaatkan kerja sama dalam operasi tersebut untuk memperkuat hubungan pertahanan dengan Indonesia.

Baca Juga :  Dua Hari Tak Terlihat, Eh Ditemukan Tewas Membusuk

“Kementerian Pertahanan dan Pasukan Bela Diri ingin memperdalam kerja sama pertahanan dengan Indonesia, berdasarkan kepercayaan yang telah dibangun” dari operasi tersebut, ujarnya dalam konferensi pers, Selasa.

Misi tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan yang diperluas antara Jepang dan Indonesia.

Kapal Kunisaki Bawa Helikopter ke Kalbar

Tiga helikopter CH-47 dikirim menggunakan kapal angkut Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, Kunisaki.

Kapal kelas Osumi dengan bobot 8.900 ton itu berangkat dari pangkalan Pasukan Bela Diri Maritim di Kure, Prefektur Hiroshima, Jepang barat, pada 30 Agustus.

Kunisaki kemudian tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September.

Operasi Dipusatkan di Ketapang

Operasi pemadaman udara oleh helikopter CH-47 Jepang antara lain berlangsung di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran water bombing adalah Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Helikopter Jepang juga melakukan pemadaman di wilayah Kecamatan Kendawangan.

Baca Juga :  Satu Korban Helikopter BK117-D3 PK-RGH Dievakuasi dari Hutan di Tanah Bumbu

Bandara Rahadi Oesman Ketapang disiapkan untuk mendukung operasi tersebut, termasuk fasilitas runway dan apron untuk pemasangan bambi bucket sebelum helikopter melakukan water bombing.

Sebelumnya, dua helikopter CH-47 berada di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, sementara satu helikopter diposisikan bersama kapal JS Kunisaki di perairan lepas pantai Ketapang.

Kementerian Pertahanan Jepang menyebut operasi pemadaman dilakukan dari dua lokasi tersebut.

Misi Mengikuti Kesepakatan Pertahanan Indonesia-Jepang

Misi bantuan bencana tersebut mengikuti kesepakatan yang ditandatangani Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada Mei.

Kesepakatan tersebut mencakup perluasan kerja sama pertahanan, termasuk pelatihan bersama dan operasi bantuan bencana.

Pengakhiran operasi Pasukan Bela Diri Jepang dilakukan setelah Indonesia menyampaikan bahwa penanganan kebakaran selanjutnya dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia.(jpg)

PROKALTENG.CO-Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi memerintahkan Pasukan Bela Diri Jepang mengakhiri operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Misi tersebut menjadi operasi pertama Pasukan Bela Diri Jepang di luar negeri. Operasi bantuan bencana itu dimulai pada 16 September dengan mengerahkan tiga helikopter CH-47.

Tiga Helikopter Jepang Lakukan Lebih dari 40 Operasi

Electronic money exchangers listing

Koizumi mengatakan tiga helikopter tersebut telah melakukan lebih dari 40 kali operasi pemadaman kebakaran dari udara hingga Senin (28/9).

Dalam operasi tersebut, helikopter menjatuhkan sekitar 220 ton air untuk membantu memadamkan kebakaran.

Indonesia kemudian menyampaikan kepada Jepang bahwa operasi Pasukan Bela Diri telah membantu mencegah penyebaran kebakaran hutan.

Pemerintah Indonesia juga menyatakan dapat menangani respons selanjutnya terhadap kebakaran.

Jepang Ingin Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Koizumi mengatakan Jepang ingin memanfaatkan kerja sama dalam operasi tersebut untuk memperkuat hubungan pertahanan dengan Indonesia.

Baca Juga :  Dua Hari Tak Terlihat, Eh Ditemukan Tewas Membusuk

“Kementerian Pertahanan dan Pasukan Bela Diri ingin memperdalam kerja sama pertahanan dengan Indonesia, berdasarkan kepercayaan yang telah dibangun” dari operasi tersebut, ujarnya dalam konferensi pers, Selasa.

Misi tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan yang diperluas antara Jepang dan Indonesia.

Kapal Kunisaki Bawa Helikopter ke Kalbar

Tiga helikopter CH-47 dikirim menggunakan kapal angkut Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, Kunisaki.

Kapal kelas Osumi dengan bobot 8.900 ton itu berangkat dari pangkalan Pasukan Bela Diri Maritim di Kure, Prefektur Hiroshima, Jepang barat, pada 30 Agustus.

Kunisaki kemudian tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September.

Operasi Dipusatkan di Ketapang

Operasi pemadaman udara oleh helikopter CH-47 Jepang antara lain berlangsung di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Salah satu lokasi yang menjadi sasaran water bombing adalah Desa Pagar Mentimun, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Helikopter Jepang juga melakukan pemadaman di wilayah Kecamatan Kendawangan.

Baca Juga :  Satu Korban Helikopter BK117-D3 PK-RGH Dievakuasi dari Hutan di Tanah Bumbu

Bandara Rahadi Oesman Ketapang disiapkan untuk mendukung operasi tersebut, termasuk fasilitas runway dan apron untuk pemasangan bambi bucket sebelum helikopter melakukan water bombing.

Sebelumnya, dua helikopter CH-47 berada di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, sementara satu helikopter diposisikan bersama kapal JS Kunisaki di perairan lepas pantai Ketapang.

Kementerian Pertahanan Jepang menyebut operasi pemadaman dilakukan dari dua lokasi tersebut.

Misi Mengikuti Kesepakatan Pertahanan Indonesia-Jepang

Misi bantuan bencana tersebut mengikuti kesepakatan yang ditandatangani Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada Mei.

Kesepakatan tersebut mencakup perluasan kerja sama pertahanan, termasuk pelatihan bersama dan operasi bantuan bencana.

Pengakhiran operasi Pasukan Bela Diri Jepang dilakukan setelah Indonesia menyampaikan bahwa penanganan kebakaran selanjutnya dapat dilakukan oleh pemerintah Indonesia.(jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru