PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya membuka Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan membantu mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wisma Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, Rabu (30/9/2026).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja Kota Palangka Raya dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Kementerian Ketenagakerjaan RI.
“Alhamdulillah pada tahun ini kita mendapatkan 28 paket pelatihan dan hari ini kita laksanakan di tahap yang pertama, yaitu 10 paket. Sisanya nanti 18 paket akan dilaksanakan pada kesempatan berikutnya,” ujarnya.
Menurut Zaini, program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemko Palangka Raya dalam mewujudkan visi pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas SDM yang unggul, maju, modern, dan berkelanjutan.
Selain melalui pendidikan formal, peningkatan kapasitas masyarakat juga perlu didukung melalui pendidikan nonformal berupa pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Melalui pelatihan ini kita ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ini juga menjadi salah satu langkah untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran terbuka di Kota Palangka Raya,” katanya.
Sebanyak 133 peserta mengikuti pelatihan tahap pertama yang terdiri dari berbagai bidang keterampilan yang saat ini dibutuhkan masyarakat dan dunia usaha.
Adapun jenis pelatihan yang diberikan meliputi pelayanan pelanggan, practical office, fillet welder SMAW 2F, teknisi perawatan AC residential, servis sepeda motor konvensional, menjahit pakaian dengan mesin, menyiapkan produk roti, hingga cabinet making.
Zaini berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya agar memiliki kompetensi yang mampu bersaing di dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.
“Harapan kita setelah mendapatkan pelatihan, mereka bisa masuk ke dunia kerja, membuka lapangan kerja sendiri, dan ikut meningkatkan pergerakan perekonomian di Kota Palangka Raya,” tuturnya.
Program pelatihan tersebut terbuka bagi masyarakat dan tidak dipungut biaya. Pemko Palangka Raya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan usulan jenis pelatihan yang dianggap relevan dengan kebutuhan saat ini. (adr)


