PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin turun langsung ke Pasar Datah Manuah dan menggelar audiensi bersama pedagang, pelaku usaha, hingga content creator, Kamis (15/1/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat Pasar Datah Manuah sebagai pusat perekonomian masyarakat sekaligus menyerap aspirasi pelaku usaha secara langsung.
Fairid menegaskan, sejak awal 2026 dirinya memang memprioritaskan turun ke kantong-kantong ekonomi rakyat, khususnya pasar tradisional, karena menjadi tempat perputaran ekonomi masyarakat berlangsung setiap hari.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi ruang dialog terbuka membahas arah penataan Pasar Datah Manuah agar lebih tertata, ramai, dan mampu bersaing.
“Sejak awal 2026 saya fokus turun langsung ke kantong-kantong perekonomian masyarakat, salah satunya pasar. Di sanalah roda ekonomi rakyat benar-benar berputar,” kata Fairid.
Ia mengaku mendatangi pasar-pasar di Kota Palangka Raya untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus merancang penataan yang tepat sasaran. Menurutnya, audiensi ini penting agar kebijakan pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan pedagang.
“Saya datang ke pasar satu per satu untuk melihat langsung kondisinya dan bagaimana menatanya ke depan,” ujarnya.
Fairid menjelaskan, tujuan utama audiensi adalah mendengar langsung keinginan pelaku usaha serta mencari kebijakan yang bisa dibijaksanai oleh pemerintah daerah.
“Kita ingin tahu apa yang diinginkan pelaku usaha dan apa yang bisa dibijaksanai oleh pemerintah. Itu tujuan audiensi hari ini,” ucapnya.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas skema pengembangan Pasar Datah Manuah yang tidak semata-mata bergantung pada anggaran pemerintah. Pemerintah membuka ruang berbagai konsep pembangunan dan pengelolaan pasar yang lebih kreatif dan berkelanjutan.
“Kita rencanakan beberapa skema, baik dari sisi pembangunan maupun pengelolaannya. Tidak selalu harus berbicara soal pemerintah mengeluarkan anggaran,” lanjut Fairid.
Isu relokasi pedagang dari kawasan depan TVRI ke Pasar Datah Manuah juga menjadi salah satu topik utama. Fairid menekankan pentingnya strategi meramaikan pasar agar pedagang tidak lagi terpikir kembali berjualan di lokasi lama.
“Kita harus memikirkan bagaimana meramaikan Pasar Datah Manuah ini, supaya pelaku usaha tidak lagi berpikir kembali ke depan TVRI,” tegasnya.
Ia pun mengajak pedagang mengubah pola pikir dengan fokus ke depan demi keberhasilan penataan pasar. Menurut Fairid, keberhasilan pasar tidak bisa dicapai jika terus terpaku pada kondisi masa lalu.
“Kita jangan terus flashback ke belakang. Fokus saja ke depan, bagaimana caranya Pasar Datah Manuah ini bisa ramai dan menjadi pusat aktivitas ekonomi,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, Fairid meminta konsep pengembangan pasar disusun secara bertahap, mulai jangka pendek, menengah, hingga panjang. Momentum Ramadhan disebutnya sebagai peluang terdekat untuk mulai menggerakkan pasar.
“Untuk jangka pendek, kita punya waktu dekat yaitu bulan Ramadhan. Konsepnya saya minta dikembalikan ke pelaku usaha, mau seperti apa Pasar Datah Manuah ke depan,” pungkasnya. (adr)


