30.7 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Dinilai Jadi Sarang Maksiat, Warung Jablay di Banjarbaru Bakal Dibongkar

PROKALTENG.CO-Temuan layanan “plus” berupa ruang karaoke beserta pendamping atau Lady Companion (LC) di warung jablay (warjab) di Jalan Trikora, disikapi serius oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Fakta lapangan hasil patroli rutin petugas Satpol-PP Banjarbaru tersebut jadi bahan utama yang dibahas dalam rapat kerja sejumlah SKPD terkait pada Selasa (7/11) tadi.

Dalam rapat tersebut disimpulkan bahwa keberadaan warjab yang memberikan layanan plus di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang dinilai sudah membuat resah masyarakat sekitar.

Lurah Landasan Ulin Tengah, Faisal Rizal mengungkapkan, pihaknya sudah sering mendapat keluhan dari masyarakat atas keberadaan warung jablay yang dinilai jadi sarang maksiat itu.

“Dari laporan warga, tokoh agama dan tokoh masyarakat, aktivitas mereka (warjab) itu sudah sangat mengganggu,” ungkap Faisal pada Radar Banjarmasin, Kamis (9/11) petang.

Sehingga wajar menurutnya jika pemko mengambil sikap tegas atas keluhan tersebut. Sebab jika dibiarkan, Faisal mengaku khawatir kedepannya bakal terjadi hal-hal negatif yang membahayakan. “Masyarakat berharap aktivitas mereka itu dapat ditindak tegas dari pihak yang berwenang,” ujarnya.

Baca Juga :  Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru

Faisal lantas menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat lintas SKPD, tindakan tegas yang ia maksud tersebut adalah berupa penertiban alias pembongkaran.

Namun, sebelum rencana itu dijalankan, ia diminta oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Banjarbaru untuk merampungkan data jumlah dan sebaran warjab yang jadi sasaran penertiban.

“Insya Allah dalam pekan ini juga pendataan itu selesai. Setelah itu pada Selasa (14/11) nanti pihak Disperkim mengeluarkan surat peringatan (SP) 1 kepada pemilik warung,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap ketika SP 1 sudah diterbitkan, setiap pemilik warung bisa memahami dan manut atas perintah yang tertulis di dalamnya. “Kami harap mereka bisa memahami dan segera membongkar bangunannya sendiri. Setelah itu berhenti melakukan aktivitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan kami,” harapnya.

Baca Juga :  TANGKAPAN BESAR...! 9 Kilo Sabu Asal Pontianak Gagal Beredar

Saat ditanya sejak kapan warjab mulai menjamur di kawasan tersebut, Faisal mengatakan, warung-warung itu mulai muncul pada akhir 2022. “Data terakhir kami pada awal 2023 lalu sudah ada sekitar 20 warung. Kalau sekarang kemungkinan besar jumlahnya bisa lebih banyak dari itu,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kepala Disperkim Banjarbaru, Rahmah Khairita membeberkan, warjab di Kelurahan Landasan Ulin Tengah merupakan pindahan dari warung di kawasan LIK yang dibongkar pada awal 2023 lalu.

Sebab, berdasarkan data yang masuk ke dinasnya, hampir semua warjab di tempat yang baru ini pengelolanya sama dengan yang dulu beraktivitas di lahan milik LIK, Kelurahan Landasan Ulin Selatan. “Setelah dibongkar, ternyata mereka banyak yang pindah lokasi ke Landasan Ulin Tengah,” ungkap Rahmah. (jpc)

PROKALTENG.CO-Temuan layanan “plus” berupa ruang karaoke beserta pendamping atau Lady Companion (LC) di warung jablay (warjab) di Jalan Trikora, disikapi serius oleh Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru.

Fakta lapangan hasil patroli rutin petugas Satpol-PP Banjarbaru tersebut jadi bahan utama yang dibahas dalam rapat kerja sejumlah SKPD terkait pada Selasa (7/11) tadi.

Dalam rapat tersebut disimpulkan bahwa keberadaan warjab yang memberikan layanan plus di Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang dinilai sudah membuat resah masyarakat sekitar.

Lurah Landasan Ulin Tengah, Faisal Rizal mengungkapkan, pihaknya sudah sering mendapat keluhan dari masyarakat atas keberadaan warung jablay yang dinilai jadi sarang maksiat itu.

“Dari laporan warga, tokoh agama dan tokoh masyarakat, aktivitas mereka (warjab) itu sudah sangat mengganggu,” ungkap Faisal pada Radar Banjarmasin, Kamis (9/11) petang.

Sehingga wajar menurutnya jika pemko mengambil sikap tegas atas keluhan tersebut. Sebab jika dibiarkan, Faisal mengaku khawatir kedepannya bakal terjadi hal-hal negatif yang membahayakan. “Masyarakat berharap aktivitas mereka itu dapat ditindak tegas dari pihak yang berwenang,” ujarnya.

Baca Juga :  Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru

Faisal lantas menjelaskan bahwa berdasarkan hasil rapat lintas SKPD, tindakan tegas yang ia maksud tersebut adalah berupa penertiban alias pembongkaran.

Namun, sebelum rencana itu dijalankan, ia diminta oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Banjarbaru untuk merampungkan data jumlah dan sebaran warjab yang jadi sasaran penertiban.

“Insya Allah dalam pekan ini juga pendataan itu selesai. Setelah itu pada Selasa (14/11) nanti pihak Disperkim mengeluarkan surat peringatan (SP) 1 kepada pemilik warung,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap ketika SP 1 sudah diterbitkan, setiap pemilik warung bisa memahami dan manut atas perintah yang tertulis di dalamnya. “Kami harap mereka bisa memahami dan segera membongkar bangunannya sendiri. Setelah itu berhenti melakukan aktivitas yang mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan kami,” harapnya.

Baca Juga :  TANGKAPAN BESAR...! 9 Kilo Sabu Asal Pontianak Gagal Beredar

Saat ditanya sejak kapan warjab mulai menjamur di kawasan tersebut, Faisal mengatakan, warung-warung itu mulai muncul pada akhir 2022. “Data terakhir kami pada awal 2023 lalu sudah ada sekitar 20 warung. Kalau sekarang kemungkinan besar jumlahnya bisa lebih banyak dari itu,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kepala Disperkim Banjarbaru, Rahmah Khairita membeberkan, warjab di Kelurahan Landasan Ulin Tengah merupakan pindahan dari warung di kawasan LIK yang dibongkar pada awal 2023 lalu.

Sebab, berdasarkan data yang masuk ke dinasnya, hampir semua warjab di tempat yang baru ini pengelolanya sama dengan yang dulu beraktivitas di lahan milik LIK, Kelurahan Landasan Ulin Selatan. “Setelah dibongkar, ternyata mereka banyak yang pindah lokasi ke Landasan Ulin Tengah,” ungkap Rahmah. (jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru