PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya terus melakukan evaluasi dan penataan formasi guru sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah negeri yang hingga kini masih mengalami kekurangan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan salah satu solusi jangka pendek yang sedang diupayakan adalah menarik kembali guru ASN yang saat ini mengajar di sekolah swasta untuk ditempatkan di sekolah negeri yang membutuhkan.
“Kami merasakan langsung banyak sekolah yang meminta penempatan guru karena masih kekurangan tenaga pendidik. Sementara kebutuhan guru yang kami usulkan melalui pengadaan PPPK belum sepenuhnya terpenuhi. Dari sekitar 400 orang yang kami usulkan, yang terpenuhi hanya sekitar 180 orang,” kata Jayani usai Rapat Koordinasi Evaluasi dan Penataan Formasi Guru untuk Pemenuhan Kebutuhan Guru pada Sekolah Negeri di Palangka Raya, Rabu (17/6/2026).
Dia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sekolah negeri masih kekurangan guru meskipun telah ada pengangkatan guru paruh waktu.
Menurutnya, saat ini masih terdapat guru negeri atau ASN yang mengajar di sekolah swasta. Padahal, pada prinsipnya guru ASN ditugaskan untuk mengajar di sekolah pemerintah atau sekolah negeri.
“Target kami paling tidak semua guru memahami bahwa guru negeri atau ASN pada dasarnya ditugaskan untuk mengajar di sekolah pemerintah atau sekolah negeri. Karena mereka merupakan ASN, maka mereka juga harus siap dengan konsekuensi sebagai pegawai pemerintah yang digaji untuk menjalankan tugas yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Dia menambahkan, ketika sekolah swasta mengajukan izin operasional, sekolah tersebut pada dasarnya telah menyatakan kesiapan untuk membiayai kegiatan operasional, termasuk honor tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya terus melakukan evaluasi dan penataan formasi guru sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sekolah negeri yang hingga kini masih mengalami kekurangan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan salah satu solusi jangka pendek yang sedang diupayakan adalah menarik kembali guru ASN yang saat ini mengajar di sekolah swasta untuk ditempatkan di sekolah negeri yang membutuhkan.
“Kami merasakan langsung banyak sekolah yang meminta penempatan guru karena masih kekurangan tenaga pendidik. Sementara kebutuhan guru yang kami usulkan melalui pengadaan PPPK belum sepenuhnya terpenuhi. Dari sekitar 400 orang yang kami usulkan, yang terpenuhi hanya sekitar 180 orang,” kata Jayani usai Rapat Koordinasi Evaluasi dan Penataan Formasi Guru untuk Pemenuhan Kebutuhan Guru pada Sekolah Negeri di Palangka Raya, Rabu (17/6/2026).
Dia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sekolah negeri masih kekurangan guru meskipun telah ada pengangkatan guru paruh waktu.
Menurutnya, saat ini masih terdapat guru negeri atau ASN yang mengajar di sekolah swasta. Padahal, pada prinsipnya guru ASN ditugaskan untuk mengajar di sekolah pemerintah atau sekolah negeri.
“Target kami paling tidak semua guru memahami bahwa guru negeri atau ASN pada dasarnya ditugaskan untuk mengajar di sekolah pemerintah atau sekolah negeri. Karena mereka merupakan ASN, maka mereka juga harus siap dengan konsekuensi sebagai pegawai pemerintah yang digaji untuk menjalankan tugas yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya.
Dia menambahkan, ketika sekolah swasta mengajukan izin operasional, sekolah tersebut pada dasarnya telah menyatakan kesiapan untuk membiayai kegiatan operasional, termasuk honor tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.