30.9 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Habib: Pilkada dengan Politik Uang Hasilkan Pemimpin Korupsi

PALANGKA
RAYA
, KALTENGPOS.CO Tahapan
pelaksanaan pilkada serentak 2020 saat ini sampai pada masa kampanye, termasuk
di Kalteng baik pemilihan gubernur dan wakil gubernur maupun pemilihan
bupati  dan wakil bupati Kabupaten
Kotawaringin Timur (Kotim). Para peserta pilkada diminta untuk memanfaatkan
masa kampanye ini sebaik mungkin dalam menyampakan visi dan misi.

Pelaksana Tugas (Plt)
Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengatakan, tentu saja masyarakat
berbeda dalam mendukung pasangan calon di pilkada di Kalteng tahun ini. Namun,
perbedaan dukungan jangan sampai menjadi alat pemecah belah.

“Menjaga dari perpecahan itu,
maka gunakan konsep kampanye dengan adu gagasan dan strategis serta
penyampaikan visi dan misi untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini Pemprov Perketat Aturan Prokes, Ini Instruksi Gubernur

Diungkapkannya, tujuan pilkada
sendiri yakni menciptakan pemimpin yang amanah dan menjadi pemimpin yang
berkualitas. Termasuk, mampu mengisi kekosongan atau membetulkan kekeliruan
yang sudah terjadi di daerah.

“Untuk itu, dalam tahapan pilkada
juga agar menghindari politik uang, karena apabila pilkada yang diawali dengan
politik uang akan menghasilkan pemimpin korupsi pula,” pungkasnya.

PALANGKA
RAYA
, KALTENGPOS.CO Tahapan
pelaksanaan pilkada serentak 2020 saat ini sampai pada masa kampanye, termasuk
di Kalteng baik pemilihan gubernur dan wakil gubernur maupun pemilihan
bupati  dan wakil bupati Kabupaten
Kotawaringin Timur (Kotim). Para peserta pilkada diminta untuk memanfaatkan
masa kampanye ini sebaik mungkin dalam menyampakan visi dan misi.

Pelaksana Tugas (Plt)
Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengatakan, tentu saja masyarakat
berbeda dalam mendukung pasangan calon di pilkada di Kalteng tahun ini. Namun,
perbedaan dukungan jangan sampai menjadi alat pemecah belah.

“Menjaga dari perpecahan itu,
maka gunakan konsep kampanye dengan adu gagasan dan strategis serta
penyampaikan visi dan misi untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Mulai Hari Ini Pemprov Perketat Aturan Prokes, Ini Instruksi Gubernur

Diungkapkannya, tujuan pilkada
sendiri yakni menciptakan pemimpin yang amanah dan menjadi pemimpin yang
berkualitas. Termasuk, mampu mengisi kekosongan atau membetulkan kekeliruan
yang sudah terjadi di daerah.

“Untuk itu, dalam tahapan pilkada
juga agar menghindari politik uang, karena apabila pilkada yang diawali dengan
politik uang akan menghasilkan pemimpin korupsi pula,” pungkasnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru