Gubernur Soroti Hidran Tak Berfungsi Saat Gedung Kesra Kalteng Terbakar

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menyoroti tidak berfungsinya fasilitas hidran air saat kebakaran melanda Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di kompleks Kantor Gubernur Kalteng pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Kondisi tersebut sempat menyulitkan proses pemadaman.

Dalam tinjauannya di lokasi, Agustiar menegaskan fasilitas hidran seharusnya dapat digunakan saat terjadi kebakaran.

“Hidrannya tidak jalan. Harusnya kalau hidran jalan, kondisinya bisa berbeda. Ini menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi bagi kita semua,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyatakan titik awal kemunculan api serta penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Penyelidikan secara menyeluruh terkait peristiwa tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

“Kami belum tahu pasti. Ada informasi dari petugas jaga, tetapi penyebabnya masih harus menunggu hasil penyelidikan,” katanya.

Baca Juga :  Warga Geger, Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas Mengambang di G Obos Ujung Palangka Raya

Terkait dampak kebakaran terhadap instansi pemerintahan, Agustiar menjamin pelayanan publik tidak akan terhenti. Seluruh aktivitas perkantoran dari gedung yang terbakar akan direlokasi sementara ke bangunan lain agar operasional tetap berjalan.

“Pelayanan tetap berjalan, hanya sementara akan beralih tempat sampai proses perbaikan dilakukan,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Ketua Regu Jaga Malam Satpol PP Kalteng, Mestyan, juga mengungkapkan fasilitas hidran di gedung tersebut dalam keadaan tidak aktif saat para petugas mencoba memadamkan kobaran api.

Padahal, saat patroli sebelumnya, area gedung terpantau aman dan sama sekali tidak ada tanda-tanda aktivitas orang di sekitar lokasi.

“Saat patroli sekitar pukul 02.00 lewat, teman saya melihat api dan berteriak. Kami langsung menghubungi Damkar dan mencoba membuka hidran, tetapi tidak bisa terbuka dan airnya kosong,” ujarnya ketika berada di lokasi kebakaran mendampingi Gubernur.

Baca Juga :  PSU Barito Utara Memanas, Gubernur Kalteng Imbau Jaga Kedamaian

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, yang lebih dahulu meninjau kondisi kebakaran, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan api benar-benar padam dan area tersebut aman.

Terkait penyelidikan penyebab kebakaran, Linae menyatakan pihak Pemprov menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Sekarang upaya kita adalah memadamkan dulu. Sesudah ini, tentunya kalau sudah aman baru nanti dari kepolisian dan pihak-pihak berwenang yang akan melakukan investigasi lebih lanjut,” pungkas Linae.

Hingga saat ini, proses pendinginan masih terus dilakukan oleh tim pemadam kebakaran, sembari menunggu pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, menyoroti tidak berfungsinya fasilitas hidran air saat kebakaran melanda Gedung Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di kompleks Kantor Gubernur Kalteng pada Rabu (12/8/2026) dini hari. Kondisi tersebut sempat menyulitkan proses pemadaman.

Dalam tinjauannya di lokasi, Agustiar menegaskan fasilitas hidran seharusnya dapat digunakan saat terjadi kebakaran.

“Hidrannya tidak jalan. Harusnya kalau hidran jalan, kondisinya bisa berbeda. Ini menjadi pembelajaran dan bahan evaluasi bagi kita semua,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Lebih lanjut, Gubernur menyatakan titik awal kemunculan api serta penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Penyelidikan secara menyeluruh terkait peristiwa tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

“Kami belum tahu pasti. Ada informasi dari petugas jaga, tetapi penyebabnya masih harus menunggu hasil penyelidikan,” katanya.

Baca Juga :  Warga Geger, Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas Mengambang di G Obos Ujung Palangka Raya

Terkait dampak kebakaran terhadap instansi pemerintahan, Agustiar menjamin pelayanan publik tidak akan terhenti. Seluruh aktivitas perkantoran dari gedung yang terbakar akan direlokasi sementara ke bangunan lain agar operasional tetap berjalan.

“Pelayanan tetap berjalan, hanya sementara akan beralih tempat sampai proses perbaikan dilakukan,” tegasnya.

Ketua Regu Jaga Malam Satpol PP Kalteng, Mestyan, juga mengungkapkan fasilitas hidran di gedung tersebut dalam keadaan tidak aktif saat para petugas mencoba memadamkan kobaran api.

Padahal, saat patroli sebelumnya, area gedung terpantau aman dan sama sekali tidak ada tanda-tanda aktivitas orang di sekitar lokasi.

“Saat patroli sekitar pukul 02.00 lewat, teman saya melihat api dan berteriak. Kami langsung menghubungi Damkar dan mencoba membuka hidran, tetapi tidak bisa terbuka dan airnya kosong,” ujarnya ketika berada di lokasi kebakaran mendampingi Gubernur.

Baca Juga :  PSU Barito Utara Memanas, Gubernur Kalteng Imbau Jaga Kedamaian

Di sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, yang lebih dahulu meninjau kondisi kebakaran, menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan api benar-benar padam dan area tersebut aman.

Terkait penyelidikan penyebab kebakaran, Linae menyatakan pihak Pemprov menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

“Sekarang upaya kita adalah memadamkan dulu. Sesudah ini, tentunya kalau sudah aman baru nanti dari kepolisian dan pihak-pihak berwenang yang akan melakukan investigasi lebih lanjut,” pungkas Linae.

Hingga saat ini, proses pendinginan masih terus dilakukan oleh tim pemadam kebakaran, sembari menunggu pihak kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru