25.6 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Sempat Dikira Boneka, Ternyata Anak Tewas Tertelungkup di Parit

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO Nasib malang menimpa AR, seorang anak yang masih berumur 2 tahun, Minggu (27/6). Balita tersebut tewas tenggelam di dalam parit di Jalan Tingang 24 tak jauh dari rumahnya. Jenazah korban AR ditemukan sendiri oleh orang tuanya sekitar pukul 14.50 WIB.

Sebelumnya, AR sedang bermain bersama kakaknya dan teman-temannya di depan rumah. Saat itu teman-teman dan kakak korban sudah pulang. Kakak korban pulang karena dipanggil orang tuanya untuk makan siang. Saat ditanya ayah korban, Arsyad, di mana adiknya dan kenapa tidak ikut pulang, sang kakak lalu mencari korban di lokasi bermain tidak jauh dari rumah korban, namun tidak ditemukan.

Baca Juga :  Lelap Tidur, Handphone dan Laptop Lenyap Digondol Maling

Kemudian Arsyad ikut mencari anak bungsunya itu dan sesampainya di parit, betapa kagetnya Arsyad melihat anaknya saat itu mengambang di air. Awalnya dia mengira jasad anaknya itu boneka yang mengambang, namun setelah dicek ternyata anak yang dicarinya tertelungkup di dalam parit yang dalam airnya setengah betis orang dewasa.

"Saat itu saya kira boneka yang tertelungkup di air. Saat saya cek ternyata anak saya," ungkap Arsyad kepada awak media, Minggu (27/6).

Dibantu warga setempat, AR sempat mendapat pertolongan pertama, kemudian korban langsung dibawa ke UGD RS Doris Sylvanus dengan menggunakan mobil warga. AR dinyatakan meninggal dunia akibat diduga tenggelam. Kemudian jenazah korban dibawa ke kamar jenazah untuk divisum.

Baca Juga :  Bareskrim Usut Pelecehan Seksual dan Bullying Pegawai KPI

Dr Ricka Brillyanti, bersama SPKT Polresta Palangka Raya yang melakukan visum, menyaakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal karena tenggelam.

"Tidak ditemukan tanda kekerasan, dilihat dari kondisi korban kuat dugaan meninggal karena tenggelam. Kurang lebih seteng jam karena jari dan telapak tangan korban belum keriput, serta bibir dan jari korban sudah mulai membiru akibat kehilangan oksigen saat tenggelam," bebernya.

Usia divisum, jasad korban AR dibawa ke luar ruang jenazah, dan di gendong orang tuanya sendiri dengan ditutup kain selimut menuju mobil warga yang mengantar ke rumah duka jalan Tingang 24.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO Nasib malang menimpa AR, seorang anak yang masih berumur 2 tahun, Minggu (27/6). Balita tersebut tewas tenggelam di dalam parit di Jalan Tingang 24 tak jauh dari rumahnya. Jenazah korban AR ditemukan sendiri oleh orang tuanya sekitar pukul 14.50 WIB.

Sebelumnya, AR sedang bermain bersama kakaknya dan teman-temannya di depan rumah. Saat itu teman-teman dan kakak korban sudah pulang. Kakak korban pulang karena dipanggil orang tuanya untuk makan siang. Saat ditanya ayah korban, Arsyad, di mana adiknya dan kenapa tidak ikut pulang, sang kakak lalu mencari korban di lokasi bermain tidak jauh dari rumah korban, namun tidak ditemukan.

Baca Juga :  Lelap Tidur, Handphone dan Laptop Lenyap Digondol Maling

Kemudian Arsyad ikut mencari anak bungsunya itu dan sesampainya di parit, betapa kagetnya Arsyad melihat anaknya saat itu mengambang di air. Awalnya dia mengira jasad anaknya itu boneka yang mengambang, namun setelah dicek ternyata anak yang dicarinya tertelungkup di dalam parit yang dalam airnya setengah betis orang dewasa.

"Saat itu saya kira boneka yang tertelungkup di air. Saat saya cek ternyata anak saya," ungkap Arsyad kepada awak media, Minggu (27/6).

Dibantu warga setempat, AR sempat mendapat pertolongan pertama, kemudian korban langsung dibawa ke UGD RS Doris Sylvanus dengan menggunakan mobil warga. AR dinyatakan meninggal dunia akibat diduga tenggelam. Kemudian jenazah korban dibawa ke kamar jenazah untuk divisum.

Baca Juga :  Bareskrim Usut Pelecehan Seksual dan Bullying Pegawai KPI

Dr Ricka Brillyanti, bersama SPKT Polresta Palangka Raya yang melakukan visum, menyaakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal karena tenggelam.

"Tidak ditemukan tanda kekerasan, dilihat dari kondisi korban kuat dugaan meninggal karena tenggelam. Kurang lebih seteng jam karena jari dan telapak tangan korban belum keriput, serta bibir dan jari korban sudah mulai membiru akibat kehilangan oksigen saat tenggelam," bebernya.

Usia divisum, jasad korban AR dibawa ke luar ruang jenazah, dan di gendong orang tuanya sendiri dengan ditutup kain selimut menuju mobil warga yang mengantar ke rumah duka jalan Tingang 24.

Terpopuler

Artikel Terbaru