Rahmanto Muhidin Sabet Penghargaan Tunas Inspirasi KPI 2026

“Kami memastikan anggaran pendidikan dialokasikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Sekolah di wilayah paling terpencil mendapatkan prioritas anggaran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh anak-anak kita di sana,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan Misi RPJMD Murung Raya 2025–2029 yang diejawantahkan lewat 9 Program Unggulan Kartu Hebat.

Lanjut Rahmanto, tahun 2026 ini membawa tantangan fiskal berat bagi Murung Raya dengan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor SDA yang sangat signifikan. Yakni merosot tajam sebesar -79,08% (dari Rp 1,51 Triliun pada 2025 menjadi Rp 316,14 Miliar pada 2026).

Namun, keterbatasan ini tidak menyurutkan langkah. Rahmanto membeberkan strategi cerdas pemkab dengan memperkuat kemitraan strategis bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Murung Raya melalui optimalisasi program CSR (Corporate Social Responsibility).

Baca Juga :  Soal Kapan Waktu Perbaikan Jembatan Senggarahan, Begini Penjelasan Kadis PUPR Mura

“Kolaborasi ini diarahkan langsung untuk beasiswa, fasilitas belajar, dan pemenuhan sarana pendidikan,” tegasnya.

Masih dalam kesempatan itu, Rahmanto menyebutkan Murung Raya membuktikan bahwa keberpihakan pada masyarakat adat dan pedalaman bukan sekadar jargon politik, melainkan tertuang dalam keputusan belanja yang akuntabel.

Melalui affirmative budgeting, indikator kinerja seperti peningkatan angka partisipasi sekolah dan penurunan angka putus sekolah diukur secara berkala dan ketat.

“Kami memastikan anggaran pendidikan dialokasikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Sekolah di wilayah paling terpencil mendapatkan prioritas anggaran agar manfaatnya dirasakan langsung oleh anak-anak kita di sana,” tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan Misi RPJMD Murung Raya 2025–2029 yang diejawantahkan lewat 9 Program Unggulan Kartu Hebat.

Lanjut Rahmanto, tahun 2026 ini membawa tantangan fiskal berat bagi Murung Raya dengan penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor SDA yang sangat signifikan. Yakni merosot tajam sebesar -79,08% (dari Rp 1,51 Triliun pada 2025 menjadi Rp 316,14 Miliar pada 2026).

Electronic money exchangers listing

Namun, keterbatasan ini tidak menyurutkan langkah. Rahmanto membeberkan strategi cerdas pemkab dengan memperkuat kemitraan strategis bersama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Murung Raya melalui optimalisasi program CSR (Corporate Social Responsibility).

Baca Juga :  Soal Kapan Waktu Perbaikan Jembatan Senggarahan, Begini Penjelasan Kadis PUPR Mura

“Kolaborasi ini diarahkan langsung untuk beasiswa, fasilitas belajar, dan pemenuhan sarana pendidikan,” tegasnya.

Masih dalam kesempatan itu, Rahmanto menyebutkan Murung Raya membuktikan bahwa keberpihakan pada masyarakat adat dan pedalaman bukan sekadar jargon politik, melainkan tertuang dalam keputusan belanja yang akuntabel.

Melalui affirmative budgeting, indikator kinerja seperti peningkatan angka partisipasi sekolah dan penurunan angka putus sekolah diukur secara berkala dan ketat.

Terpopuler

Artikel Terbaru