22.4 C
Palangkaraya
Saturday, April 1, 2023

Tahun 2022, Luas Panen Padi di Kalteng Hanya Mencapai 108,23 Ribu Hektare

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Eko Marsoro mengatakan realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember tahun 2022 mencapai sekitar 108,23 ribu hektare. Kondisi itu, dinilai mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan hasil survei KSA (Kerangka Sampel Area), realisasi panen tersebut mengalami penurunan sebesar 17,64 ribu hektare atau 14,02 persen dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 125,87 ribu hektare,” ujarnya, Rabu (1/3) kemarin.

Eko menerangkan, puncak panen padi pada 2022 terjadi pada September. Sedangkan puncak panen tahun 2021 terjadi pada Agustus. Luas panen padi pada September 2022 dikatakannya adalah sebesar 21,32 ribu hectare. Sedangkan pada September 2021 luas panen padi mencapai 21,67 ribu hektare.

Baca Juga :  Gagal Panen, Pemerintah Bakal Tanam Padi Ulang di Kawasa Food Estate

Lebih lanjut lagi, Eko menjelaskan luas panen padi pada Januari 2023 mencapai 590 hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2023 diperkirakan seluas 39,20 ribu hektare.

“Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 diperkirakan mencapai 39,79 ribu hektare atau mengalami kenaikan sekitar 8,75 ribu hektare atau 28,17 persen dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2022 yang sebesar 31,04 ribu hektare,” imbuhnya.

Sementara itu, produksi padi pada tahun 2022 yaitu sebesar 343,92 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling). Produksi padi pada tahun 2022 itu, mengalami penurunan sebanyak 37,27 ribu ton atau 9,78 persen dibandingkan produksi padi di tahun 2021 yang sebesar 381,19 ribu ton GKG.

Baca Juga :  Kalteng Alami Fluktuasi Harga, Pemprov Gencar Pantau Kondisi Pasar

“Produksi beras pada tahun 2022 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 204,29 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 22,14 ribu ton atau 9,78 persen dibandingkan produksi beras di 2021 yang sebesar 226,43 ton,” tandasnya. (mmckalteng)






Reporter: Hfz

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Eko Marsoro mengatakan realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga Desember tahun 2022 mencapai sekitar 108,23 ribu hektare. Kondisi itu, dinilai mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan hasil survei KSA (Kerangka Sampel Area), realisasi panen tersebut mengalami penurunan sebesar 17,64 ribu hektare atau 14,02 persen dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 125,87 ribu hektare,” ujarnya, Rabu (1/3) kemarin.

Eko menerangkan, puncak panen padi pada 2022 terjadi pada September. Sedangkan puncak panen tahun 2021 terjadi pada Agustus. Luas panen padi pada September 2022 dikatakannya adalah sebesar 21,32 ribu hectare. Sedangkan pada September 2021 luas panen padi mencapai 21,67 ribu hektare.

Baca Juga :  Sukseskan Pemilu Serentak, Kapolres Imbau Hal Ini ke Pers dan Pegiat Medsos

Lebih lanjut lagi, Eko menjelaskan luas panen padi pada Januari 2023 mencapai 590 hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2023 diperkirakan seluas 39,20 ribu hektare.

“Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari−April 2023 diperkirakan mencapai 39,79 ribu hektare atau mengalami kenaikan sekitar 8,75 ribu hektare atau 28,17 persen dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari−April 2022 yang sebesar 31,04 ribu hektare,” imbuhnya.

Sementara itu, produksi padi pada tahun 2022 yaitu sebesar 343,92 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling). Produksi padi pada tahun 2022 itu, mengalami penurunan sebanyak 37,27 ribu ton atau 9,78 persen dibandingkan produksi padi di tahun 2021 yang sebesar 381,19 ribu ton GKG.

Baca Juga :  Kalteng Dukung Program Food Estate, Gubernur : Ini Peluang UMKM Kalte

“Produksi beras pada tahun 2022 untuk konsumsi pangan penduduk mencapai 204,29 ribu ton, mengalami penurunan sebanyak 22,14 ribu ton atau 9,78 persen dibandingkan produksi beras di 2021 yang sebesar 226,43 ton,” tandasnya. (mmckalteng)






Reporter: Hfz

Most Read

Artikel Terbaru