Puluhan Siswa di Pati Keracunan usai Konsumsi Susu dari MBG

PROKALTENG.CO-Terjadi lagi. Sebanyak 21 siswa SD Negeri Tambahmulyo 02, Kecamatan Jakenan, Pati, mengalami mual hingga muntah usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu pagi.

Mereka dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai pusing, mual, lemas hingga muntah.

Dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group), dugaan awal mengarah pada susu kemasan yang menjadi salah satu bagian dari paket MBG.

Sejumlah siswa mengaku rasa susu yang diminum kurang enak. Namun, pemeriksaan kasatmata terhadap kemasan menunjukkan produk dalam kondisi baik. Kemasan tidak terlihat rusak dan masa kedaluwarsa masih hingga 2027.

Penanganan langsung dilakukan tim medis Puskesmas Jakenan.

Sebanyak enam siswa dengan gejala lebih berat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan tindakan medis, termasuk pemberian obat antimual.

Baca Juga :  Kasus Belum Terungkap, Keracunan Kecubung di Kalsel Bertambah 47 Orang

Perawat Puskesmas Jakenan Yuliati mengatakan kondisi keenam siswa tersebut berhasil distabilkan setelah menjalani perawatan dan observasi sekitar dua jam.

Electronic money exchangers listing

“Setelah kondisinya stabil, keenam siswa diperbolehkan pulang,” kata Yuliati.

Sementara itu, hasil penelusuran tim medis ke sekolah menemukan 15 siswa lain yang juga mengalami gejala serupa. Karena kondisinya relatif stabil, mereka tidak dirujuk ke puskesmas.

Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, Puskesmas Jakenan mengamankan sampel susu kemasan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala.

Sampel kemudian diserahkan kepada dinas terkait untuk menjalani pengujian laboratorium.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memastikan apakah susu tersebut berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami para siswa.(jpg)

Baca Juga :  Wakapolda Kalteng Tinjau Kesiapan Polres Lamandau dalam Mendukung Program MBG

PROKALTENG.CO-Terjadi lagi. Sebanyak 21 siswa SD Negeri Tambahmulyo 02, Kecamatan Jakenan, Pati, mengalami mual hingga muntah usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu pagi.

Mereka dilaporkan mengalami sejumlah gejala, mulai pusing, mual, lemas hingga muntah.

Dilansir Radar Pati (Jawa Pos Group), dugaan awal mengarah pada susu kemasan yang menjadi salah satu bagian dari paket MBG.

Electronic money exchangers listing

Sejumlah siswa mengaku rasa susu yang diminum kurang enak. Namun, pemeriksaan kasatmata terhadap kemasan menunjukkan produk dalam kondisi baik. Kemasan tidak terlihat rusak dan masa kedaluwarsa masih hingga 2027.

Penanganan langsung dilakukan tim medis Puskesmas Jakenan.

Sebanyak enam siswa dengan gejala lebih berat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan tindakan medis, termasuk pemberian obat antimual.

Baca Juga :  Kasus Belum Terungkap, Keracunan Kecubung di Kalsel Bertambah 47 Orang

Perawat Puskesmas Jakenan Yuliati mengatakan kondisi keenam siswa tersebut berhasil distabilkan setelah menjalani perawatan dan observasi sekitar dua jam.

“Setelah kondisinya stabil, keenam siswa diperbolehkan pulang,” kata Yuliati.

Sementara itu, hasil penelusuran tim medis ke sekolah menemukan 15 siswa lain yang juga mengalami gejala serupa. Karena kondisinya relatif stabil, mereka tidak dirujuk ke puskesmas.

Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, Puskesmas Jakenan mengamankan sampel susu kemasan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala.

Sampel kemudian diserahkan kepada dinas terkait untuk menjalani pengujian laboratorium.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat memastikan apakah susu tersebut berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami para siswa.(jpg)

Baca Juga :  Wakapolda Kalteng Tinjau Kesiapan Polres Lamandau dalam Mendukung Program MBG

Terpopuler

Artikel Terbaru