PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Perayaan Dharma Santi Nyepi di Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Minggu (19/4), berlangsung khidmat sekaligus meriah.
Nuansa religius berpadu kental dengan adat Dayak, menjadi momentum mempererat kebersamaan umat Hindu Kaharingan usai menjalani Catur Brata Penyepian.
Kegiatan diawali dengan persembahyangan Basarah yang dipimpin pemangku. Dharmawacana disampaikan oleh Pemangku Dr. Anak Agung Gede Wiranata, S.Ag., M.Si.
Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan lebih dari 200 gelang tridatu kepada masyarakat yang hadir sebagai simbol perlindungan dan keseimbangan hidup.
Suasana semakin semarak saat penampilan tari dari Pasraman Kaharati Desa Sigi membuka acara. Gerakan gemulai para penari muda tersebut sukses memukau tamu undangan.
Kekhidmatan kian terasa ketika lantunan “Balian Karunya” dibawakan siswa Pasraman Sawang Untung Balian. Kidung suci itu menyiratkan doa dan harapan kepada Ranying Hatalla Langit agar senantiasa melimpahkan berkah dan kedamaian.
Ketua panitia, Peni Lisari, S.Par., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pemerintah desa, donatur, hingga masyarakat.
“Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama terselenggaranya kegiatan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan (MD-AHK) Kabupaten Pulang Pisau, Berson, S.Ag., menegaskan pentingnya menjaga jati diri dan konsistensi dalam menjalankan ajaran agama di tengah perkembangan zaman. Ia juga berharap pemerintah dapat memberi perhatian lebih terhadap pembangunan rumah ibadah atau balai basarah di Kecamatan Kahayan Tengah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau melalui Plt Kepala Dinas Kesehatan, dr. Pande Putu Gina, yang mewakili bupati, mengapresiasi pelaksanaan Dharma Santi yang rutin digelar setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga mempererat kerukunan antarumat beragama.
“Dharma Santi ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kedamaian di tengah masyarakat. Kami berharap semangat ini terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dr. Pande Putu Gina.
Turut hadir perwakilan Kecamatan Kahayan Tengah, Rektor IAHN TP Palangka Raya, Kapolsek Kahayan Tengah, tokoh lintas agama, serta masyarakat setempat.
Memasuki sesi hiburan, suasana berubah semakin meriah. Lagu rohani dan karungut menggema, menyampaikan pesan moral dan kearifan lokal. Puncaknya, seluruh undangan larut dalam tarian manasai. Gerakan serempak yang penuh kegembiraan itu menjadi simbol persaudaraan, menegaskan bahwa semangat Dharma Santi mampu menyatukan perbedaan dalam harmoni. (art/kpg)


