PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Fenomena El Nino disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi musim kemarau di Kabupaten Pulang Pisau.
Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meningkat. Hingga kemarin Jumat (31/7/2026), luasan lahan yang terdampak mencapai sekitar 104 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan cuaca yang semakin panas akibat El Nino memperburuk kondisi lahan gambut yang mudah terbakar.
“El Nino ini memperparah musim kemarau. Kemarau yang sudah panas menjadi bertambah panas sehingga potensi karhutla juga meningkat,” ujarnya pada Sabtu (1/8).
Sebagai salah satu langkah penanganan, pemerintah bersama berbagai pihak tengah menyiapkan operasi modifikasi cuaca dengan harapan dapat memicu hujan di wilayah terdampak.
“Kami akan melakukan modifikasi cuaca dengan harapan hujan bisa turun sehingga membantu proses pemadaman dan mengurangi potensi kebakaran,” katanya.
Herman menambahkan, saat ini banyak pihak menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, dukungan tersebut harus dibarengi koordinasi yang baik agar seluruh upaya berjalan efektif.
“Banyak yang ingin berkontribusi. Dukungan itu sangat penting, namun koordinasi juga menjadi pekerjaan rumah bersama. Dengan sinergi yang baik, penanganan karhutla akan lebih optimal,” pungkasnya. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Fenomena El Nino disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi musim kemarau di Kabupaten Pulang Pisau.
Kondisi tersebut membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meningkat. Hingga kemarin Jumat (31/7/2026), luasan lahan yang terdampak mencapai sekitar 104 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, mengatakan cuaca yang semakin panas akibat El Nino memperburuk kondisi lahan gambut yang mudah terbakar.
“El Nino ini memperparah musim kemarau. Kemarau yang sudah panas menjadi bertambah panas sehingga potensi karhutla juga meningkat,” ujarnya pada Sabtu (1/8).
Sebagai salah satu langkah penanganan, pemerintah bersama berbagai pihak tengah menyiapkan operasi modifikasi cuaca dengan harapan dapat memicu hujan di wilayah terdampak.
“Kami akan melakukan modifikasi cuaca dengan harapan hujan bisa turun sehingga membantu proses pemadaman dan mengurangi potensi kebakaran,” katanya.
Herman menambahkan, saat ini banyak pihak menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam penanganan karhutla.
Menurutnya, dukungan tersebut harus dibarengi koordinasi yang baik agar seluruh upaya berjalan efektif.
“Banyak yang ingin berkontribusi. Dukungan itu sangat penting, namun koordinasi juga menjadi pekerjaan rumah bersama. Dengan sinergi yang baik, penanganan karhutla akan lebih optimal,” pungkasnya. (jef)