28.2 C
Jakarta
Sunday, June 16, 2024
spot_img

Sekda Pimpin Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

PULANG PISAU,PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menggelar peringatan ke-116 hari kebangkitan nasional yakni kebangkitan kedua menuju Indonesia emas. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (20/5) dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Pulang Pisau.

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Pulang Pisau Tony Harisinta. Turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut jajaran Forkopimda, Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, para ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, serta Para Pelajar

Sekda saat itu juga membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia  Budi Arie Setiadi.

“Selamat hari kebangkitan nasional ke-116. Semoga selalu kompak dan selalu bersinergi dalam pembangunan daerah,” kata Tony.

Dia mengungkapkan, Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priyayi.

Baca Juga :  Pulpis dapat Bantuan Kapal Feri dari Kementerian Kelautan

“Saat ini kita berada pada fase kebangkitan kedua melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu,” ujar dia.

Menurut dia, kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban melalui inovasi teknologi yang telah mendorong perubahan kehidupan secara revolusioner.

Dia mengungkapkan, embrio Indonesia lahir dari kemajuan modern dan pencerahan dari kaum muda berpendidikan yang tidak kehilangan identitas ke-Indonesiaannya. Embrio indonesia lahir dari keragaman pikiran para kaum muda sebagai “embrio bangsa”.

“Di tangan kaum muda terdidik inilah cita-cita kemerdekaan dan kebebasan dirumuskan dan diperjuangkan,” jelas dia.

Baca Juga :  DP3APPKB Cek Laporan Dugaan Penelantaran Anak di Bukit Rawi, Ini Hasil

Tony menambahkan, alam kemerdekaan hanya bisa dicapai jika manusia setara dan bebas. Manusia yang bebas dan setara hanya dimungkinkan jika manusia tersebut terpelajar dan berpendidikan.

Dari merekalah semangat kebangkitan nasional lahir. Kebangkitan nasional adalah penanda lahirnya zaman baru. Pencetus cara berpikir baru.

“Semangat kebangkitan nasional merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia,” tandasnya. (art/kpg/hnd)

PULANG PISAU,PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menggelar peringatan ke-116 hari kebangkitan nasional yakni kebangkitan kedua menuju Indonesia emas. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (20/5) dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Pulang Pisau.

Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Pulang Pisau Tony Harisinta. Turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut jajaran Forkopimda, Staf Ahli, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, para ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, serta Para Pelajar

Sekda saat itu juga membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia  Budi Arie Setiadi.

“Selamat hari kebangkitan nasional ke-116. Semoga selalu kompak dan selalu bersinergi dalam pembangunan daerah,” kata Tony.

Dia mengungkapkan, Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priyayi.

Baca Juga :  Pulpis dapat Bantuan Kapal Feri dari Kementerian Kelautan

“Saat ini kita berada pada fase kebangkitan kedua melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu,” ujar dia.

Menurut dia, kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban melalui inovasi teknologi yang telah mendorong perubahan kehidupan secara revolusioner.

Dia mengungkapkan, embrio Indonesia lahir dari kemajuan modern dan pencerahan dari kaum muda berpendidikan yang tidak kehilangan identitas ke-Indonesiaannya. Embrio indonesia lahir dari keragaman pikiran para kaum muda sebagai “embrio bangsa”.

“Di tangan kaum muda terdidik inilah cita-cita kemerdekaan dan kebebasan dirumuskan dan diperjuangkan,” jelas dia.

Baca Juga :  DP3APPKB Cek Laporan Dugaan Penelantaran Anak di Bukit Rawi, Ini Hasil

Tony menambahkan, alam kemerdekaan hanya bisa dicapai jika manusia setara dan bebas. Manusia yang bebas dan setara hanya dimungkinkan jika manusia tersebut terpelajar dan berpendidikan.

Dari merekalah semangat kebangkitan nasional lahir. Kebangkitan nasional adalah penanda lahirnya zaman baru. Pencetus cara berpikir baru.

“Semangat kebangkitan nasional merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia,” tandasnya. (art/kpg/hnd)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru