26.2 C
Jakarta
Friday, March 6, 2026

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Turun 1,75 Persen, Pemprov Kalteng Tetap Siaga

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran SIKom melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Ir Leonard S Ampung MM MT mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional Operasi Ketupat Telabang 2026 di Palangka Raya, Kamis (5/3).

Leonard yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kalteng menyampaikan bahwa dalam beberapa minggu ke depan umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, Idul Fitri bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi momentum meningkatnya pergerakan masyarakat, baik untuk mudik maupun berkunjung ke tempat wisata di wilayah hukum Polda Kalteng.

“Beberapa minggu ke depan kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Idul Fitri bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga momentum pergerakan masyarakat, baik mudik maupun kunjungan ke tempat wisata di wilayah hukum Polda Kalteng,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebanyak 1.542 Koperasi Merah Putih Siap Gerakkan Ekonomi di Kalteng

Ia menjelaskan, pergerakan masyarakat pada momentum mudik tahun 2026 diprediksi mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025. Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang selama masa mudik.

Leonard juga menekankan sejumlah poin strategis yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, kesiapan infrastruktur jalan. Ia menginstruksikan kepada Dinas PUPR untuk bersinergi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta instansi terkait guna memastikan jalur utama mudik, termasuk jalan lingkar dan titik rawan, dalam kondisi layak dan aman dilalui.

Electronic money exchangers listing

Kedua, sektor keamanan dan ketertiban. Melalui sinergi dengan TNI dan Polri dalam Operasi Ketupat Telabang 2026, keamanan di titik-titik keramaian seperti terminal, pelabuhan, dan bandara harus terjamin.

Selanjutnya, ketersediaan bahan pokok dan BBM. Ia meminta agar stabilitas harga serta ketersediaan stok pangan di pasar terus dipantau, termasuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang.

Baca Juga :  Open Turnamen Catur Gubernur Cup 2025 Resmi Dimulai, Diikuti 630 Pecatur se-Indonesia

Selain itu, pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian dengan menyiagakan posko kesehatan dan fasilitas medis selama 24 jam di sepanjang jalur mudik guna mengantisipasi kondisi darurat.

“Semangat Huma Betang, mari kita jaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Tambun Bungai ini sehingga suasana mudik tetap kondusif dan penuh keberkahan,” tegas Leonard.

Ia menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan mudik sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi semua pihak. Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam pelaksanaan tugas.

“Pastikan setiap masyarakat yang pulang ke kampung halaman merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik,” pungkasnya. (hms/nue/kpg)

 

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO  – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran SIKom melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Ir Leonard S Ampung MM MT mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional Operasi Ketupat Telabang 2026 di Palangka Raya, Kamis (5/3).

Leonard yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kalteng menyampaikan bahwa dalam beberapa minggu ke depan umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, Idul Fitri bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi momentum meningkatnya pergerakan masyarakat, baik untuk mudik maupun berkunjung ke tempat wisata di wilayah hukum Polda Kalteng.

Electronic money exchangers listing

“Beberapa minggu ke depan kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Idul Fitri bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga momentum pergerakan masyarakat, baik mudik maupun kunjungan ke tempat wisata di wilayah hukum Polda Kalteng,” ujarnya.

Baca Juga :  Sebanyak 1.542 Koperasi Merah Putih Siap Gerakkan Ekonomi di Kalteng

Ia menjelaskan, pergerakan masyarakat pada momentum mudik tahun 2026 diprediksi mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025. Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang selama masa mudik.

Leonard juga menekankan sejumlah poin strategis yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, kesiapan infrastruktur jalan. Ia menginstruksikan kepada Dinas PUPR untuk bersinergi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta instansi terkait guna memastikan jalur utama mudik, termasuk jalan lingkar dan titik rawan, dalam kondisi layak dan aman dilalui.

Kedua, sektor keamanan dan ketertiban. Melalui sinergi dengan TNI dan Polri dalam Operasi Ketupat Telabang 2026, keamanan di titik-titik keramaian seperti terminal, pelabuhan, dan bandara harus terjamin.

Selanjutnya, ketersediaan bahan pokok dan BBM. Ia meminta agar stabilitas harga serta ketersediaan stok pangan di pasar terus dipantau, termasuk memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang.

Baca Juga :  Open Turnamen Catur Gubernur Cup 2025 Resmi Dimulai, Diikuti 630 Pecatur se-Indonesia

Selain itu, pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian dengan menyiagakan posko kesehatan dan fasilitas medis selama 24 jam di sepanjang jalur mudik guna mengantisipasi kondisi darurat.

“Semangat Huma Betang, mari kita jaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Tambun Bungai ini sehingga suasana mudik tetap kondusif dan penuh keberkahan,” tegas Leonard.

Ia menambahkan, kesuksesan penyelenggaraan mudik sangat bergantung pada sinergi dan kolaborasi semua pihak. Karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada ego sektoral dalam pelaksanaan tugas.

“Pastikan setiap masyarakat yang pulang ke kampung halaman merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik,” pungkasnya. (hms/nue/kpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/