28.4 C
Jakarta
Monday, February 16, 2026

Lamandau Masuk Musim Kemarau, BPBD Minta Warga Jangan Bakar Lahan

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kabupaten Lamandau resmi memasuki musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau meminta masyarakat lebih waspada, terutama dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara dibakar karena rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel, mengatakan kondisi cuaca panas dan tidak adanya hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi penanda jelas masuknya musim kemarau di wilayah Bumi Bahaum Bakuba.

“Iya, sekarang sudah masuk musim kemarau,” ujar Hendikel saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/1).

Dengan karakteristik lahan yang mudah terbakar, Hendikel mengingatkan risiko karhutla bisa meningkat jika masyarakat tidak berhati-hati. Ia menegaskan, membuka lahan dengan cara dibakar sangat berbahaya di tengah cuaca kering dan angin yang cukup kencang.

Baca Juga :  Komplotan Maling Sawit di Lamandau Divonis 5 Bulan Penjara

“Api bisa cepat merambat. Kami minta masyarakat tidak membakar lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area semak atau lahan kering,” tegasnya.

Selain potensi kebakaran, BPBD Lamandau juga mengingatkan warga agar mulai bijak menggunakan air bersih. Pasalnya, musim kemarau yang berkepanjangan berpotensi menurunkan debit air sumur dan sungai.

Di sisi lain, BPBD Lamandau terus memantau titik panas atau hotspot melalui pemantauan satelit serta menyiagakan personel untuk patroli rutin di wilayah rawan kebakaran.

Electronic money exchangers listing

“Kami butuh peran aktif masyarakat. Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan supaya bisa cepat ditangani sebelum meluas,” pungkas Hendikel. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kabupaten Lamandau resmi memasuki musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau meminta masyarakat lebih waspada, terutama dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan cara dibakar karena rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel, mengatakan kondisi cuaca panas dan tidak adanya hujan dalam beberapa hari terakhir menjadi penanda jelas masuknya musim kemarau di wilayah Bumi Bahaum Bakuba.

“Iya, sekarang sudah masuk musim kemarau,” ujar Hendikel saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (22/1).

Electronic money exchangers listing

Dengan karakteristik lahan yang mudah terbakar, Hendikel mengingatkan risiko karhutla bisa meningkat jika masyarakat tidak berhati-hati. Ia menegaskan, membuka lahan dengan cara dibakar sangat berbahaya di tengah cuaca kering dan angin yang cukup kencang.

Baca Juga :  Komplotan Maling Sawit di Lamandau Divonis 5 Bulan Penjara

“Api bisa cepat merambat. Kami minta masyarakat tidak membakar lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area semak atau lahan kering,” tegasnya.

Selain potensi kebakaran, BPBD Lamandau juga mengingatkan warga agar mulai bijak menggunakan air bersih. Pasalnya, musim kemarau yang berkepanjangan berpotensi menurunkan debit air sumur dan sungai.

Di sisi lain, BPBD Lamandau terus memantau titik panas atau hotspot melalui pemantauan satelit serta menyiagakan personel untuk patroli rutin di wilayah rawan kebakaran.

“Kami butuh peran aktif masyarakat. Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan supaya bisa cepat ditangani sebelum meluas,” pungkas Hendikel. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru