Pelaku Pengrusakan Jembatan Robau Belum Terungkap, Polisi Intensifkan Penyelidikan

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Akses vital penghubung Desa Jemuat dan Desa Kina, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah terputus total akibat perusakan Jembatan Robau.
Peristiwa ini pun telah dilaporkan ke Polres Lamandau oleh Kepala Desa Jemuat, Kandar, Minggu siang (6/7/2025). Kini kasus tersebut tengah dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

Perusakan jembatan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal itu, mengakibatkan Desa Jemuat yang merupakan salah satu desa terpencil di Kabupaten Lamandau betul-betul terisolasi. Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jauh lebih sulit dan berbahaya untuk mobilitas keluar desa menuju kecamatan dan Kabupaten Lamandau.

“Kronologi kejadian bermula pada Selasa, 1 Juli 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.  Seorang warga yang hendak menuju Nanga Bulik menggunakan mobil mendapati Jembatan Robau, yang terletak dekat SMP Satap 3 Kina telah terbelah dua. Terlihat bekas potongan yang diduga dilakukan menggunakan chainsaw,” ungkap Kepala Desa Jemuat, Kandar.

Baca Juga :  Kurir Sabu di Nanga Bulik Dijatuhi Hukuman 8 Tahun Penjara

Menurutnya situasi semakin memprihatinkan karena jalan alternatif melalui sungai juga dihadang oleh batang pohon yang sengaja ditebang. Sehingga akses keluar desa benar-benar terputus.
Jembatan Robau, yang dibangun menggunakan dana desa tahun 2024, merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat Desa Jemuat.  Perusakan jembatan ini menimbulkan kerugian besar, baik secara ekonomi maupun sosial.

Kandar, menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Polres Lamandau dan berharap agar pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Karena jembatan ini merupakan fasilitas umum milik pemerintah, saya langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Semoga cepat ditangani dan pelaku cepat diamankan,” tegas Kandar.

Dampak dari terputusnya akses jalan ini sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat Desa Jemuat. Aktivitas ekonomi terhambat, akses kesehatan dan pendidikan terganggu, dan kehidupan sosial masyarakat terdampak.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kawal Kotak Suara Pemilu Aman, Babinsa dan Babinkamtibmas Mengaku Begini

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki jembatan dan mengembalikan akses jalan darat yang vital bagi kehidupan mereka.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, melalui Kasi Humas Iptu Herman Panjaitan, menyatakan bahwa kasus perusakan jembatan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Delang dibantu Satreskrim Polres Lamandau.

“Saya meminta masyarakat bersabar menunggu hasil investigasi dan akan menyampaikan perkembangan kasus secara resmi kepada publik,” tutur Kasi Humas.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melindungi infrastruktur publik sebagai aset berharga bagi masyarakat.

Perusakan Jembatan Robau bukan hanya sekadar tindakan vandalisme, tetapi juga merupakan kejahatan yang merugikan banyak orang dan menghambat pembangunan daerah.
Harapan masyarakat Desa Jemuat untuk segera terhubung kembali dengan dunia luar sangat besar, dan pihak berwajib dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan keadilan. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Akses vital penghubung Desa Jemuat dan Desa Kina, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah terputus total akibat perusakan Jembatan Robau.
Peristiwa ini pun telah dilaporkan ke Polres Lamandau oleh Kepala Desa Jemuat, Kandar, Minggu siang (6/7/2025). Kini kasus tersebut tengah dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

Perusakan jembatan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal itu, mengakibatkan Desa Jemuat yang merupakan salah satu desa terpencil di Kabupaten Lamandau betul-betul terisolasi. Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jauh lebih sulit dan berbahaya untuk mobilitas keluar desa menuju kecamatan dan Kabupaten Lamandau.

“Kronologi kejadian bermula pada Selasa, 1 Juli 2025, sekitar pukul 08.00 WIB.  Seorang warga yang hendak menuju Nanga Bulik menggunakan mobil mendapati Jembatan Robau, yang terletak dekat SMP Satap 3 Kina telah terbelah dua. Terlihat bekas potongan yang diduga dilakukan menggunakan chainsaw,” ungkap Kepala Desa Jemuat, Kandar.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kurir Sabu di Nanga Bulik Dijatuhi Hukuman 8 Tahun Penjara

Menurutnya situasi semakin memprihatinkan karena jalan alternatif melalui sungai juga dihadang oleh batang pohon yang sengaja ditebang. Sehingga akses keluar desa benar-benar terputus.
Jembatan Robau, yang dibangun menggunakan dana desa tahun 2024, merupakan infrastruktur vital bagi masyarakat Desa Jemuat.  Perusakan jembatan ini menimbulkan kerugian besar, baik secara ekonomi maupun sosial.

Kandar, menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke Polres Lamandau dan berharap agar pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Karena jembatan ini merupakan fasilitas umum milik pemerintah, saya langsung melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Semoga cepat ditangani dan pelaku cepat diamankan,” tegas Kandar.

Dampak dari terputusnya akses jalan ini sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat Desa Jemuat. Aktivitas ekonomi terhambat, akses kesehatan dan pendidikan terganggu, dan kehidupan sosial masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Kawal Kotak Suara Pemilu Aman, Babinsa dan Babinkamtibmas Mengaku Begini

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki jembatan dan mengembalikan akses jalan darat yang vital bagi kehidupan mereka.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, melalui Kasi Humas Iptu Herman Panjaitan, menyatakan bahwa kasus perusakan jembatan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Delang dibantu Satreskrim Polres Lamandau.

“Saya meminta masyarakat bersabar menunggu hasil investigasi dan akan menyampaikan perkembangan kasus secara resmi kepada publik,” tutur Kasi Humas.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga dan melindungi infrastruktur publik sebagai aset berharga bagi masyarakat.

Perusakan Jembatan Robau bukan hanya sekadar tindakan vandalisme, tetapi juga merupakan kejahatan yang merugikan banyak orang dan menghambat pembangunan daerah.
Harapan masyarakat Desa Jemuat untuk segera terhubung kembali dengan dunia luar sangat besar, dan pihak berwajib dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan keadilan. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru