27.2 C
Jakarta
Sunday, January 18, 2026

Program Nasional Terintegrasi, Kalteng Catat Penurunan Stunting dan Pertumbuhan UMKM

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyampaikan gambaran kondisi fiskal daerah di tengah komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sebesar Rp5,3 triliun, belanja langsung atau operasional hanya mencapai Rp1,6 triliun, lebih rendah dibandingkan belanja operasional Tahun 2015 yang mencapai Rp1,9 triliun. Jika disesuaikan dengan nilai mata uang saat itu, angka tersebut dinilai jauh lebih kecil.

“Namun demikian, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan optimal kepada masyarakat,” tegas gubernur, dilansir dari Kalteng Pos, baru-baru ini.

Sejak awal masa jabatannya, Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa Pemprov Kalteng telah menyelaraskan seluruh kebijakan dan program strategis daerah dengan ASTA CITA Presiden RI H. Prabowo Subianto.

Langkah ini dilakukan agar pembangunan daerah tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari kekuatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sejumlah program strategis nasional telah diimplementasikan secara terintegrasi, antara lain Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, program cetak sawah dan lumbung pangan nasional, serta percepatan penurunan stunting.

Di sektor pendidikan, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 422 sekolah yang terdiri dari 250 SMA, 141 SMK, dan 31 sekolah khusus, dengan dukungan 33 satuan pelayanan pemenuhan gizi aktif.

Electronic money exchangers listing

Program Sekolah Rakyat juga telah berjalan di empat wilayah strategis, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Gunung Mas, dan Kotawaringin Timur, sebagai bentuk kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sementara itu, Program Kuliah Gratis Huma Betang (Satu Rumah Satu Sarjana) pada Tahun 2025 telah menjangkau 3.060 mahasiswa melalui kerja sama dengan 32 perguruan tinggi, dan diperluas menjadi 34 kampus mitra dengan target 10.000 mahasiswa penerima manfaat.

Baca Juga :  Aturan Alat Tangkap untuk Produktivitas dan Keberlanjutan

Transformasi digital pendidikan turut dilakukan secara menyeluruh. Seluruh SMA, SMK, dan sekolah khusus di Kalteng kini 100 persen terdigitalisasi melalui pengadaan 4.339 papan tulis interaktif, 874 set panel surya, serta 321 unit akses internet Starlink, termasuk di wilayah pedalaman.

Di bidang kesehatan, Pemprov Kalteng mencatat sebanyak 18.214 warga telah menerima pemeriksaan kesehatan gratis. Integrasi JKN menjangkau 521.338 peserta JKN PBI serta 43.450 peserta JKN PBPU dan PB.

Layanan kesehatan gratis juga meliputi operasi katarak, bibir sumbing, pemeriksaan USG kehamilan, mamografi, intervensi jantung anak, serta pemberian asupan gizi tambahan bagi 273 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis.

Upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2025, angka stunting Kalteng turun 1,4 persen menjadi 22,1 persen dan ditargetkan kembali turun menjadi 20,6 persen.

Di sektor ekonomi, sebanyak 1.542 Koperasi Merah Putih telah terbentuk dan berbadan hukum, terdiri dari 1.407 koperasi desa dan 135 koperasi kelurahan.

Untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi, Pasar Murah digelar di 1.432 desa pada 13 kabupaten dan satu kota, dengan penyaluran lebih dari 600 ribu paket sembako.

Program pemberdayaan ekonomi juga diarahkan pada penciptaan 250 miliarder baru melalui pelatihan gratis UMKM dan IKM.

Selain itu, Huma Betang Night yang digelar setiap akhir pekan mencatat perputaran ekonomi Rp400–500 juta, sekaligus menggerakkan UMKM dan menjaga identitas budaya daerah.

Di bidang infrastruktur, kondisi jalan provinsi mantap mencapai 87,33 persen, sementara jalan nasional mantap 82,30 persen. Sejumlah jembatan strategis dibangun dan dipelihara untuk membuka akses wilayah terisolasi, serta 50 desa memperoleh akses internet baru.

Pemprov Kalteng juga memperkuat perannya sebagai penopang ketahanan pangan nasional melalui program cetak sawah yang telah mencapai 53,31 persen dari target nasional, penyaluran 1.308 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), restocking 177.500 bibit ikan, serta pengembangan Shrimp Estate Berkah Kalteng dengan produksi 349,157 ton udang vaname berorientasi ekspor.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Terima Penghargaan UHC

Atas berbagai capaian tersebut, Kalteng meraih sejumlah penghargaan nasional, di antaranya Pemimpin Daerah Award 2025 kategori Inovasi Pendidikan, TPID Award 2025, Anugerah Bakti Nusantara, serta predikat Provinsi Informatif dari Komisi Informasi RI.

“Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan Kalteng yang semakin merata dan berkeadilan, dari pedalaman hingga perkotaan. Karena masa depan tidak dibangun dari atas ke bawah, tetapi tumbuh dari pedalaman dan bergerak bersama rakyat,” tegas gubernur.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, perbankan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat Kalteng atas dukungan dan kerja sama sepanjang Tahun 2025.

“Capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan, bukan hasil kerja sendiri,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa capaian selama Tahun 2025 bukanlah akhir, melainkan fondasi awal bagi pembangunan Kalteng ke depan, dengan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan komunikasi, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung menjelaskan bahwa forum tersebut dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat terkait kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang Tahun 2025. Informasi tersebut mencakup sektor pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, termasuk keterpaduannya dengan aspek pertahanan dan keamanan, stabilitas ekonomi, serta kondisi makro daerah.

“Forum ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng dalam mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik, sekaligus sebagai sarana komunikasi strategis antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat,” pungkasnya. (*rif/ala/kpg)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyampaikan gambaran kondisi fiskal daerah di tengah komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 sebesar Rp5,3 triliun, belanja langsung atau operasional hanya mencapai Rp1,6 triliun, lebih rendah dibandingkan belanja operasional Tahun 2015 yang mencapai Rp1,9 triliun. Jika disesuaikan dengan nilai mata uang saat itu, angka tersebut dinilai jauh lebih kecil.

“Namun demikian, kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan optimal kepada masyarakat,” tegas gubernur, dilansir dari Kalteng Pos, baru-baru ini.

Electronic money exchangers listing

Sejak awal masa jabatannya, Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa Pemprov Kalteng telah menyelaraskan seluruh kebijakan dan program strategis daerah dengan ASTA CITA Presiden RI H. Prabowo Subianto.

Langkah ini dilakukan agar pembangunan daerah tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari kekuatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sejumlah program strategis nasional telah diimplementasikan secara terintegrasi, antara lain Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, program cetak sawah dan lumbung pangan nasional, serta percepatan penurunan stunting.

Di sektor pendidikan, Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 422 sekolah yang terdiri dari 250 SMA, 141 SMK, dan 31 sekolah khusus, dengan dukungan 33 satuan pelayanan pemenuhan gizi aktif.

Program Sekolah Rakyat juga telah berjalan di empat wilayah strategis, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Gunung Mas, dan Kotawaringin Timur, sebagai bentuk kehadiran negara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sementara itu, Program Kuliah Gratis Huma Betang (Satu Rumah Satu Sarjana) pada Tahun 2025 telah menjangkau 3.060 mahasiswa melalui kerja sama dengan 32 perguruan tinggi, dan diperluas menjadi 34 kampus mitra dengan target 10.000 mahasiswa penerima manfaat.

Baca Juga :  Aturan Alat Tangkap untuk Produktivitas dan Keberlanjutan

Transformasi digital pendidikan turut dilakukan secara menyeluruh. Seluruh SMA, SMK, dan sekolah khusus di Kalteng kini 100 persen terdigitalisasi melalui pengadaan 4.339 papan tulis interaktif, 874 set panel surya, serta 321 unit akses internet Starlink, termasuk di wilayah pedalaman.

Di bidang kesehatan, Pemprov Kalteng mencatat sebanyak 18.214 warga telah menerima pemeriksaan kesehatan gratis. Integrasi JKN menjangkau 521.338 peserta JKN PBI serta 43.450 peserta JKN PBPU dan PB.

Layanan kesehatan gratis juga meliputi operasi katarak, bibir sumbing, pemeriksaan USG kehamilan, mamografi, intervensi jantung anak, serta pemberian asupan gizi tambahan bagi 273 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis.

Upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan angka stunting. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia Tahun 2025, angka stunting Kalteng turun 1,4 persen menjadi 22,1 persen dan ditargetkan kembali turun menjadi 20,6 persen.

Di sektor ekonomi, sebanyak 1.542 Koperasi Merah Putih telah terbentuk dan berbadan hukum, terdiri dari 1.407 koperasi desa dan 135 koperasi kelurahan.

Untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi, Pasar Murah digelar di 1.432 desa pada 13 kabupaten dan satu kota, dengan penyaluran lebih dari 600 ribu paket sembako.

Program pemberdayaan ekonomi juga diarahkan pada penciptaan 250 miliarder baru melalui pelatihan gratis UMKM dan IKM.

Selain itu, Huma Betang Night yang digelar setiap akhir pekan mencatat perputaran ekonomi Rp400–500 juta, sekaligus menggerakkan UMKM dan menjaga identitas budaya daerah.

Di bidang infrastruktur, kondisi jalan provinsi mantap mencapai 87,33 persen, sementara jalan nasional mantap 82,30 persen. Sejumlah jembatan strategis dibangun dan dipelihara untuk membuka akses wilayah terisolasi, serta 50 desa memperoleh akses internet baru.

Pemprov Kalteng juga memperkuat perannya sebagai penopang ketahanan pangan nasional melalui program cetak sawah yang telah mencapai 53,31 persen dari target nasional, penyaluran 1.308 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), restocking 177.500 bibit ikan, serta pengembangan Shrimp Estate Berkah Kalteng dengan produksi 349,157 ton udang vaname berorientasi ekspor.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Terima Penghargaan UHC

Atas berbagai capaian tersebut, Kalteng meraih sejumlah penghargaan nasional, di antaranya Pemimpin Daerah Award 2025 kategori Inovasi Pendidikan, TPID Award 2025, Anugerah Bakti Nusantara, serta predikat Provinsi Informatif dari Komisi Informasi RI.

“Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan Kalteng yang semakin merata dan berkeadilan, dari pedalaman hingga perkotaan. Karena masa depan tidak dibangun dari atas ke bawah, tetapi tumbuh dari pedalaman dan bergerak bersama rakyat,” tegas gubernur.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD, Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, perbankan, dunia usaha, serta seluruh masyarakat Kalteng atas dukungan dan kerja sama sepanjang Tahun 2025.

“Capaian ini merupakan buah dari kerja keras dan kebersamaan seluruh pemangku kepentingan, bukan hasil kerja sendiri,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa capaian selama Tahun 2025 bukanlah akhir, melainkan fondasi awal bagi pembangunan Kalteng ke depan, dengan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan komunikasi, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung menjelaskan bahwa forum tersebut dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat terkait kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang Tahun 2025. Informasi tersebut mencakup sektor pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, termasuk keterpaduannya dengan aspek pertahanan dan keamanan, stabilitas ekonomi, serta kondisi makro daerah.

“Forum ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalteng dalam mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik, sekaligus sebagai sarana komunikasi strategis antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat,” pungkasnya. (*rif/ala/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru