32 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Pandemi Belum Berakhir, Kepala Daerah Diingatkan untuk Hati-hati

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menurunnya kasus pandemi Covid-19, diharapkan tidak membuat lengah seluruh kepada daerah, termasuk Kalteng. Kewaspadaan terhadap Covid-19 diminta tetap menjadi fokus seluruh kepala daerah oleh Presiden Joko Widodo, pada Rapat Koordinasi Pengarahan kepada Kepala Daerah se Indonesia, kemarin (25/10).

Presiden Joko Widodo menyampaikan, pandemi Covid-19 saat ini belum berakhir.

“Kita tahu bed occupancy rate (BOR), positivity rate, reproduksi efektif (Rt) sudah di bawah standar WHO. Artinya ada posisi yang baik dan ada posisi yang rendah. Tetapi perlu saya tekankan bahwa pandemi ini belum berakhir,” ucap Presiden.

Joko Widodo juga menyampaikan telah terjadi kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 2 persen di seluruh Negara dalam 1 pekan terakhir.

“Kasus harian dalam 4 hari ini, misalnya 22 Oktober hanya 760, 23 Oktober 802, 24 Oktober 623 dan 25 Oktober 460. Memang kalau dibandingkan saat puncak saat itu sampai 56.000, memang ini adalah angka yang sangat kecil sekali. Perkembangan kasus harian betul-betul turun sangat drastis tetapi hati-hati, tren dunia dalam minggu ini semua Negara naik yaitu naik 2 persen. Padahal 3 minggu, 4 minggu yang lalu trennya turun. Di Eropa misalnya dalam minggu ini naik sampai 23 persen, di Amerika Selatan naik 13 persen, inilah yang harus mengingatkan kita bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian,” tegasnya.

Baca Juga :  Dinas TPHP Kalteng Sambut HUT Ke-78 RI

Joko Widodo juga mengatakan terdapat 3 faktor yang dapat menimbulkan kasus baru. “Belajar dari negara lain, tren kenaikan kasus ini masalahnya ada 3 hal diantaranya pertama, realisasi yang terlalu cepat, tidak melalui tahapan-tahapan. Kedua, masalah protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi. Terakhir, hati-hati mengenai sekolah yaitu pembelajaran tatap muka. Tiga hal ini agar semuanya hati-hati," tukas Joko Widodo.

Berdasarkan laporan survey yang diterima dari BIN, protokol kesehatan di sekolah yang harus terus dipantau adalah di kantin dan ditempat parkir. Joko Widodo berharap kepada Para Gubernur dan jajaran Forkopimda, mengingatkan kepada Sekolah dan perlu manajemen pengawasan lapangan saat PTM.

"Saya ingin mengingatkan, ini hati-hati Provinsi yang terjadi kenaikan kasus meskipun kecil harus hati-hati, kenaikan sekecil apapun harus hati-hati," tukasnya.

Baca Juga :  Serapan Anggaran DPUPR Capai 91 Persen

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengatakan, Satgas Covid-19 terua mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Pemprov bersama isntansi lainnya juya gencar melaksanakan vaksinasi di seluruh wilayah Kalteng.

"Ini kita lakukan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Kemudian juga membentuk kekebalan kelompok atau herd imunity melalui vaksinasi yang terus digebcarkan," ujarnya.

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Menurunnya kasus pandemi Covid-19, diharapkan tidak membuat lengah seluruh kepada daerah, termasuk Kalteng. Kewaspadaan terhadap Covid-19 diminta tetap menjadi fokus seluruh kepala daerah oleh Presiden Joko Widodo, pada Rapat Koordinasi Pengarahan kepada Kepala Daerah se Indonesia, kemarin (25/10).

Presiden Joko Widodo menyampaikan, pandemi Covid-19 saat ini belum berakhir.

“Kita tahu bed occupancy rate (BOR), positivity rate, reproduksi efektif (Rt) sudah di bawah standar WHO. Artinya ada posisi yang baik dan ada posisi yang rendah. Tetapi perlu saya tekankan bahwa pandemi ini belum berakhir,” ucap Presiden.

Joko Widodo juga menyampaikan telah terjadi kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 2 persen di seluruh Negara dalam 1 pekan terakhir.

“Kasus harian dalam 4 hari ini, misalnya 22 Oktober hanya 760, 23 Oktober 802, 24 Oktober 623 dan 25 Oktober 460. Memang kalau dibandingkan saat puncak saat itu sampai 56.000, memang ini adalah angka yang sangat kecil sekali. Perkembangan kasus harian betul-betul turun sangat drastis tetapi hati-hati, tren dunia dalam minggu ini semua Negara naik yaitu naik 2 persen. Padahal 3 minggu, 4 minggu yang lalu trennya turun. Di Eropa misalnya dalam minggu ini naik sampai 23 persen, di Amerika Selatan naik 13 persen, inilah yang harus mengingatkan kita bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian,” tegasnya.

Baca Juga :  Dinas TPHP Kalteng Sambut HUT Ke-78 RI

Joko Widodo juga mengatakan terdapat 3 faktor yang dapat menimbulkan kasus baru. “Belajar dari negara lain, tren kenaikan kasus ini masalahnya ada 3 hal diantaranya pertama, realisasi yang terlalu cepat, tidak melalui tahapan-tahapan. Kedua, masalah protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi. Terakhir, hati-hati mengenai sekolah yaitu pembelajaran tatap muka. Tiga hal ini agar semuanya hati-hati," tukas Joko Widodo.

Berdasarkan laporan survey yang diterima dari BIN, protokol kesehatan di sekolah yang harus terus dipantau adalah di kantin dan ditempat parkir. Joko Widodo berharap kepada Para Gubernur dan jajaran Forkopimda, mengingatkan kepada Sekolah dan perlu manajemen pengawasan lapangan saat PTM.

"Saya ingin mengingatkan, ini hati-hati Provinsi yang terjadi kenaikan kasus meskipun kecil harus hati-hati, kenaikan sekecil apapun harus hati-hati," tukasnya.

Baca Juga :  Serapan Anggaran DPUPR Capai 91 Persen

Sementara itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengatakan, Satgas Covid-19 terua mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, Pemprov bersama isntansi lainnya juya gencar melaksanakan vaksinasi di seluruh wilayah Kalteng.

"Ini kita lakukan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Kemudian juga membentuk kekebalan kelompok atau herd imunity melalui vaksinasi yang terus digebcarkan," ujarnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru