PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kota Palangka Raya saat ini tengah menerapkan langkah efisiensi anggaran secara besar-besaran pada sejumlah sektor.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin. Menegaskan bahwa fokus utama pemerintahannya saat ini adalah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat agar tetap kondusif.
Sebelumnya. Pengamat menilai di usia satu tahun pemerintahan Fairid-Zaini, program jaring pengaman sosial berjalan efektif. Namun, ia menyoroti transformasi menuju Smart Governance yang kerap terbentur oleh eksekusi OPD yang masih berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi.
Merespons pandangan tersebut, Fairid menjelaskan bahwa kondisi keuangan pemerintah saat ini mengharuskan adanya penentuan skala prioritas yang sangat ketat. Pemkot tidak bisa mengeksekusi semua program secara bersamaan.
“Di saat ini kan memang pemerintahan lagi mengalami penurunan, efisiensi besar-besaran. Jadi memang harus ada sektor-sektor yang perlu kita perhatikan satu per satu. Kalau dikerjakan semua, mungkin agak kurang maksimal,” urai fairid dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (24/2/26).
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif pemerintah kota dalam menghadapi penyesuaian program kerja. Menurut Fairid, pemerintah harus cermat memilah sektor-sektor prioritas yang perlu ditangani secara bertahap, agar hasil yang dicapai bisa lebih maksimal.
​”Fokus kami pada saat ini adalah bagaimana agar ekonomi stabil dulu. Ekonomi stabil ini artinya supaya tidak ada gejolak di tengah masyarakat. Karena jika dikerjakan semua sekaligus di tengah efisiensi ini, hasilnya mungkin agak kurang maksimal,” tambahnya
Meski mengambil langkah taktis pada sektor ekonomi, Fairid menepis anggapan bahwa pemerintah mengabaikan perbaikan birokrasi. Ia justru sepakat dengan pandangan pengamat. Bahwa integrasi pelayanan dan penghapusan ego sektoral adalah pekerjaan rumah (PR) utama yang sedang digarap.
“Bukan berarti kami tidak menggarap (transformasi pelayanan), sedang digarap dan nanti akan terlihat pada saat implementasinya. Daripada ekonomi susah dan pelayanan juga tidak ada, kita utamakan ekonomi dulu. Tapi saya sepakat, itu memang salah satu PR pemerintah, yakni mentransformasi pelayanan supaya terpadu. Segi pemerintahan diatur agar tidak sendiri-sendiri dan ego sektoral tidak muncul,” tegasnya.
Setelah fondasi ekonomi kuat dan pelayanan dasar terintegrasi, barulah pembangunan di sektor lainnya akan mengiringi. Wali Kota menekankan bahwa pola kerja birokrasi Palangka Raya saat ini menuntut kecermatan ekstra tinggi.
“Saat ini kita bekerja berbeda dari biasanya. Memang harus cermat supaya anggaran itu benar-benar maksimal. Tidak menghambur-hamburkan dan tidak asal, sehingga manfaatnya kena ke semua sektor masyarakat,” pungkasnya. (her)


