Meski demikian, defisit ini dapat ditutup sepenuhnya melalui Pembiayaan Netto daerah.
“Defisit ditutup dari Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp226,073 miliar yang sebagian besar bersumber dari penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. Dengan perincian tersebut, maka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan berada pada posisi nihil atau zero balance,” paparnya.
Menutup laporannya, Yetro memberikan catatan penting kepada pihak eksekutif agar segera memaksimalkan sisa waktu tahun anggaran berjalan.
“Kami mendorong percepatan realisasi keuangan dan kemajuan fisik agar pelaksanaan belanja tidak terkonsentrasi di akhir tahun. Ini sangat penting agar APBD bisa lebih optimal memberikan dampak pada pergerakan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Yetro. (her)
Meski demikian, defisit ini dapat ditutup sepenuhnya melalui Pembiayaan Netto daerah.
“Defisit ditutup dari Penerimaan Pembiayaan sebesar Rp226,073 miliar yang sebagian besar bersumber dari penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya. Dengan perincian tersebut, maka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan berada pada posisi nihil atau zero balance,” paparnya.
Menutup laporannya, Yetro memberikan catatan penting kepada pihak eksekutif agar segera memaksimalkan sisa waktu tahun anggaran berjalan.
“Kami mendorong percepatan realisasi keuangan dan kemajuan fisik agar pelaksanaan belanja tidak terkonsentrasi di akhir tahun. Ini sangat penting agar APBD bisa lebih optimal memberikan dampak pada pergerakan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Yetro. (her)