31.3 C
Jakarta
Thursday, July 25, 2024
spot_img

Kualitas Pendidikan Kalteng Alami Peningkatan

PALANGKA RAYA–Salah satu sektor yang kini mengalami peningkatan di
Kalteng adalah sektor pendidikan. Hal ini diketahui pada tiga tahun
kepemimpinan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng
Habib Ismail bin Yahya.

Terlihat dari raihan prestasi
anak-anak Kalteng baik di tingkat nasional maupun internasional, jumlah guru
tersertifikasi hingga beasiswa melalui Kalteng Berkah juga terus meningkat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan
(Kadisdik) Kalteng Suyuti Syamsul menyatakan, belum lama ini anak-anak Kalteng
mampu meraih dua medali emas dari Korea Selatan (Korsel) dalam ajang World
Creativity Invention Olympic (WICO). Setelah itu, anak-anak Kalteng
kembali boyong empat medali di Malaysia.

“Itu salah satu contoh
peningkatan kualitas anak-anak di Kalteng,” katanya saat press conference di
Dinkes Kalteng, Selasa (22/10).

Diungkapkan Suyuti, segudang prestasi
anak-anak tersebut, juga didorong dengan pemenuhan tenaga pendidik. Pasalnya, guru
bersertifikat pendidikan setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, baik itu
SMA, SMK dan SLB.

Baca Juga :  Kader PKK Dapat Berperan Aktif Membantu Pemerintah Atasi Stunting

“Pada 2016 yang bersertifikat
hanya sebanyak 2.425 guru, kemudian 2017 sebannyak 2.675 guru, 2018 menjadi 2.882
guru dan 2019 meningkat menjadi 2.979 guru sedangkan pada 2020 ditargetkan 3.228
guru,” ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Seiring meningkatnya guru yang
sudah mendapatkan sertifikasi juga terlihat meningkatnya jumlah sekolah yang
terakreditasi A dan B. Pada 2016 dan 2017 jumlah SMA dan SMK di Kalteng yang
terakreditasi A dan B sebanyak 48,18 persen. Pada 2018-2019 meningkat menjadi
76,57 persen.

“Padahal dari 2016 hingga 2017 terjadi
peningkatan hanya 48 persen lebih, sedangkan pada 2018 hingga 2019 meningkat
menjadi 76 persen lebih,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Suyuti,
ketersediaan guru berkualitas dan sekolah yang terakreditasi juga terwujudnya
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara 100 persen selama dua tahun
berturut-turut, yakni tahun pelajaran 2017-2018 dan 2018-2019.

Baca Juga :  Gubernur Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial

“Menariknya, pada tahun pelajaran
2017-2018, hanya ada empat siswa yang memperoleh nilai sempurna atau nilai 100.
Namun pada tahun 2018-2019 meningkat signifikan, yakni 20 siswa mendapat nilai
sempurna,” bebernya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Kalteng akan terus meningkatkan jumlah perangkat komputer di seluruh sekolah
se-Kalteng. “Bantuan komputer untuk UNBK juga meningkat, total sekarang ada
4.162 unit yang berasal dari APBD, APBN dan bantuan CRS dari pihak swasta,” tegasnya.

Pemprov, tambahnya, juga memberikan
bantuan Beasiswa Kalteng Berkah, pada 2018 anggaran yang disediakan sebesar Rp12
miliar lebih dengan sasaran 2.406 mahasiswa. Tahun ini disediakan anggaran Rp15
miliar lebih dengan sasaran 5.080 mahasiswa. (abw/ila/ctk/nto)

PALANGKA RAYA–Salah satu sektor yang kini mengalami peningkatan di
Kalteng adalah sektor pendidikan. Hal ini diketahui pada tiga tahun
kepemimpinan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Kalteng
Habib Ismail bin Yahya.

Terlihat dari raihan prestasi
anak-anak Kalteng baik di tingkat nasional maupun internasional, jumlah guru
tersertifikasi hingga beasiswa melalui Kalteng Berkah juga terus meningkat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan
(Kadisdik) Kalteng Suyuti Syamsul menyatakan, belum lama ini anak-anak Kalteng
mampu meraih dua medali emas dari Korea Selatan (Korsel) dalam ajang World
Creativity Invention Olympic (WICO). Setelah itu, anak-anak Kalteng
kembali boyong empat medali di Malaysia.

“Itu salah satu contoh
peningkatan kualitas anak-anak di Kalteng,” katanya saat press conference di
Dinkes Kalteng, Selasa (22/10).

Diungkapkan Suyuti, segudang prestasi
anak-anak tersebut, juga didorong dengan pemenuhan tenaga pendidik. Pasalnya, guru
bersertifikat pendidikan setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan, baik itu
SMA, SMK dan SLB.

Baca Juga :  Kader PKK Dapat Berperan Aktif Membantu Pemerintah Atasi Stunting

“Pada 2016 yang bersertifikat
hanya sebanyak 2.425 guru, kemudian 2017 sebannyak 2.675 guru, 2018 menjadi 2.882
guru dan 2019 meningkat menjadi 2.979 guru sedangkan pada 2020 ditargetkan 3.228
guru,” ungkapnya kepada sejumlah awak media.

Seiring meningkatnya guru yang
sudah mendapatkan sertifikasi juga terlihat meningkatnya jumlah sekolah yang
terakreditasi A dan B. Pada 2016 dan 2017 jumlah SMA dan SMK di Kalteng yang
terakreditasi A dan B sebanyak 48,18 persen. Pada 2018-2019 meningkat menjadi
76,57 persen.

“Padahal dari 2016 hingga 2017 terjadi
peningkatan hanya 48 persen lebih, sedangkan pada 2018 hingga 2019 meningkat
menjadi 76 persen lebih,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Suyuti,
ketersediaan guru berkualitas dan sekolah yang terakreditasi juga terwujudnya
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) secara 100 persen selama dua tahun
berturut-turut, yakni tahun pelajaran 2017-2018 dan 2018-2019.

Baca Juga :  Gubernur Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial

“Menariknya, pada tahun pelajaran
2017-2018, hanya ada empat siswa yang memperoleh nilai sempurna atau nilai 100.
Namun pada tahun 2018-2019 meningkat signifikan, yakni 20 siswa mendapat nilai
sempurna,” bebernya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Kalteng akan terus meningkatkan jumlah perangkat komputer di seluruh sekolah
se-Kalteng. “Bantuan komputer untuk UNBK juga meningkat, total sekarang ada
4.162 unit yang berasal dari APBD, APBN dan bantuan CRS dari pihak swasta,” tegasnya.

Pemprov, tambahnya, juga memberikan
bantuan Beasiswa Kalteng Berkah, pada 2018 anggaran yang disediakan sebesar Rp12
miliar lebih dengan sasaran 2.406 mahasiswa. Tahun ini disediakan anggaran Rp15
miliar lebih dengan sasaran 5.080 mahasiswa. (abw/ila/ctk/nto)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru