24.9 C
Jakarta
Monday, February 2, 2026

Bikin Resah! Marak Pencurian Sawit di Kebun Warga, Korban Minta Ada Tindakan Tegas

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kasus pencurian buah kelapa sawit di kebun pribadi milik masyarakat di wilayah Kabupaten Lamandau masih marak terjadi.

Fenomena ini kian meresahkan warga setempat karena kerugian material yang terus berulang tanpa adanya kepastian hukum bagi para pelaku yang beraksi secara sembunyi-sembunyi tersebut.

Salah satu warga, Wardino mengeluhkan kondisi keamanan di kebun miliknya yang kerap menjadi sasaran empuk para pencuri. Ia mengaku sering kehilangan hasil panen. Namun hingga kini identitas pelaku belum berhasil terungkap.

“Sering saya kecurian buah sawit di kebun pribadi saya, tetapi belum diketahui siapa pencurinya,” ungkap Wardino kepada Prokalteng.co, Sabtu (10/1) di Nanga Bulik.

Nasib serupa juga dialami oleh warga Desa Liku. Guntur, seorang warga setempat menceritakan bahwa baru-baru ini rekannya mengalami kerugian besar akibat ulah pencuri. Ironisnya, buah sawit tersebut, raib hanya sesaat sebelum pemilik kebun hendak melakukan proses panen rutin.

Baca Juga :  BNNP Kalteng Kalteng Amankan 1,1 Kilogram Lebih Sabu

“Kemarin teman saya pas mau panen malah habis buahnya sudah dicuri maling. Akhirnya tidak sempat panen sama sekali karena sudah didahului oleh orang lain,” beber Guntur saat menceritakan kronologi kejadian yang menimpa rekannya tersebut.

Menurut Guntur, meskipun sebelumnya sempat ada tindakan massa yang cukup ekstrem sebagai bentuk kekesalan, hal itu ternyata belum memberikan efek jera.

Electronic money exchangers listing

“Padahal sebelumnya di beberapa desa pencuri sawit sampai dibakar mobilnya, tetapi masih saja ada yang melakukan pencurian,” tambahnya.

Menanggapi situasi yang tidak kondusif ini, masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pencurian sawit di wilayah Kabupaten Lamandau.

Pengawasan dan penegakan hukum dinilai menjadi kunci utama agar konflik sosial serta kerugian ekonomi yang menimpa petani kecil tidak terus berlanjut. (bib)

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat Desa Mekar Mulya, Pj Bupati Kenalkan "Jaring Asmara"

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kasus pencurian buah kelapa sawit di kebun pribadi milik masyarakat di wilayah Kabupaten Lamandau masih marak terjadi.

Fenomena ini kian meresahkan warga setempat karena kerugian material yang terus berulang tanpa adanya kepastian hukum bagi para pelaku yang beraksi secara sembunyi-sembunyi tersebut.

Salah satu warga, Wardino mengeluhkan kondisi keamanan di kebun miliknya yang kerap menjadi sasaran empuk para pencuri. Ia mengaku sering kehilangan hasil panen. Namun hingga kini identitas pelaku belum berhasil terungkap.

Electronic money exchangers listing

“Sering saya kecurian buah sawit di kebun pribadi saya, tetapi belum diketahui siapa pencurinya,” ungkap Wardino kepada Prokalteng.co, Sabtu (10/1) di Nanga Bulik.

Nasib serupa juga dialami oleh warga Desa Liku. Guntur, seorang warga setempat menceritakan bahwa baru-baru ini rekannya mengalami kerugian besar akibat ulah pencuri. Ironisnya, buah sawit tersebut, raib hanya sesaat sebelum pemilik kebun hendak melakukan proses panen rutin.

Baca Juga :  BNNP Kalteng Kalteng Amankan 1,1 Kilogram Lebih Sabu

“Kemarin teman saya pas mau panen malah habis buahnya sudah dicuri maling. Akhirnya tidak sempat panen sama sekali karena sudah didahului oleh orang lain,” beber Guntur saat menceritakan kronologi kejadian yang menimpa rekannya tersebut.

Menurut Guntur, meskipun sebelumnya sempat ada tindakan massa yang cukup ekstrem sebagai bentuk kekesalan, hal itu ternyata belum memberikan efek jera.

“Padahal sebelumnya di beberapa desa pencuri sawit sampai dibakar mobilnya, tetapi masih saja ada yang melakukan pencurian,” tambahnya.

Menanggapi situasi yang tidak kondusif ini, masyarakat berharap pihak berwenang dapat mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pencurian sawit di wilayah Kabupaten Lamandau.

Pengawasan dan penegakan hukum dinilai menjadi kunci utama agar konflik sosial serta kerugian ekonomi yang menimpa petani kecil tidak terus berlanjut. (bib)

Baca Juga :  Serap Aspirasi Masyarakat Desa Mekar Mulya, Pj Bupati Kenalkan "Jaring Asmara"

Terpopuler

Artikel Terbaru