PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Seorang pria tanpa identitas ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Jalan Tjilik Riwut Kilometer 50, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kamis (5/2/2026) pagi. Penemuan jenazah tersebut membuat geger warga sekitar yang langsung ditangani oleh aparat kepolisian.
Kapolsek Bukit Batu, Ipda M. Hafiizh Ramadhan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya dituturkan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal guna mengungkap penyebab kematian korban.
“Iya, kami yang menangani olah TKP dan penyelidikannya,” ujar Ipda Hafiizh.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban yang diduga akibat benda tajam. Luka-luka tersebut terdapat di beberapa bagian tubuh, termasuk di kepala dan badan.
“Pada tubuh jenazah terdapat luka-luka akibat benda tajam. Bentuknya seperti sabetan. Namun sampai saat ini kami belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematiannya,” jelasnya.
Kapolsek mengungkapkan, terdapat beberapa kemungkinan yang masih didalami oleh penyidik. Salah satunya, korban meninggal dunia akibat kehabisan darah karena luka-luka tersebut. Tidak menutup kemungkinan korban sebelumnya sudah dalam kondisi lemah atau tidak berdaya, lalu diletakkan di jalan hingga akhirnya terlindas kendaraan.
“Apakah korban meninggal karena kehabisan darah, atau dalam kondisi lemas lalu diletakkan di jalan dan kemudian terlindas kendaraan, itu masih kami dalami. Belum bisa kami simpulkan,” tambahnya.
Berdasarkan Informasi awal mengenai penemuan jenazah tersebut, diterima Polsek Bukit Batu sekitar pukul 05.30 WIB. Seorang warga yang melintas di lokasi melihat sosok tubuh tergeletak di pinggir Jalan Tjilik Riwut Km 50, kemudian melaporkan temuan itu ke pihak kepolisian.
“Masyarakat yang melintas mampir ke Polsek dan melaporkan bahwa ada mayat tergeletak di jalan,” ujar Kapolsek.
Saat ditemukan, korban tidak membawa identitas diri. Polisi tidak menemukan kartu tanda penduduk (KTP), telepon seluler, maupun barang lain yang dapat mengungkap jati diri korban.
“Untuk identitas korban belum diketahui, karena tidak ada identitas yang melekat, baik KTP maupun HP,” katanya.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus Palangka Raya untuk dilakukan visum et repertum serta proses identifikasi.
“Jenazah kami bawa ke RSUD Doris Sylvanus untuk keperluan identifikasi dan visum,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian korban serta mencari tahu identitas dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut. (jef)


