PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Di tengah kenaikan harga bahan pokok secara nasional, inflasi di Kota Palangka Raya justru tetap terkendali. Pemerintah setempat memastikan harga kebutuhan pokok masih stabil, meski sejumlah komoditas seperti bawang merah, cabai, dan ayam ras mengalami tekanan di berbagai daerah.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyebut kondisi harga di daerahnya relatif aman karena pasokan terjaga. Stabilitas ini menjadi kunci pengendalian inflasi daerah di tengah dinamika ekonomi dan kenaikan harga di tingkat nasional.
“Memang saat ini hampir semua kabupaten/kota mengalami kenaikan harga, terutama bawang merah, termasuk juga cabai dan ayam ras,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Namun demikian, berdasarkan data pemantauan harga di Pasar Besar per Senin, 13 April 2026, kondisi di Kota Palangka Raya relatif stabil dengan tidak adanya kenaikan signifikan pada komoditas utama.
Data Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian menunjukkan harga beras medium tetap di angka Rp14.000 per kilogram, beras premium Rp17.000 per kilogram, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Selain itu, harga telur ayam ras tercatat stabil di Rp30.400 per kilogram, daging ayam ras Rp35.000 per kilogram, serta minyak goreng kemasan tetap di kisaran Rp15.700 per liter.
Untuk komoditas bawang, baik bawang merah maupun bawang putih juga tidak mengalami perubahan harga, masing-masing berada di angka Rp47.000 dan Rp40.000 per kilogram.
“Alhamdulillah, untuk Palangka Raya kita bisa menjaga pasokan, khususnya bawang merah, sehingga harga tetap stabil,” katanya.
Sementara itu, pada kelompok cabai justru terjadi penurunan harga, seperti cabai rawit hijau yang turun sekitar 7 persen dan cabai rawit merah turun hingga 11 persen.
Di sisi lain, kenaikan hanya terjadi pada komoditas ikan nila yang naik sekitar Rp5.000 per kilogram atau sekitar 11 persen dibandingkan harga sebelumnya.
Dia menilai, stabilitas harga ini merupakan hasil kerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga distribusi dan ketersediaan bahan pokok.
“Hampir semua bisa kita jaga, ini berkat sinergi TPID dalam mengamankan distribusi kebutuhan bahan pokok,” ungkapnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus memantau pergerakan harga secara berkala guna memastikan inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat terjaga. (adr)


