Ahmad Rifa’i juga mengingatkan masyarakat yang akan membuka maupun mengelola lahan agar sejak awal mempersiapkan sarana pendukung, terutama ketersediaan sumber air.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi kekeringan dan potensi terjadinya karhutla.
“Ke depannya, saya menyarankan kepada masyarakat yang hendak berkebun agar menyediakan sumber air, seperti sarana sumur bor,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi yang ditemukan selama pemantauan akan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Pemantauan lapangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, petugas pemadam, masyarakat, serta seluruh pihak terkait. (tim)
Ahmad Rifa’i juga mengingatkan masyarakat yang akan membuka maupun mengelola lahan agar sejak awal mempersiapkan sarana pendukung, terutama ketersediaan sumber air.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi kekeringan dan potensi terjadinya karhutla.
“Ke depannya, saya menyarankan kepada masyarakat yang hendak berkebun agar menyediakan sumber air, seperti sarana sumur bor,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi yang ditemukan selama pemantauan akan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Pemantauan lapangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau memastikan penanganan karhutla berjalan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, petugas pemadam, masyarakat, serta seluruh pihak terkait. (tim)