Pemko Kaji Skema PJJ di Tengah Kondisi Kabut Asap Akibat Karhutla yang Masih Melanda Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya tengah mengkaji berbagai langkah, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah setempat.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin. Mengatakan. Salah satu perhatian pemerintah adalah memastikan peserta didik tetap berada di lingkungan yang aman selama pelaksanaan PJJ, dan tidak justru beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

“Nah ini juga termasuk nanti saat ini dari jajaran Disdik, kepala sekolah, guru-guru juga sedang berdiskusi, mengkaji bagaimana apakah PJJ ini supaya lebih maksimal lagi,” katanya, Senin (28/9/2026).

Menurut Fairid, evaluasi diperlukan karena pelaksanaan PJJ tidak boleh dimaknai sebagai masa libur bagi siswa. Pemerintah ingin memastikan proses belajar tetap berjalan sekaligus melindungi anak-anak dari dampak paparan asap.

Baca Juga :  Sinergi Pemprov dan Pemkab/Pemko untuk Mencapai Tujuan Optimalisasi Pengelolaan Pajak

“Maksudnya adalah PJJ kadang-kadang jangan sampai PJJ, tapi anak-anak itu bermain di luar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, salah satu opsi yang sedang dibahas adalah penyediaan ruang khusus yang relatif aman dari paparan asap untuk mendukung kegiatan belajar siswa apabila diperlukan.

“Ataukah kita menyiapkan memang ada suatu ruangan khusus yang memang bebas dari asap supaya bisa melakukan PJJ di situ, atau bagaimana, ya gitu terus,” tambahnya.

Electronic money exchangers listing

Kajian tersebut dilakukan seiring kondisi kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir terpantau cukup pekat di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. Situasi itu tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga aktivitas pendidikan.

Fairid menegaskan, Pemko Palangka Raya terus berupaya memperkuat layanan kesehatan dan perlindungan masyarakat selama masa darurat karhutla, termasuk memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti proses pembelajaran dengan aman.

Baca Juga :  HUT ke-61 Pemko Palangka Raya, DPRD Dorong Peningkatan Pelayanan dan Kinerja OPD

Selain membahas skema PJJ, pemerintah juga memperluas layanan rumah oksigen hingga tingkat posyandu, dan memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Kami memperkuat juga puskesmas. Jajaran Dinkes sudah saya ingatkan juga, tidak hanya sampai di sini. Saya pastikan stok obat dan sarana prasarana harus benar-benar siap, baik di puskesmas maupun RSUD yang ada di Kota Palangka Raya,” tegasnya.

Pemko berharap berbagai langkah yang disiapkan dapat meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat, hingga kondisi kualitas udara kembali membaik. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya tengah mengkaji berbagai langkah, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda wilayah setempat.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin. Mengatakan. Salah satu perhatian pemerintah adalah memastikan peserta didik tetap berada di lingkungan yang aman selama pelaksanaan PJJ, dan tidak justru beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

“Nah ini juga termasuk nanti saat ini dari jajaran Disdik, kepala sekolah, guru-guru juga sedang berdiskusi, mengkaji bagaimana apakah PJJ ini supaya lebih maksimal lagi,” katanya, Senin (28/9/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurut Fairid, evaluasi diperlukan karena pelaksanaan PJJ tidak boleh dimaknai sebagai masa libur bagi siswa. Pemerintah ingin memastikan proses belajar tetap berjalan sekaligus melindungi anak-anak dari dampak paparan asap.

Baca Juga :  Sinergi Pemprov dan Pemkab/Pemko untuk Mencapai Tujuan Optimalisasi Pengelolaan Pajak

“Maksudnya adalah PJJ kadang-kadang jangan sampai PJJ, tapi anak-anak itu bermain di luar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, salah satu opsi yang sedang dibahas adalah penyediaan ruang khusus yang relatif aman dari paparan asap untuk mendukung kegiatan belajar siswa apabila diperlukan.

“Ataukah kita menyiapkan memang ada suatu ruangan khusus yang memang bebas dari asap supaya bisa melakukan PJJ di situ, atau bagaimana, ya gitu terus,” tambahnya.

Kajian tersebut dilakukan seiring kondisi kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir terpantau cukup pekat di sejumlah wilayah Kota Palangka Raya. Situasi itu tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga aktivitas pendidikan.

Fairid menegaskan, Pemko Palangka Raya terus berupaya memperkuat layanan kesehatan dan perlindungan masyarakat selama masa darurat karhutla, termasuk memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti proses pembelajaran dengan aman.

Baca Juga :  HUT ke-61 Pemko Palangka Raya, DPRD Dorong Peningkatan Pelayanan dan Kinerja OPD

Selain membahas skema PJJ, pemerintah juga memperluas layanan rumah oksigen hingga tingkat posyandu, dan memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi meningkatnya gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Kami memperkuat juga puskesmas. Jajaran Dinkes sudah saya ingatkan juga, tidak hanya sampai di sini. Saya pastikan stok obat dan sarana prasarana harus benar-benar siap, baik di puskesmas maupun RSUD yang ada di Kota Palangka Raya,” tegasnya.

Pemko berharap berbagai langkah yang disiapkan dapat meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat, hingga kondisi kualitas udara kembali membaik. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru