Juli Jadi Bulan dengan Kebakaran Permukiman Terbanyak di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran di wilayah permukiman Kota Palangka Raya menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Juli menjadi bulan dengan laporan kebakaran permukiman terbanyak sepanjang Januari hingga September, yakni mencapai 16 laporan.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan laporan pada bulan-bulan sebelumnya.

“Pada Juli ada 16 laporan kebakaran di wilayah permukiman,” ujar Alfrianto.

Sebelumnya, pada Januari tercatat empat laporan kebakaran permukiman. Jumlah tersebut meningkat menjadi tujuh laporan pada Februari dan kembali naik menjadi 14 laporan pada Maret.

Pada April terdapat 12 laporan, kemudian turun menjadi tujuh laporan pada Mei. Memasuki Juni, jumlah laporan kembali meningkat menjadi 11 kejadian.

Baca Juga :  Giofani Siap Balas Kekalahan Kalteng Putra di Putaran Pertama

Kebakaran yang terjadi pada Juli juga menyasar beragam objek. Mulai dari kompor dan regulator LPG, bagian depan mobil, dua unit genset dan televisi, kabel NCB, hingga kabel SR di atap rumah dan tiang listrik yang mengalami korsleting.

Dalam salah satu kejadian pada bulan tersebut, kebakaran bahkan menghanguskan 35 rumah di wilayah berbeda serta empat barak.

Electronic money exchangers listing

“Memasuki Agustus, laporan kebakaran di wilayah permukiman tercatat enam kejadian. Namun, pada bulan yang sama kami menerima total 88 laporan kebakaran, yang mayoritas merupakan kebakaran lahan di berbagai wilayah,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berlanjut pada September. Hingga periode tersebut, tercatat 85 laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara dua laporan lainnya merupakan kebakaran gudang.

Baca Juga :  Hadiri Rapat Paripurna, Fairid Paparkan Tiga Raperda Prioritas untuk Pembangunan Daerah

“Kebakaran lahan terjadi di sejumlah lokasi, baik yang jauh maupun berdekatan dengan permukiman warga. Dalam beberapa kejadian, kobaran api turut menghanguskan bangunan walet dan pondok kayu yang berada di sekitar lahan,” tuturnya.

Data tersebut menunjukkan pola kebakaran di Palangka Raya berubah memasuki periode meningkatnya karhutla. Jika pada awal tahun laporan lebih banyak berupa kebakaran di wilayah permukiman, pada Agustus dan September laporan kebakaran didominasi kejadian di lahan.

Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran yang tercatat Disdamkarmat sejak Januari hingga September mencapai sekitar Rp17,06 miliar. Kerugian terbesar tercatat pada Maret, yakni sekitar Rp3,81 miliar. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kebakaran di wilayah permukiman Kota Palangka Raya menunjukkan peningkatan sepanjang 2026. Berdasarkan catatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Juli menjadi bulan dengan laporan kebakaran permukiman terbanyak sepanjang Januari hingga September, yakni mencapai 16 laporan.

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan laporan pada bulan-bulan sebelumnya.

“Pada Juli ada 16 laporan kebakaran di wilayah permukiman,” ujar Alfrianto.

Electronic money exchangers listing

Sebelumnya, pada Januari tercatat empat laporan kebakaran permukiman. Jumlah tersebut meningkat menjadi tujuh laporan pada Februari dan kembali naik menjadi 14 laporan pada Maret.

Pada April terdapat 12 laporan, kemudian turun menjadi tujuh laporan pada Mei. Memasuki Juni, jumlah laporan kembali meningkat menjadi 11 kejadian.

Baca Juga :  Giofani Siap Balas Kekalahan Kalteng Putra di Putaran Pertama

Kebakaran yang terjadi pada Juli juga menyasar beragam objek. Mulai dari kompor dan regulator LPG, bagian depan mobil, dua unit genset dan televisi, kabel NCB, hingga kabel SR di atap rumah dan tiang listrik yang mengalami korsleting.

Dalam salah satu kejadian pada bulan tersebut, kebakaran bahkan menghanguskan 35 rumah di wilayah berbeda serta empat barak.

“Memasuki Agustus, laporan kebakaran di wilayah permukiman tercatat enam kejadian. Namun, pada bulan yang sama kami menerima total 88 laporan kebakaran, yang mayoritas merupakan kebakaran lahan di berbagai wilayah,” ungkapnya.

Kondisi tersebut berlanjut pada September. Hingga periode tersebut, tercatat 85 laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sementara dua laporan lainnya merupakan kebakaran gudang.

Baca Juga :  Hadiri Rapat Paripurna, Fairid Paparkan Tiga Raperda Prioritas untuk Pembangunan Daerah

“Kebakaran lahan terjadi di sejumlah lokasi, baik yang jauh maupun berdekatan dengan permukiman warga. Dalam beberapa kejadian, kobaran api turut menghanguskan bangunan walet dan pondok kayu yang berada di sekitar lahan,” tuturnya.

Data tersebut menunjukkan pola kebakaran di Palangka Raya berubah memasuki periode meningkatnya karhutla. Jika pada awal tahun laporan lebih banyak berupa kebakaran di wilayah permukiman, pada Agustus dan September laporan kebakaran didominasi kejadian di lahan.

Sementara itu, total kerugian akibat kebakaran yang tercatat Disdamkarmat sejak Januari hingga September mencapai sekitar Rp17,06 miliar. Kerugian terbesar tercatat pada Maret, yakni sekitar Rp3,81 miliar. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru