PROKALTENG.CO-Bundaran Simpang Empat Banjarbaru terkunci total oleh lautan jemaah momen 5 Rajab yang sejak pagi terus berdatangan, Minggu (28/12/2025) sore.
Arus kendaraan nyaris lumpuh seiring jutaan jemaah mengikuti pengajian rutin yang dipusatkan di kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar.
Dari Banjarbaru, jemaah larut dalam suasana khusyuk menyimak rangkaian pengajian yang disiarkan langsung dari Mushala Ar Raudhah.
Lantunan syair dan doa mengalun melalui layar digital raksasa yang terpasang di enam penjuru kawasan.
Hujan ringan yang sempat turun tak menggoyahkan barisan jemaah. Mereka tetap bertahan, duduk dan berdiri berdesakan, mengikuti jalannya pengajian hingga menjelang Magrib.
Kepala Bin Opsnal Ditlantas Polda Kalsel, Abdul Rahman, mengatakan arus jemaah mulai memadati Banjarbaru sejak pukul 09.00 WITA dan terus meningkat hingga sore.
“Sejak pagi jemaah tidak henti-hentinya datang menuju Martapura. Alhamdulillah, kedisiplinan jemaah sangat baik dan mengikuti arahan panitia serta relawan,” ujarnya.
Ia menambahkan, akses kendaraan di Tugu Adipura Banjarbaru telah ditutup sejak sore sebagai bagian dari sterilisasi jalur menjelang dimulainya acara utama.
“Ketika Magrib tiba, acara sudah dimulai dan kawasan utama dinyatakan penuh,” terangnya.
Sesuai arahan Dirlantas M Fahri Siregar, kepolisian lebih dulu melakukan sterilisasi di gerbang terjauh. Arus lalu lintas menuju Martapura ditutup dari Bundaran Tugu 17 Mei Gambut hingga kawasan Bungur.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat arus balik jemaah dengan skema one way atau satu jalur.
Pengawalan arus balik difokuskan ke arah Banjarmasin, Jalan Mistar Cokrokusumo, serta jalur menuju kawasan Hulu Sungai.
Abdul Rahman mengimbau jemaah tetap mematuhi arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama.
Sebelumnya, Kapolda Kalsel Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan rekayasa lalu lintas satu jalur diberlakukan pada jam-jam rawan kepadatan untuk mengurai penumpukan jemaah usai puncak acara.
Untuk pengamanan dan pelayanan, Polda Kalsel menyiagakan sekitar 3.800 personel, lengkap dengan pos pengamanan, pos pelayanan, armada patroli, hingga dapur lapangan.
Pemantauan udara juga dilakukan, terutama di jalur alternatif yang terdampak genangan banjir. (jpg)


