PALANGKA RAYA โ Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengharapkan agar
peringatan hari kemerdekaan yang ke-74 ini memacu semua pihak untuk terus
menjaga dan memperjuangkan kemerdekaan. Termasuk merdeka dari asap akibat
kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Diungkapkannya, kabut asap akibat karhutla menjadi
perhatian serius pemerintah karena dampak dari asap tersebut merugikan sejumlah
sektor. Saat ini, lanjutnya, pemerintah terus berupaya mencegah karhutla secara
maksimal.
รขโฌลBantuan dari pusat pun sudah dilaksanakan berkenaan
dengan pencegahan karhutla ini,รขโฌย ungkapnya usai upacara detik-detik proklamasi
HUT ke-74 Republik Indonesia di, Sabtu (17/8).
Dijelaskannya, permasalahan karhutla ini tidak
terlepas juga karena wilayah Kalteng yang sebagiannya lahan gambut. Pasalnya
pemadaman dilahan gambut cukup menyita tenaga dan dampak yang ditimbulkan cukup
menyita perhatian dan merugikan.
รขโฌลPemprov Kalteng beberapa kali telah berkomunikasi
dengan pemerintah pusat perihal upaya mencegah kabut asap di Kalteng,รขโฌย ujarnya.
Menurutnya, agar Kalteng merdeka dari kabut asap
adalah dengan melakukan pelepasan sebagian kawasan hutan. Jadi, tambah Habib,
langkah ini menjadi bagian penting pemerintah dalam mencegah karhutla.
รขโฌลTidak hanya saat terjadinya kebakaran, tapi
jauh-jauh waktu sebelum itu sudah ada upaya,รขโฌย tegasnya.
Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP)
nanti, pemerintah mengharapkan pembagian kawasan hutan dan nonhutan lebih
memerhatikan kepentingan daerah. Sehingga dalam RTRWP itu nantinya 40 persen
untuk area penggunaan lain (APL) atau nonhutan dan 60 persen bisa diperuntukkan
bagi kawasan hutan.
รขโฌลSaat ini dari 15 juta hektare lebih luas wilayah
Kalteng, hanya sekitar 17 persen yang merupakan APL. Artinya kondisi sekarang
ini ada sekitar 83 persen kawasan hutan yang tidak ada pemiliknya,รขโฌย pungkasnya.
(abw/uni/ctk/nto)