NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Langkah ini diambil menyusul adanya tren peningkatan kasus pada tahun 2026, terutama menjelang masuknya musim penghujan.
Bupati menegaskan bahwa pencegahan dini adalah kunci utama untuk menghindari status Kejadian Luar Biasa (KLB). Ia mendorong optimalisasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara masif di lingkungan masing-masing.
Dalam keterangannya pada Rabu (22/4/2026), Rizky Aditya Putra menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari unit terkecil, yaitu keluarga.
“Upaya paling efektif adalah pencegahan dari lingkungan rumah. Masyarakat perlu mengaktifkan kembali Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan rutin melakukan PSN minimal sekali dalam seminggu,” ujar Bupati.
Sementara itu Kepala Dinkes Kabupaten Lamandau, Rosmawati, menjelaskan bahwa metode PSN 3M Plus tetap menjadi senjata paling ampuh untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah menguras tempat penampungan air secara rutin. Menutup rapat wadah air agar tidak menjadi tempat bertelur nyamuk dan mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air hujan serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah,” jelasnya.
Tidak hanya kepada warga, Bupati juga memerintahkan para Camat, Lurah, hingga Kepala Desa untuk mengoordinasikan pelaksanaan PSN di wilayah kerja masing-masing.
Yang perlu di perhatikan yaitu Lingkungan pemukiman warga, gedung sekolah dan tempat ibadah. Fasilitas umum dan area perkantoran (baik instansi pemerintah maupun swasta.
“Peran kader kesehatan juga sangat penting untuk memperkuat upaya pencegahan di lapangan,” tegasnya.
Menanggapi potensi lonjakan pasien, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamandau telah diinstruksikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes), mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Masyarakat diminta segera melakukan pemeriksaan medis jika merasakan gejala khas DBD, seperti Demam tinggi mendadak, nyeri kepala hebat dan Nyeri otot atau sendi,” ujar Kadinkes.
Di akhir pernyataannya, Bupati meluruskan persepsi masyarakat mengenai pengasapan atau fogging. Menurutnya, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa namun tidak menyentuh jentik nyamuk.
“Fogging bukan solusi utama. Yang paling penting adalah memberantas sarang nyamuk melalui kesadaran bersama,” tutupnya.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan angka kasus DBD di Kabupaten Lamandau dapat ditekan dan kesehatan lingkungan tetap terjaga secara berkelanjutan. (bib)


