27.7 C
Jakarta
Thursday, April 3, 2025

Luncurkan Pasar Murah Mahasiswa Kalteng, Gubernur Serahkan TABE Wirausaha

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran meluncurkan pasar murah untuk mahasiwa, dan sekaligus memberikan program beasiswa TABE untuk wirausaha. Kegiatan digelar di halaman Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, Minggu (18/8).

Sugianto Sabran mengungkapkan perjalanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat dirinya menjabat di periode pertama masih belum bisa memprogramkan bantuan beasiswa dan pasar murah.

“Tahun pertama 2016, 2017, 2018 kami belum bisa seperti sekarang, karena menyangkut APBD fokus kepada infrastruktur dan perekonomian. Tetapi sekarang karena APBD kita naik, sehingga bisa memberi bantuan kepada mahasiswa biarpun belum maksimal,” ujarnya.

Ia berharap gubernur berikutnya, bantuan beasiswa TABE naik lagi di angka Rp 5 juta per mahasiswa penerima. Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan, kegiatan ini bentuk perhatian pemerintah provinsi melalui gubernur yang selalu peduli terhadap peningkatan sumber daya manusia.

”Kalteng adalah provinsi penyanggga IKN. Oleh karenanya perhatian terhadap dunia pendidikan menjadi keharusan bagi Pemerintah Provinsi Kalteng,” ujarnya.

Baca Juga :  LPTQ Garda Terdepan Dalam Melestarikan, Menghafal dan Memahami Alquran

Di kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran mengimbau kepada mahaiswa agar bisa memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif. Terutama bisa mengaktualisasi diri dan senantiasa untuk belajar.

”Karena seiring dengan situasi manusia yang bertambah makin kompetitif, adik adik harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang,”ujarnya.

Sedangkan terkait program ini,  Sekda Kalteng Nuryakin mengatakan bahwa pasar murah untuk mahasiswa kurang mampu dan launching beasiswa TABE wirausaha ini, betul-betul diinisiasi Pemprov Kalteng.

”Kegiatan ini merupakan program dari Pemprov Kalteng yang diinisiasi gubernur. Tujuannnya untuk membantu rekan-rekan mahasiswa yang kurang mampu dan perantauan untuk bisa menikmati kehidupan yang layak dalam konsumsi sehari-hari,” ujarnya.

Dia menerangkan, peluncuran TABE wirausaha merupakan kegiatan kerjasama pemerintah provinsi (pemprov) dengan Bank Kalteng.

”Kita akan menumbuhkan wirausaha muda sebanyak 945 orang, bahwa ini adalah mahasiswa yang sudah mempunyai usaha. Kita akan membantu melalui CSR Bank Kalteng sesuai dengan tujuan pak gubernur, yaitu masing-masing mahasiswa yang sudah mendaftarkan dirinya selaku wirausaha muda sebesar Rp 1 juta,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda: PNS Harus Profesional, Inovatif dan Berdedikasi

”Kita harapkan dari 945 orang ini, misalnya 50 persen bisa meningkat menjadi wirausaha yang benaran. Maka akan membuat perekonomian di lingkungan mahasiswa atau di tingkat regional bisa meningkat ke depan,” bebernya.

Dia juga menjelaskan, pasar murah akan membagikan paket sebanyak 6000 paket dengan isinya paket beras 10 kilogram 1 liter minyak goreng gula 1 kilogram,   kue kering 1 kaleng sirup 1 botol, susu 1 kaleng, sirup satu botol dan daging ayam 900 gram.

”Harga di pasaran sebenarnya Rp 327 ribu, tetapi Pemprov Kalteng mensubsidi semua paket ini sebesar 307 ribu rupiah. Sehingga hanya perlu menebus sebesar Rp 20 ribu rupiah,” tandasnya.(hfz/hnd)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran meluncurkan pasar murah untuk mahasiwa, dan sekaligus memberikan program beasiswa TABE untuk wirausaha. Kegiatan digelar di halaman Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, Minggu (18/8).

Sugianto Sabran mengungkapkan perjalanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat dirinya menjabat di periode pertama masih belum bisa memprogramkan bantuan beasiswa dan pasar murah.

“Tahun pertama 2016, 2017, 2018 kami belum bisa seperti sekarang, karena menyangkut APBD fokus kepada infrastruktur dan perekonomian. Tetapi sekarang karena APBD kita naik, sehingga bisa memberi bantuan kepada mahasiswa biarpun belum maksimal,” ujarnya.

Ia berharap gubernur berikutnya, bantuan beasiswa TABE naik lagi di angka Rp 5 juta per mahasiswa penerima. Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan, kegiatan ini bentuk perhatian pemerintah provinsi melalui gubernur yang selalu peduli terhadap peningkatan sumber daya manusia.

”Kalteng adalah provinsi penyanggga IKN. Oleh karenanya perhatian terhadap dunia pendidikan menjadi keharusan bagi Pemerintah Provinsi Kalteng,” ujarnya.

Baca Juga :  LPTQ Garda Terdepan Dalam Melestarikan, Menghafal dan Memahami Alquran

Di kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kalteng Ivo Sugianto Sabran mengimbau kepada mahaiswa agar bisa memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif. Terutama bisa mengaktualisasi diri dan senantiasa untuk belajar.

”Karena seiring dengan situasi manusia yang bertambah makin kompetitif, adik adik harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang,”ujarnya.

Sedangkan terkait program ini,  Sekda Kalteng Nuryakin mengatakan bahwa pasar murah untuk mahasiswa kurang mampu dan launching beasiswa TABE wirausaha ini, betul-betul diinisiasi Pemprov Kalteng.

”Kegiatan ini merupakan program dari Pemprov Kalteng yang diinisiasi gubernur. Tujuannnya untuk membantu rekan-rekan mahasiswa yang kurang mampu dan perantauan untuk bisa menikmati kehidupan yang layak dalam konsumsi sehari-hari,” ujarnya.

Dia menerangkan, peluncuran TABE wirausaha merupakan kegiatan kerjasama pemerintah provinsi (pemprov) dengan Bank Kalteng.

”Kita akan menumbuhkan wirausaha muda sebanyak 945 orang, bahwa ini adalah mahasiswa yang sudah mempunyai usaha. Kita akan membantu melalui CSR Bank Kalteng sesuai dengan tujuan pak gubernur, yaitu masing-masing mahasiswa yang sudah mendaftarkan dirinya selaku wirausaha muda sebesar Rp 1 juta,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda: PNS Harus Profesional, Inovatif dan Berdedikasi

”Kita harapkan dari 945 orang ini, misalnya 50 persen bisa meningkat menjadi wirausaha yang benaran. Maka akan membuat perekonomian di lingkungan mahasiswa atau di tingkat regional bisa meningkat ke depan,” bebernya.

Dia juga menjelaskan, pasar murah akan membagikan paket sebanyak 6000 paket dengan isinya paket beras 10 kilogram 1 liter minyak goreng gula 1 kilogram,   kue kering 1 kaleng sirup 1 botol, susu 1 kaleng, sirup satu botol dan daging ayam 900 gram.

”Harga di pasaran sebenarnya Rp 327 ribu, tetapi Pemprov Kalteng mensubsidi semua paket ini sebesar 307 ribu rupiah. Sehingga hanya perlu menebus sebesar Rp 20 ribu rupiah,” tandasnya.(hfz/hnd)

Terpopuler

Artikel Terbaru