34.6 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024
spot_img

Kronologi Napi Lapas Kabur Hingga Akhirnya Ditangkap

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Nanang Avianto melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas Kombes Pol Kismanto Eko Saputro, menduga pelarian empat narapidana (napi) dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya pada Jumat (3/3) lalu, telah direncanakan jauh hari sebelumnya.

“Kalau menurut kami, kalau melihat cara pelariannya pasti telah direncanakan. Dia sudah mengetahui, soal pagar, kemudian kawat listrik. Dengan menggunakan sajadah sebagai media agar tidak kesetrum. Itu pasti sudah direncanakan,” katanya, Selasa (7/3).

Berdasarkan informasi yang didapatkan, kata Eko, peristiwa pelarian empat napi dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya  diduga diinisiasi oleh Prihartono dan Jihat. Hingga saat ini Polda Kalteng masih melakukan pendalaman peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumham) Provinsi Kalteng, Danang Yudiawan, menceritakan kronologi pelarian empat napi dengan kasus berat tersebut.

Baca Juga :  Pasca Kaburnya Napi, Lapas Kelas IIA Palangka Raya Kian Perketat Pengawasan

“Awalnya terpidana Prihartono mencari besi yang rapuh di ruang isolasi Lapas. Kemudian diikat dan ditarik dengan tali ayunan. Setelah terbuka bersama-sama Pancareno dan Jihat keluar dari ruang penahanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, sambung Danang setelah keluar melalui teralis pintu ruangan. Keempat napi menuju gudang. Keempat napi mengambil dan membawa tangga ke arah tembok sel agar bisa naik ke atas atap ruang tahanan. Selanjutnya para napi menggunakan sajadah untuk menutupi kawat strum listrik.

Kemudian para napi juga menggunakan tali dan sarung yang dianyam untuk mengangkat dua napi yang masih berada di bawah agar naik ke atas balkon. Para napi juga merayap melawati kawat berduri dan melompat ke pasir di samping kantor Lapas.

Baca Juga :  Sebagai Pacar, Pria Ini Setubuhi Anak di Bawah Umur, Orang Tuanya Tak Terima

Setelah itu empat napi meninggalkan lokasi dengan cara mengendap-endap, menyeberang jalan dan masuk ke Tanam Makam Pahlawan. Empat napi melewati Jalan Garuda menuju ke arah Jalan Rajawali. Sampai di simpang tiga Jalan Sangga Buana, masuk ke Jalan Lawu, melewati Jalan Sisinga Mangaraja, dan pergi menuju Kelurahan Kereng Bangkirai, Kelurahan Sebangau.

Untuk diketahui, tiga napi Lapas Palangka Raya diringkus tim gabungan polisi di wilayah Kotawaringin Timur. Dari tiga napi, Prihartono yang melawan petugas saat ditangkap, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur yang membuat nyawanya tak tertolong. Dua lainnya seperti Jihat Aji Nurmoko dan Pancareno Rama Kencana Adiwardana Marry Yuandi diamankan petugas gabungan. Sedangkan satu napi lainnya, Abdurrrahman masih dilakukan pengejaran.






Reporter: M Hafidz

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Nanang Avianto melalui Kepala Bidang (Kabid) Humas Kombes Pol Kismanto Eko Saputro, menduga pelarian empat narapidana (napi) dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya pada Jumat (3/3) lalu, telah direncanakan jauh hari sebelumnya.

“Kalau menurut kami, kalau melihat cara pelariannya pasti telah direncanakan. Dia sudah mengetahui, soal pagar, kemudian kawat listrik. Dengan menggunakan sajadah sebagai media agar tidak kesetrum. Itu pasti sudah direncanakan,” katanya, Selasa (7/3).

Berdasarkan informasi yang didapatkan, kata Eko, peristiwa pelarian empat napi dari Lapas Kelas IIA Palangka Raya  diduga diinisiasi oleh Prihartono dan Jihat. Hingga saat ini Polda Kalteng masih melakukan pendalaman peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhumham) Provinsi Kalteng, Danang Yudiawan, menceritakan kronologi pelarian empat napi dengan kasus berat tersebut.

Baca Juga :  Pasca Kaburnya Napi, Lapas Kelas IIA Palangka Raya Kian Perketat Pengawasan

“Awalnya terpidana Prihartono mencari besi yang rapuh di ruang isolasi Lapas. Kemudian diikat dan ditarik dengan tali ayunan. Setelah terbuka bersama-sama Pancareno dan Jihat keluar dari ruang penahanan,” jelasnya.

Lebih lanjut, sambung Danang setelah keluar melalui teralis pintu ruangan. Keempat napi menuju gudang. Keempat napi mengambil dan membawa tangga ke arah tembok sel agar bisa naik ke atas atap ruang tahanan. Selanjutnya para napi menggunakan sajadah untuk menutupi kawat strum listrik.

Kemudian para napi juga menggunakan tali dan sarung yang dianyam untuk mengangkat dua napi yang masih berada di bawah agar naik ke atas balkon. Para napi juga merayap melawati kawat berduri dan melompat ke pasir di samping kantor Lapas.

Baca Juga :  Sebagai Pacar, Pria Ini Setubuhi Anak di Bawah Umur, Orang Tuanya Tak Terima

Setelah itu empat napi meninggalkan lokasi dengan cara mengendap-endap, menyeberang jalan dan masuk ke Tanam Makam Pahlawan. Empat napi melewati Jalan Garuda menuju ke arah Jalan Rajawali. Sampai di simpang tiga Jalan Sangga Buana, masuk ke Jalan Lawu, melewati Jalan Sisinga Mangaraja, dan pergi menuju Kelurahan Kereng Bangkirai, Kelurahan Sebangau.

Untuk diketahui, tiga napi Lapas Palangka Raya diringkus tim gabungan polisi di wilayah Kotawaringin Timur. Dari tiga napi, Prihartono yang melawan petugas saat ditangkap, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur yang membuat nyawanya tak tertolong. Dua lainnya seperti Jihat Aji Nurmoko dan Pancareno Rama Kencana Adiwardana Marry Yuandi diamankan petugas gabungan. Sedangkan satu napi lainnya, Abdurrrahman masih dilakukan pengejaran.






Reporter: M Hafidz
spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru