25.8 C
Jakarta
Saturday, January 24, 2026

Ngeri! Diserang Tawon Vespa di Teras Rumah, Warga Palangka Raya Dikejar hingga 50 Meter

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Teror tawon vespa membuat seorang warga di Jalan Banteng XIII, Kota Palangka Raya, harus menahan nyeri semalaman. Tanpa disadari, sarang tawon vespa bersarang tepat di bawah atap teras rumahnya dan menyerang saat korban hendak menaikkan sepeda motor, Minggu (18/1/2026).

Insiden itu langsung ditangani Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya setelah menerima laporan warga. Petugas bergerak cepat mengevakuasi sarang tawon vespa yang dinilai membahayakan keselamatan penghuni rumah dan lingkungan sekitar.

Peristiwa bermula ketika korban berada di teras rumah. Tanpa peringatan, kawanan tawon vespa keluar dari sarang dan langsung mengerumuni bagian kepala korban. Panik dan merasa terancam, korban sempat menepis tawon dengan tangan, namun justru membuat serangan semakin brutal.

Baca Juga :  Selundupkan Ponsel di Celana Dalam, Pengunjung Lapas Ini Ketahuan Petugas

Korban kemudian berlari ke arah jalan untuk menyelamatkan diri. Meski sudah menjauh sekitar 50 meter dari rumah, kawanan tawon vespa tetap mengejar dan menyengat korban dua kali di kepala serta satu kali di bagian belakang tubuh.

“Korban mengalami sengatan cukup parah, sampai harus minum obat dan menahan rasa nyeri selama satu malam,” ujar petugas DPKP Kota Palangka Raya, Sucipto, saat dikonfirmasi.

Menurut Sucipto, kondisi korban berangsur membaik keesokan harinya dan dinyatakan sehat. Tak ingin kejadian serupa terulang, korban segera melaporkan keberadaan sarang tawon tersebut ke Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya.

Regu 3 Rescue DPKP pun diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi sarang tawon vespa memakan waktu sekitar satu jam dan berjalan aman tanpa korban tambahan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pelaku Pengrusakan Jembatan Robau Belum Terungkap, Polisi Intensifkan Penyelidikan

“Sarang tawon berhasil dievakuasi dengan aman. Kami mengimbau warga tidak mencoba menangani sarang tawon sendiri karena risikonya tinggi. Segera lapor agar bisa ditangani petugas,” tegas Sucipto. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Teror tawon vespa membuat seorang warga di Jalan Banteng XIII, Kota Palangka Raya, harus menahan nyeri semalaman. Tanpa disadari, sarang tawon vespa bersarang tepat di bawah atap teras rumahnya dan menyerang saat korban hendak menaikkan sepeda motor, Minggu (18/1/2026).

Insiden itu langsung ditangani Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya setelah menerima laporan warga. Petugas bergerak cepat mengevakuasi sarang tawon vespa yang dinilai membahayakan keselamatan penghuni rumah dan lingkungan sekitar.

Peristiwa bermula ketika korban berada di teras rumah. Tanpa peringatan, kawanan tawon vespa keluar dari sarang dan langsung mengerumuni bagian kepala korban. Panik dan merasa terancam, korban sempat menepis tawon dengan tangan, namun justru membuat serangan semakin brutal.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Selundupkan Ponsel di Celana Dalam, Pengunjung Lapas Ini Ketahuan Petugas

Korban kemudian berlari ke arah jalan untuk menyelamatkan diri. Meski sudah menjauh sekitar 50 meter dari rumah, kawanan tawon vespa tetap mengejar dan menyengat korban dua kali di kepala serta satu kali di bagian belakang tubuh.

“Korban mengalami sengatan cukup parah, sampai harus minum obat dan menahan rasa nyeri selama satu malam,” ujar petugas DPKP Kota Palangka Raya, Sucipto, saat dikonfirmasi.

Menurut Sucipto, kondisi korban berangsur membaik keesokan harinya dan dinyatakan sehat. Tak ingin kejadian serupa terulang, korban segera melaporkan keberadaan sarang tawon tersebut ke Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya.

Regu 3 Rescue DPKP pun diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi sarang tawon vespa memakan waktu sekitar satu jam dan berjalan aman tanpa korban tambahan.

Baca Juga :  Pelaku Pengrusakan Jembatan Robau Belum Terungkap, Polisi Intensifkan Penyelidikan

“Sarang tawon berhasil dievakuasi dengan aman. Kami mengimbau warga tidak mencoba menangani sarang tawon sendiri karena risikonya tinggi. Segera lapor agar bisa ditangani petugas,” tegas Sucipto. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru