25.2 C
Jakarta
Monday, March 4, 2024

4 Desa Jadi Pilot Project Demplot Mangrove

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Kondisi hutan mangrove di pesisir kabupaten Pulang Pisau mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau Veronica Lenny mengungkapkan, untuk melakukan penanganan mangrove di pesisir pemerintah daerah sudah membuat MoU dengan Yayasan Eden Nusantara Hijau.

“Mereka sudah sudah turun ke lapangan untuk membuat pilot project di 4 desa di 23 titik. Yakni di Desa Pasanan, Barunai, Pudak dan Kiapak. Di 4 desa itu dibuat demplot percontohan. Kalau  hasilnya baik akan lakukan penanaman,” kata Vero.

Dia mengungkapkan, untuk penanaman mangrove di Sei Desa Pudak dan Bakau sudah dilakukan sejak 2020. “Pada tahun 2021 sudah bikin rancangan teknis (rantek) untuk pelaksanaan di 2022,” beber dia.

Baca Juga :  Tingkatkan Jalan Menuju Dermaga, DPUPR Alokasikan Rp900 Juta

Dia mengungkapkan, mangrove yang mengalami kerusakan yakni di Desa Cemantan, Kecamatan Kahayan Kuala. “Kalau di Desa Hambawang dan Bakau masih bagus. Masih rata. Kalau diperlukan penanam, hanya penanaman baru,” tandasnya. (art)

PULANG PISAU, PROKALTENG.CO – Kondisi hutan mangrove di pesisir kabupaten Pulang Pisau mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulang Pisau Veronica Lenny mengungkapkan, untuk melakukan penanganan mangrove di pesisir pemerintah daerah sudah membuat MoU dengan Yayasan Eden Nusantara Hijau.

“Mereka sudah sudah turun ke lapangan untuk membuat pilot project di 4 desa di 23 titik. Yakni di Desa Pasanan, Barunai, Pudak dan Kiapak. Di 4 desa itu dibuat demplot percontohan. Kalau  hasilnya baik akan lakukan penanaman,” kata Vero.

Dia mengungkapkan, untuk penanaman mangrove di Sei Desa Pudak dan Bakau sudah dilakukan sejak 2020. “Pada tahun 2021 sudah bikin rancangan teknis (rantek) untuk pelaksanaan di 2022,” beber dia.

Baca Juga :  Tingkatkan Jalan Menuju Dermaga, DPUPR Alokasikan Rp900 Juta

Dia mengungkapkan, mangrove yang mengalami kerusakan yakni di Desa Cemantan, Kecamatan Kahayan Kuala. “Kalau di Desa Hambawang dan Bakau masih bagus. Masih rata. Kalau diperlukan penanam, hanya penanaman baru,” tandasnya. (art)

Terpopuler

Artikel Terbaru