PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Seorang pria diduga mengirimkan chat tidak senonoh kepada ojek online (ojol) di Kota Palangka Raya pada Kamis (8/10/2026) dini hari. Peristiwa tersebut kemudian berujung pada kedatangan sejumlah driver ojol ke lokasi pria tersebut yang kemudian videonya viral di media sosial.
Ketua DPW Ojol Nusantara Palangka Raya, Gandi Setiawan mengatakan, saat menerima chat melalui aplikasi, driver yang bersangkutan kebetulan sedang bersama beberapa rekan sesama ojol. Mereka kemudian bersama-sama mendatangi pria tersebut. Saat berada di lokasi, sempat terjadi cekcok antara kedua belah pihak.
“Saya meminta teman-teman saya untuk tidak melakukan kekerasan,” kata Gandi saat ditemui wartawan pada Kamis (8/10/2026).
Selanjutnya, pria yang diduga sebagai pelaku tersebut dibawa ke Polresta Palangka Raya untuk dilakukan mediasi. Dalam mediasi yang berjalan, Gandi menyampaikan kepada pria tersebut agar tidak mengganggu para driver ojol yang sedang bekerja.
“Saya sampaikan ke dia, mas tolong jangan ganggu kami saat kami kerja. Apalagi di situasi kabut ini agak susah orderan. Yang kami cari sesuap nasi untuk anak dan keluarga di rumah,” ujarnya.
Gandi menyebut, pria tersebut berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Apabila kembali melakukan tindakan serupa, yang bersangkutan menyatakan siap dituntut.
Menurut Gandi, kejadian serupa sebenarnya bukan pertama kali terjadi di lapangan. Para driver ojol bahkan memiliki grup komunikasi untuk saling menyampaikan informasi apabila menemukan pelanggan yang bertingkah tidak wajar.
“Ini sering terjadi di lapangan. Kami punya grup dan customer bertingkah aneh sebentar saja langsung viral,” ungkapnya.
Namun, Gandi menyebut baru kali ini para driver mengambil inisiatif untuk mendatangi dan mengamankan pria yang diduga melakukan tindakan tersebut.
Dari informasi yang diterima, pria berusia sekitar 20 tahun itu diketahui tinggal di sebuah kos di kawasan Jalan Soekarno, Kota Palangka Raya. Gandi menegaskan, para driver ojol tetap mengedepankan cara-cara yang tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
Gandi mengatakan telah ada kesepakatan antara dirinya dan pelaku serta korban agar informasi identitas korban dan pelaku tidak disebutkan untuk publikasi.
Kapolesta Palangka Raya, Kombes Pol Andiyatna membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia mengatakan kejadian ini telah diterima di SPKT kemudian diteruskan ke PPA untuk dilakukan mediasi.
“Sudah dilakukan mediasi. Sudah ada pernyataan untuk tidak mengulangi, sadar salah dan meminta maaf,”ujarnya. (jef)


