26.8 C
Jakarta
Friday, January 30, 2026

Miris! Satpam SMP di Luwu Utara Dianiaya Pelajar yang Bolos Sekolah

PROKALTENG.CO-Kasus penganiayaan terhadap seorang satpam sekolah di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik dan viral.

Korban berinisial AL, 28, dipukuli oleh siswa berinisial MY, 16, setelah menegur pelaku yang kedapatan bolos pelajaran.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (26/1) dan langsung viral setelah video korban berdarah beredar di media sosial.

Peristiwa ini bermula ketika guru bernama Arpan Lisman melakukan pengecekan kehadiran siswa di dalam kelas. Namun, ia hanya mendapati satu orang siswa.

Arpan kemudian berkeliling lingkungan sekolah untuk mencari siswa lainnya dan menemukan sejumlah siswa berada di depan kantor sekolah dengan jarak sekitar 100 meter dari kelas.

Saat diminta kembali ke kelas, para siswa tersebut justru melarikan diri, menyisakan satu siswa berinisial MY.

Baca Juga :  Tegas! Baik Kurir atau Bandar, Jika Barbuk Sabunya Besar Tuntutannya Hukuman Mati

Setelah kembali ke kelas, MY mendatangi korban dan menanyakan, “Kamu cari siapa?” Korban menjawab, “Saya cari kamu,” lalu secara refleks menendang bagian pantat AL.

Electronic money exchangers listing

Usai kejadian itu, Arpan pergi dan duduk di depan kantor sekolah bersama guru lain bernama Misdawadi.

Tak lama kemudian, MY kembali mendatangi korban sambil meneriakkan kata-kata kasar “Hai tailaso mau ko duet/singel”.

Saat korban mendekati AL, pelaku langsung melakukan pemukulan secara membabi buta.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada alis kanan yang menyebabkan pendarahan serta memar pada mata sebelah kanan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Kadek Andi Pradnyadana, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika satpam melakukan pengecekan kelas saat jam pelajaran berlangsung.

Baca Juga :  Kasus Asusila di Kotim, Pelaku Berusia 18 Tahun Ditahan

“Saat jam pembelajaran berlangsung, satpam mengecek kelas dan hanya menemukan satu siswa di dalam kelas. Saat mencari, ia menemukan beberapa siswa di depan kantor sekolah. Mengetahui kedatangan satpam, sebagian siswa melarikan diri, namun pelaku tetap bertahan,” ujarnya.

Video korban dengan wajah berlumuran darah sempat beredar luas di Instagram dan memicu simpati warganet.

Dalam rekaman, korban terlihat membersihkan darah di wajahnya menggunakan tisu. Polisi menegaskan bahwa korban adalah satpam sekolah, bukan guru seperti yang sempat beredar di informasi awal.

“Korban sudah membuat laporan ke Polres Luwu Utara. Satpam sekolah yang dianiaya oleh murid, dan kasus ini sedang kami tangani,” terang Iptu Kadek Andi. (net/nur/jpg)

 

PROKALTENG.CO-Kasus penganiayaan terhadap seorang satpam sekolah di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik dan viral.

Korban berinisial AL, 28, dipukuli oleh siswa berinisial MY, 16, setelah menegur pelaku yang kedapatan bolos pelajaran.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (26/1) dan langsung viral setelah video korban berdarah beredar di media sosial.

Electronic money exchangers listing

Peristiwa ini bermula ketika guru bernama Arpan Lisman melakukan pengecekan kehadiran siswa di dalam kelas. Namun, ia hanya mendapati satu orang siswa.

Arpan kemudian berkeliling lingkungan sekolah untuk mencari siswa lainnya dan menemukan sejumlah siswa berada di depan kantor sekolah dengan jarak sekitar 100 meter dari kelas.

Saat diminta kembali ke kelas, para siswa tersebut justru melarikan diri, menyisakan satu siswa berinisial MY.

Baca Juga :  Tegas! Baik Kurir atau Bandar, Jika Barbuk Sabunya Besar Tuntutannya Hukuman Mati

Setelah kembali ke kelas, MY mendatangi korban dan menanyakan, “Kamu cari siapa?” Korban menjawab, “Saya cari kamu,” lalu secara refleks menendang bagian pantat AL.

Usai kejadian itu, Arpan pergi dan duduk di depan kantor sekolah bersama guru lain bernama Misdawadi.

Tak lama kemudian, MY kembali mendatangi korban sambil meneriakkan kata-kata kasar “Hai tailaso mau ko duet/singel”.

Saat korban mendekati AL, pelaku langsung melakukan pemukulan secara membabi buta.
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka robek pada alis kanan yang menyebabkan pendarahan serta memar pada mata sebelah kanan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Kadek Andi Pradnyadana, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika satpam melakukan pengecekan kelas saat jam pelajaran berlangsung.

Baca Juga :  Kasus Asusila di Kotim, Pelaku Berusia 18 Tahun Ditahan

“Saat jam pembelajaran berlangsung, satpam mengecek kelas dan hanya menemukan satu siswa di dalam kelas. Saat mencari, ia menemukan beberapa siswa di depan kantor sekolah. Mengetahui kedatangan satpam, sebagian siswa melarikan diri, namun pelaku tetap bertahan,” ujarnya.

Video korban dengan wajah berlumuran darah sempat beredar luas di Instagram dan memicu simpati warganet.

Dalam rekaman, korban terlihat membersihkan darah di wajahnya menggunakan tisu. Polisi menegaskan bahwa korban adalah satpam sekolah, bukan guru seperti yang sempat beredar di informasi awal.

“Korban sudah membuat laporan ke Polres Luwu Utara. Satpam sekolah yang dianiaya oleh murid, dan kasus ini sedang kami tangani,” terang Iptu Kadek Andi. (net/nur/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/