Targetkan 500 Unit, Pembangunan Gerai Koperasi Kejar Kuantitas dan Kualitas Infrastruktur

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menetapkan target ambisius dalam program pembangunan Koperasi Merah Putih.

Sebanyak 500 unit atau setara dengan 30 persen dari total rencana pembangunan ditargetkan rampung pada Maret 2026 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Asisten Ekbang Setda Provinsi Kalteng Herson B. Aden dalam wawancara usai rapat evaluasi kesiapan Koperasi Merah Putih, Senin (19/1/26). Percepatan pembangunan ini terus digenjot meski menghadapi tantangan geografis dan regulasi lahan.

“Targetnya sebetulnya paling tidak 30 persen dari total ini harus selesai di bulan Maret ini, yaitu 500 gerai. Ini bergerak terus setiap hari,” ujar pejabat Pemprov Kalteng usai memimpin rapat evaluasi.

Baca Juga :  Kerjasama Strategis, Bank Kalteng dan USAID SEGAR Tandatangani MoU untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan

Berdasarkan data terbaru per 20 Januari 2026, realisasi pembangunan di lapangan menunjukkan progres positif. Dari total 1.542 unit yang direncanakan tersebar di seluruh wilayah Kalteng, sebanyak 271 unit telah menunjukkan perkembangan fisik.

“Dari data yang ada, sudah 100 unit yang selesai dibangun dan 171 unit sedang dalam proses pembangunan (sementara bangun),” rincinya.

Pembangunan gerai koperasi ini tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas infrastruktur. Unit koperasi dibangun oleh PT Agrinas dengan standar bangunan permanen beton, bukan kayu, menyerupai konsep ritel modern.

Electronic money exchangers listing

Selain itu, koperasi ini dirancang untuk menjadi pusat ekonomi desa yang mandiri energi dan teknologi. Pemerintah daerah berkomitmen melengkapi gerai-gerai tersebut dengan panel surya (solar cell) untuk wilayah yang belum teraliri listrik, serta akses internet berbasis satelit Starlink.

Baca Juga :  Usai Tinjau Kebun Singkong di Gumas, Prabowo Langsung Kembali

“Nanti juga ada mitra perbankan seperti BRI, Bank Kalteng, dan Mandiri yang membuka layanan di sana. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Ibukota Kecamatan,” tambahnya.

Guna mengejar sisa target menuju angka 500 unit dalam dua bulan ke depan, Pemprov Kalteng terus berkoordinasi dengan pihak Kodam dan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat proses clearing lahan.

Lahan seluas minimal 600 meter persegi menjadi syarat mutlak agar PT Agrinas dapat segera memulai konstruksi fisik di lokasi yang telah ditentukan. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menetapkan target ambisius dalam program pembangunan Koperasi Merah Putih.

Sebanyak 500 unit atau setara dengan 30 persen dari total rencana pembangunan ditargetkan rampung pada Maret 2026 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Asisten Ekbang Setda Provinsi Kalteng Herson B. Aden dalam wawancara usai rapat evaluasi kesiapan Koperasi Merah Putih, Senin (19/1/26). Percepatan pembangunan ini terus digenjot meski menghadapi tantangan geografis dan regulasi lahan.

Electronic money exchangers listing

“Targetnya sebetulnya paling tidak 30 persen dari total ini harus selesai di bulan Maret ini, yaitu 500 gerai. Ini bergerak terus setiap hari,” ujar pejabat Pemprov Kalteng usai memimpin rapat evaluasi.

Baca Juga :  Kerjasama Strategis, Bank Kalteng dan USAID SEGAR Tandatangani MoU untuk Kelapa Sawit Berkelanjutan

Berdasarkan data terbaru per 20 Januari 2026, realisasi pembangunan di lapangan menunjukkan progres positif. Dari total 1.542 unit yang direncanakan tersebar di seluruh wilayah Kalteng, sebanyak 271 unit telah menunjukkan perkembangan fisik.

“Dari data yang ada, sudah 100 unit yang selesai dibangun dan 171 unit sedang dalam proses pembangunan (sementara bangun),” rincinya.

Pembangunan gerai koperasi ini tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas infrastruktur. Unit koperasi dibangun oleh PT Agrinas dengan standar bangunan permanen beton, bukan kayu, menyerupai konsep ritel modern.

Selain itu, koperasi ini dirancang untuk menjadi pusat ekonomi desa yang mandiri energi dan teknologi. Pemerintah daerah berkomitmen melengkapi gerai-gerai tersebut dengan panel surya (solar cell) untuk wilayah yang belum teraliri listrik, serta akses internet berbasis satelit Starlink.

Baca Juga :  Usai Tinjau Kebun Singkong di Gumas, Prabowo Langsung Kembali

“Nanti juga ada mitra perbankan seperti BRI, Bank Kalteng, dan Mandiri yang membuka layanan di sana. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Ibukota Kecamatan,” tambahnya.

Guna mengejar sisa target menuju angka 500 unit dalam dua bulan ke depan, Pemprov Kalteng terus berkoordinasi dengan pihak Kodam dan pemerintah kabupaten/kota untuk mempercepat proses clearing lahan.

Lahan seluas minimal 600 meter persegi menjadi syarat mutlak agar PT Agrinas dapat segera memulai konstruksi fisik di lokasi yang telah ditentukan. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru