PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan ekosistem gambut yang berkelanjutan. Melalui kegiatan Pengelolaan Kolaboratif KHDTK Tumbang Nusa: Mitigasi dan Adaptasi Bencana serta Pengembangan Pengelolaan Gambut Indonesia, berbagai pemangku kepentingan berkumpul untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pengelolaan gambut yang berbasis ilmu pengetahuan dan partisipasi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan laporan dan arahan dari para pimpinan kementerian, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan perlengkapan lapangan kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Selanjutnya, peserta meninjau berbagai kegiatan di lapangan, mulai dari Camppeat, persemaian permanen Tumbang Nusa, pemasangan alat pengukur tinggi muka air (TMA), hingga penanaman pohon sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem gambut. Pada saat yang sama, peningkatan kapasitas MPA melalui penyadartahuan mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi kehutanan juga menjadi agenda penting untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke RePeat serta diskusi yang menjadi wadah berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi pengelolaan gambut yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa pengelolaan gambut tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Upaya mitigasi dan adaptasi bencana harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat serta penerapan teknologi dan data ilmiah agar ekosistem gambut tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” tutupnya.(hms/nue/kpg)

