9 Kasus Kebakaran di Palangka Raya Sepanjang April 2026, Kerugian Capai Rp2,8 Miliar

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 9 kejadian kebakaran selama bulan April 2026. Data tersebut dirilis melalui infografis resmi sebagai bentuk transparansi kinerja sekaligus evaluasi penanganan bencana kebakaran di wilayah kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, menyampaikan bahwa dari total kejadian tersebut, terdapat 1 korban luka ringan dengan total kerugian material mencapai sekitar Rp2,8 miliar.

“Rata-rata waktu respons petugas dalam penanganan kebakaran berada di kisaran 10 menit. Ini menjadi indikator kesiapsiagaan tim di lapangan dalam merespons laporan masyarakat,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, tren kejadian kebakaran selama April cukup fluktuatif. Pada pekan pertama terjadi 3 kasus, pekan kedua nihil, kemudian kembali meningkat masing-masing 3 kasus pada pekan ketiga dan keempat.

Baca Juga :  Waspada Karhutla, Kota Palangkaraya Alami Kekeringan Sangat Tinggi

Dari sisi klasifikasi, kebakaran didominasi terjadi di permukiman warga sebanyak 5 kasus, disusul kebakaran akibat listrik 3 kasus, serta 1 kasus pada bangunan usaha. Sementara itu, tidak ditemukan kejadian kebakaran pada lahan atau kebun selama periode tersebut.

“Berdasarkan penyebabnya, korsleting listrik masih menjadi faktor utama dengan 3 kasus, kemudian penggunaan kompor atau gas sebanyak 2 kasus, dan lainnya 4 kasus,” jelas Urianinu.

Sedangkan untuk sebaran wilayah, Kecamatan Pahandut dan Jekan Raya menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, masing-masing mencatat 4 kasus. Kecamatan Sabangau mencatat 1 kasus, sementara Bukit Batu dan Rakumpit tidak terdapat kejadian.

Electronic money exchangers listing

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa dampak dari kejadian kebakaran tersebut mengakibatkan 5 kepala keluarga atau 13 jiwa terdampak, tanpa adanya laporan kerusakan bangunan berat.

Baca Juga :  Pembangunan Masjid Kubah Kecubung Akan Dievaluasi Lagi

Urianinu juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap potensi risiko kebakaran di lingkungan masing-masing. Pastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi kebakaran, guna mempercepat penanganan dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan. (jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 9 kejadian kebakaran selama bulan April 2026. Data tersebut dirilis melalui infografis resmi sebagai bentuk transparansi kinerja sekaligus evaluasi penanganan bencana kebakaran di wilayah kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Urianinu Napulangit, menyampaikan bahwa dari total kejadian tersebut, terdapat 1 korban luka ringan dengan total kerugian material mencapai sekitar Rp2,8 miliar.

“Rata-rata waktu respons petugas dalam penanganan kebakaran berada di kisaran 10 menit. Ini menjadi indikator kesiapsiagaan tim di lapangan dalam merespons laporan masyarakat,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Electronic money exchangers listing

Ia menjelaskan, tren kejadian kebakaran selama April cukup fluktuatif. Pada pekan pertama terjadi 3 kasus, pekan kedua nihil, kemudian kembali meningkat masing-masing 3 kasus pada pekan ketiga dan keempat.

Baca Juga :  Waspada Karhutla, Kota Palangkaraya Alami Kekeringan Sangat Tinggi

Dari sisi klasifikasi, kebakaran didominasi terjadi di permukiman warga sebanyak 5 kasus, disusul kebakaran akibat listrik 3 kasus, serta 1 kasus pada bangunan usaha. Sementara itu, tidak ditemukan kejadian kebakaran pada lahan atau kebun selama periode tersebut.

“Berdasarkan penyebabnya, korsleting listrik masih menjadi faktor utama dengan 3 kasus, kemudian penggunaan kompor atau gas sebanyak 2 kasus, dan lainnya 4 kasus,” jelas Urianinu.

Sedangkan untuk sebaran wilayah, Kecamatan Pahandut dan Jekan Raya menjadi daerah dengan jumlah kejadian tertinggi, masing-masing mencatat 4 kasus. Kecamatan Sabangau mencatat 1 kasus, sementara Bukit Batu dan Rakumpit tidak terdapat kejadian.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa dampak dari kejadian kebakaran tersebut mengakibatkan 5 kepala keluarga atau 13 jiwa terdampak, tanpa adanya laporan kerusakan bangunan berat.

Baca Juga :  Pembangunan Masjid Kubah Kecubung Akan Dievaluasi Lagi

Urianinu juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap potensi risiko kebakaran di lingkungan masing-masing. Pastikan instalasi listrik aman dan tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi kebakaran, guna mempercepat penanganan dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan. (jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru