25.1 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Kalteng Harus Merdeka dari Asap

PALANGKA RAYA โ€“ Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengharapkan agar
peringatan hari kemerdekaan yang ke-74 ini memacu semua pihak untuk terus
menjaga dan memperjuangkan kemerdekaan. Termasuk merdeka dari asap akibat
kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Diungkapkannya, kabut asap akibat karhutla menjadi
perhatian serius pemerintah karena dampak dari asap tersebut merugikan sejumlah
sektor. Saat ini, lanjutnya, pemerintah terus berupaya mencegah karhutla secara
maksimal.

รขโ‚ฌล“Bantuan dari pusat pun sudah dilaksanakan berkenaan
dengan pencegahan karhutla ini,รขโ‚ฌย ungkapnya usai upacara detik-detik proklamasi
HUT ke-74 Republik Indonesia di, Sabtu (17/8).

Dijelaskannya, permasalahan karhutla ini tidak
terlepas juga karena wilayah Kalteng yang sebagiannya lahan gambut. Pasalnya
pemadaman dilahan gambut cukup menyita tenaga dan dampak yang ditimbulkan cukup
menyita perhatian dan merugikan.

Baca Juga :  Gubernur Minta Faskes di Kalteng Segera Turunkan Tarif PCR

รขโ‚ฌล“Pemprov Kalteng beberapa kali telah berkomunikasi
dengan pemerintah pusat perihal upaya mencegah kabut asap di Kalteng,รขโ‚ฌย ujarnya.

Menurutnya, agar Kalteng merdeka dari kabut asap
adalah dengan melakukan pelepasan sebagian kawasan hutan. Jadi, tambah Habib,
langkah ini menjadi bagian penting pemerintah dalam mencegah karhutla.

รขโ‚ฌล“Tidak hanya saat terjadinya kebakaran, tapi
jauh-jauh waktu sebelum itu sudah ada upaya,รขโ‚ฌย tegasnya.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP)
nanti, pemerintah mengharapkan pembagian kawasan hutan dan nonhutan lebih
memerhatikan kepentingan daerah. Sehingga dalam RTRWP itu nantinya 40 persen
untuk area penggunaan lain (APL) atau nonhutan dan 60 persen bisa diperuntukkan
bagi kawasan hutan.

รขโ‚ฌล“Saat ini dari 15 juta hektare lebih luas wilayah
Kalteng, hanya sekitar 17 persen yang merupakan APL. Artinya kondisi sekarang
ini ada sekitar 83 persen kawasan hutan yang tidak ada pemiliknya,รขโ‚ฌย pungkasnya.
(abw/uni
/ctk/nto)

Baca Juga :  Dukung Pegembangan UMKM di Desa

PALANGKA RAYA โ€“ Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengharapkan agar
peringatan hari kemerdekaan yang ke-74 ini memacu semua pihak untuk terus
menjaga dan memperjuangkan kemerdekaan. Termasuk merdeka dari asap akibat
kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Diungkapkannya, kabut asap akibat karhutla menjadi
perhatian serius pemerintah karena dampak dari asap tersebut merugikan sejumlah
sektor. Saat ini, lanjutnya, pemerintah terus berupaya mencegah karhutla secara
maksimal.

รขโ‚ฌล“Bantuan dari pusat pun sudah dilaksanakan berkenaan
dengan pencegahan karhutla ini,รขโ‚ฌย ungkapnya usai upacara detik-detik proklamasi
HUT ke-74 Republik Indonesia di, Sabtu (17/8).

Dijelaskannya, permasalahan karhutla ini tidak
terlepas juga karena wilayah Kalteng yang sebagiannya lahan gambut. Pasalnya
pemadaman dilahan gambut cukup menyita tenaga dan dampak yang ditimbulkan cukup
menyita perhatian dan merugikan.

Baca Juga :  Gubernur Minta Faskes di Kalteng Segera Turunkan Tarif PCR

รขโ‚ฌล“Pemprov Kalteng beberapa kali telah berkomunikasi
dengan pemerintah pusat perihal upaya mencegah kabut asap di Kalteng,รขโ‚ฌย ujarnya.

Menurutnya, agar Kalteng merdeka dari kabut asap
adalah dengan melakukan pelepasan sebagian kawasan hutan. Jadi, tambah Habib,
langkah ini menjadi bagian penting pemerintah dalam mencegah karhutla.

รขโ‚ฌล“Tidak hanya saat terjadinya kebakaran, tapi
jauh-jauh waktu sebelum itu sudah ada upaya,รขโ‚ฌย tegasnya.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP)
nanti, pemerintah mengharapkan pembagian kawasan hutan dan nonhutan lebih
memerhatikan kepentingan daerah. Sehingga dalam RTRWP itu nantinya 40 persen
untuk area penggunaan lain (APL) atau nonhutan dan 60 persen bisa diperuntukkan
bagi kawasan hutan.

รขโ‚ฌล“Saat ini dari 15 juta hektare lebih luas wilayah
Kalteng, hanya sekitar 17 persen yang merupakan APL. Artinya kondisi sekarang
ini ada sekitar 83 persen kawasan hutan yang tidak ada pemiliknya,รขโ‚ฌย pungkasnya.
(abw/uni
/ctk/nto)

Baca Juga :  Dukung Pegembangan UMKM di Desa

Terpopuler

Artikel Terbaru